Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Bulan: Agustus 2018

Dengan Fumigasi Ekspor Palm Kernel Expeller Tembus Tiongkok

Palangkaraya (23/8) Telah menjadi tugas karantina untuk dapat memfasilitasi kegiatan ekspor produk pertanian agar diterima di negara tujuan ekspor. Kali ini petugas Karantina Palangkaraya sibuk dengan serangkaian tindakan karantina untuk memfasilitasi ekspor Palm Kernel Expeller tujuan Tiongkok. Pemeriksaan fisik terhadap Palm Kernel Expeller dilakukan petugas karantina di gudang yang telah ditetapkan Badan Karantina Pertanian.

Saat pemeriksaan fisik dilakukan, petugas karantina menemukan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang segera dimasukkan dalam kantong sampel dan botol fial yang telah disiapkan. OPT tersebut dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Laboratorium. Hasil identifikasi ditemukanlah OPT serangga Tribolium castaneum, Lasioderma serricorne dan Larva Tenebrionidae. OPT tersebut bukanlah OPT berbahaya dan dapat dimusnahkan dengan fumigasi.

Karantina Palangkaraya juga melakukan pengawasan fumigasi terhadap 2.650 ton Palm Kernel Expeller di atas kapal MV. Hoang Hai 88-ALCI. Fumigasi dilakukan dalam rangka memenuhi persyaratan negara tujuan, Tiongkok, dan juga bertujuan untuk membebaskan komoditas dari hama penyakit yang ditemukan tersebut.

Fumigasi dilakukan dengan bahan aktif PH3 dosis 2 gr/m3 dilakukan oleh fumigator yang telah teregister oleh Barantan. Kemudian, Karantina Palangkaraya menerbitkan Phytosanitary Certificate sebagai tanda bahwa proses tindakan karantina terhadap ekspor PKE tujuan Tiongkok tersebut telah selesai dan siap untuk di ekspor.

39917923_1513919888709111_1854380648630845440_o 39989516_1513919975375769_1026295693943242752_n

 

Karantina Pertanian Palangkaraya Survey Potensi Lahan Gambut

Palangkaraya (12/08). Hari minggu itu libur, tapi bagi beberapa orang justru sibuk dengan kegiatan yang tidak bisa dilakukan saat hari kerja. Seperti yang dilakukan beberapa pegawai yang dikomandani Bapak Kepala Balai, Ir. Bambang Hesti Susilo, M.Sc melakukan survey ke beberapa tempat penanaman hortikultura di sekitar Palangkaraya.

Kita ketahui bahwa Kalimantan Tengah mempunyai lahan gambut 2,7 juta Ha. Lahan gambut yang dulu termarjinalkan kini menjadi alternatif keterbatasan lahan pertanian. Dari beberapa lokasi yang dikunjungi, tanaman dengan nama latin Hylocereus undatus ini mencuri perhatian tersendiri. Tanaman yang tumbuh baik pada tanah porous (tanah dengan jumlah pori-pori banyak) dan bersuhu 38° C ini, cocok di lahan gambut kering. Sehingga tanaman introduksi ini sangat mungkin jadi andalan bagi penggemar horti di Kalteng, sekaligus potensi bagi lahan gambut. Yah dialah buah naga.

39012922_2194152367499368_3133775956418756608_o 39032109_2194152287499376_8565108246510043136_o 39086577_2194152210832717_298064463985115136_o

Geber Ekspor Sarang Burung, Karantina Palangkaraya Lakukan Penilaian Kelayakan Rumah Walet.

Palangkaraya (7/8). Menggeliatnya perdagangan sarang burung walet tujuan ekspor terutama ke negara-negara Asia Timur seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Hongkong dan Taiwan disamping benua Amerika, memicu menjamurnya pertumbuhan rumah budidaya burung walet di Indonesia terutama di Pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah. Beberapa tahun terakhir pertumbuhan rumah burung walet di Kalimantan Tengah meningkat pesat karena selain harga yang bagus di pasaran, negara RRT juga membuka keran import untuk walet asal Indonesia yang memenuhi persyaratan dari lembaga akreditasi dan sertifikasi negara Tiongkok (CNCA).

Negara Tiongkok mewajibkan sarang walet yang akan diekspor ke sana harus jelas asal usulnya, sarang burung berasal dari rumah burung yang layak dan memenuhi syarat baik dari segi produksi maupun sanitasinya, oleh karena itu sumber rumah walet penghasil sarang harus teregistrasi di Badan Karantina Pertanian sebagai institusi pwmerintah Indonesia yang berwenang melakukan penilaian terhadap kelayakan rumah walet tersebut baik dari segi sanitasi maupun kapasitas produksinya.

