Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Karantina Palangkaraya Pertahankan Kalimantan Tengah Tetap Bebas Brucellosis

Sabtu (06/1/18), Karantina Palangkaraya sebagai garda terdepan pelaksana tugas pencegahan masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) diKalimantan Tengah selalu siap dan kompak dalam menjalankan tugasnya.

Kali ini Karantina Palangkaraya melakukan pengambilan sampel darah sapi bibit impor di Instalasi Karantina Hewan (IKH). Sapi-sapi tersebut merupakan milik salah satu perusahaan importir sapi.
Tujuan dari pengambilan sampel darah ini adalah untuk dilakukan uji Laboratorium dengan cara uji Rose Begal Test (RBT) agar dapat dideteksi apakah sapi-sapi tersebut sehat atau tidak, terutama penyakit Brusellosis.

Penting untuk diketahui masyarakat, penyakit Brusellosis adalah Penyakit Hewan yang disebabkan oleh Bakteri Brucella Abortus pada sapi dan mampu menular ke hewan lain maupun manusia (Zoonosis). Bakteri Brucella ini bisa menyebabkan keguguran pada sapi bunting. Pada manusia bisa menyebabkan demam undulant. Jadi sangat berbahaya kan, kalau sampai ada sapi yang membawa penyakit brusellosis di Kalimantan Tengah??

Mengingat pentingnya kegiatan ini, Kepala Balai Karantina Palangkaraya Ir. Bambang Hesti Susilo, M.Sc. terjun langsung ke lokasi untuk memantau kegitan pengambilan sampel darah yg dilakukan Tim Medik dan Paramedik Veteriner Karantina Palangkaraya.

Diharapkan semua sapi-sapi tersebut sehat, sehingga akan mempercepat pertumbuhan populasi sapi diKalimantan Tengah dan swasembada daging nasional kedepan bisa terwujud.

26198314_2038815513033055_2188109990521414345_o 26685334_2038814516366488_8462053983519299343_o