Selama periode Juli dan Agustus 2018 Karantina Palangkaraya telah melakukan penilaian kelayakan terhadap 27 rumah yang berada di Ampah Kabupaten Barito Timur dan di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Semuanya telah dilakukan penilaian dan dalam proses penerbitan nomor registrasi. Aspek penilaian yang dilakukan terkait penghitungan kapasitas produksi dan verifikasi kelayakan dari segi sanitasi dan sarana / prasarana yang dipersyaratkan seperti dipping foot dan wastafel untuk cuci tangan.

Karantina Palangkaraya sudah melakukan penilaian dan verifikasi data lapangan terhadap puluhan rumah burung walet milik perusahaan langsung atau rumah burung walet mitra. Dengan semangat karantina dalam mendukung akselerasi ekspor sarang burung walet ke luar negeri, kita akan senantiasa menjalankan tugas dengan semangat tinggi dan penuh tanggung jawab.

38804505_2189354267979178_2413415202490941440_n 38808245_2189354347979170_8902905422885683200_o 38820874_2189354241312514_1245332154091569152_o

Karantina Palangkaraya Anjangsana ke Kebun Hortiktura untuk Melihat Peluang Ekspor

Palangkaraya (8/8). Jam kerja kantor saat itu telah usai, ditandai apel sebelum pulang. Sore itu bapak Kepala, Ir. Bambang Hesti Susilo, MSc mengajak beberapa pegawai bersilaturahmi ke petani, yang dituju ds. Kalampangan, kec. Sebangau, Palangkaraya.

Awalnya kami agak ragu karena saat itu hujan membuat kita berhitung jadi atau tidak. Mobil kami meluncur jam 16:30, dan 25 menit berselang kami tiba di Jl. Misik. Jalan tersebut memang jauh dari kata mulus, karena memang jalan tanah yang masih bergelombang. Begitu kita masuk jalan tersebut kanan kiri berbaris tanaman hortikultura nan subur. Kami berhenti di sebuah rumah mungil. Senyuman renyah dari wajah tiga petani nan ramah, menyambut kami. Obrolan mengalir tentang indahnya desa dan harapan dari tanah yang kami datangi.

Desa itu ternyata banyak menghasilkan produk hortikultura untuk komsumsi masyarakat Palangkaraya. Di sini ada tanaman nanas, pepaya, petai, di sana ada jambu air, kelengkeng, jeruk, jambu kristal, tomat, dan cabe. Jenis tanahnya memang gambut dengan kedalaman empat meter, tetapi petani tersebut bisa mengubahnya menjadi tanah yang produktif seperti yang kita lihat. Pandangan bapak Kepala tertuju pada tanaman yang menjuntai di salah satu area perkebunan, yah…. dialah tanaman buah naga dengan luas sekitar 12 ha. Bisakah kita ekspor buah tersebut? Itulah tugas karantina, untuk geber ekspor.

Mimpikah itu? TIDAK.!! . Dengan melihat potensi dan kelancaran arus lalu lintas komosity saat ini. Kepala Karantina Palangkaraya yakin pasti bisa.

38765840_2189026318011973_4603281368724537344_o 38894682_2189026154678656_4292177079086088192_n

Karantina Palangkaraya Lakukan Fumigasi 140 Unit Karet Olahan dari Kalimantan Tengah Tujuan Tiongkok

Palangkaraya, (7/8) Petugas Karantina Palangkaraya melakukan pengawasan fumigasi yang dilakukan oleh pihak ketiga yg telah teregister oleh Badan Karantina Pertanian (Barantan). 140 unit karet olahan beserta palletnya (kemasan kayu) tujuan negara Tiongkok telah difumigasi seluruhnya.

Fumigasi tersebut untuk memenuhi persyaratan ISPM#15 tentang kemasan kayu untuk perdagangan internasional. Selain itu fumigasi bertujuan membebaskan kemasan kayu dari hama penggerek dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT/OPTK) lainnya untuk memberikan jaminan kesehatan bagi komoditas tersebut masuk ke negara tujuan.

38738050_2187753988139206_2666179052972277760_o 38720869_2187753951472543_4579013630976065536_n

Ekspor 2.200 Ton PKE, Karantina Palangkaraya Lakukan Pengawasan Fumigasi

(Palangkaraya, 3/8) Tugas karantina 24 jam, itu benar. Seperti yang dilakukan Karantina Palangkaraya Wilayah Kerja Sampit ini. Selepas sholat isyak jemarinya yang kokoh tancap gas meluncur ke pelabuhan Bagendang dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Tak terasa dinginnya perjalanan ditambah hembusan angin di pelabuhan, sirna oleh suasana pelabuhan yang riuh.
Malam itu mereka melaksanakan pengawasan fumigasi 2.200 ton Palm Kernel Ekpeller (PKE) di atas kapal MV TRUONG PHAT tujuan Vietnam. Fumigasi merupakan persyaratan dari negara tujuan yang harus di lengkapi phytosaitary certifikat dan fumigation certifikat sebelum di lakukan pengapalan.

Palm Kernel Ekpeller (PKE) merupakan komoditas utama asal Kalimantan Tengah yang tiap minggu diekspor. Paling banyak diekspor ke Vietnam sebagai pakan ternak.

Di pundak merekalah bentuk nyata pelayanan 24 jam, sehingga slogan geber ekspor terwujud. Semoga pengabdian mereka membawa berkah bagi masyarakat Kalimantan Tengah khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

38449417_2183103575270914_6312771549027893248_n 38468099_2183103618604243_3392852330788421632_o 38403423_2183103495270922_7302248000171016192_n

13 Kabupaten dan 1 Kota se-Kalimantan Tengah hadiri seminar yang diadakan Karantina Palangkaraya

(Palangkaraya, 31/18), Karantina Palangkaraya menyelengarakan Seminar Hasil Pemantauan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan di sebuah hotel di Kota cantik Palangkaraya. Hadir pada kegiatan tersebut pejabat struktural dan Petugas Teknis Karantina Palangkaraya, perwakilan Petugas Penyuluh Lapangan Dinas Pertanian dari 13 Kabupaten dan 1 Kota se-Kalimantan Tengah, serta dinas terkait yg ada di kota Palangkaraya.

Acara dibuka oleh Kepala Karantina Palangkaraya, bapak Bambang Hesti Susilo. Dalam sambutannya, beliau menekankan perlunya kegiatan pemantauan ini terutama untuk memetakan potensi hama dan penyakit tanaman unggulan daerah, sehingga dampak kerugian ekonomi yg mungkin ditimbulkan dapat diminimalisir.

Berdasarkan hasil pemantauan yang telah diseminarkan, diketahui bahwa tidak ditemukan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) baru, beberapa OPTK telah ditemukan pada kegiatan pemantauan tahun 2017 yaitu Bactrocera occipitalis, B. Musae.

Guna menambah pengetahuan, pada kegiatan tersebut juga diisi pemaparan dari Dinas Pertanian Provinsi Kalteng tentang perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan pada tanaman Pajale. Sedangkan untuk mendukung potensi ekspor komoditas buah-buahan, pada kesempatan tersebut juga diisi pemaparan dari Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya tentang Oeganisme Pengganggu Tumbuhan pada tanaman buah naga.

38068046_2178780922369846_5333303501260849152_o 38246216_2178780862369852_1274799954774196224_o 38269188_2178780805703191_8079084017808310272_o

Malam hari, Karantina Palangkaraya Tetap Bertugas

Palangkaraya,(27/7) – Petugas Karantina Palangkaraya Wilayah Kerja Pangkalan Bun siap siaga dalam menjaga keamanan penyakit hewan dan tumbuhan di Pelabuhan Panglima Utar Kumai.

Mulai jumat jam 19.30 sampai Sabtu dini hari jam 02.07 waktu setempat, petugas Karantina Pangkalan Bun masih bertugas melindungi negeri.

Tepat jam 22.30 WIB, pengawasan komoditas pertanian maupun hewan pada Kapal Mutiara Ferindo III. Pada jam 02.00 WIB dilanjutakan dengan pemeriksaan terhadap Kapal Satya Kencana III asal Tanjung Perak, Surabaya. Dari sini, petugas emukan beberapa komoditas karantina berupa ayam jago, burung cinta (love bird) dan kambing potong sebanyak 52 ekor untuk memenuhi kebutuhan perayaan Iduladha. Semua komoditas karantina diperiksa dan diberikan surat pelepasan sebagai bukti bahwa komoditas tersebut bebas dari hama penyakit hewan maupun tumbuhan.

Kerja kami untuk melindungi negeri.

37944819_1473569626077471_822821644065046528_n 37947342_1473570076077426_8749283320405164032_o 37979096_1473569796077454_5035195941573885952_n

Karantina Palangkaraya Kawal UPSUS SIWAB Kalimantan Tengah

Palangkaraya, (26/7). Karantina Palangkaraya adalah Unit Pelaksana Teknis di Kementerian Pertanian yang diberi tugas untuk melakukan supervisi kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) di Kalimantan Tengah. Kegiatan supervisi meliputi pemantauan kinerja kegiatan teknis mencakup aspek pakan, penanganan gangguan reproduksi, ketersediaan semen beku, sumber daya manusia, sarana dan prasarana IB, serta pengendalian pemotongan Sapi/Kerbau betina produktif.

Supervisi dilaksanakan di kecamatan Sebangau, Jekan Raya, Rakumpit dan Bukit Batu. Serta dilakukan bersama-sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan Kalimantan.

Petugas teknis mendata sapi betina yang tidak produktif untuk kemudian dilakukan tindakan sinkronisasi birahi yang dilanjutkan dengan inseminasi buatan atau kawin alam.

37926772_1471853522915748_2891215419224358912_o 37962581_1471853259582441_1540130986937810944_o