13 Kabupaten dan 1 Kota se-Kalimantan Tengah hadiri seminar yang diadakan Karantina Palangkaraya

(Palangkaraya, 31/18), Karantina Palangkaraya menyelengarakan Seminar Hasil Pemantauan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan di sebuah hotel di Kota cantik Palangkaraya. Hadir pada kegiatan tersebut pejabat struktural dan Petugas Teknis Karantina Palangkaraya, perwakilan Petugas Penyuluh Lapangan Dinas Pertanian dari 13 Kabupaten dan 1 Kota se-Kalimantan Tengah, serta dinas terkait yg ada di kota Palangkaraya.

Acara dibuka oleh Kepala Karantina Palangkaraya, bapak Bambang Hesti Susilo. Dalam sambutannya, beliau menekankan perlunya kegiatan pemantauan ini terutama untuk memetakan potensi hama dan penyakit tanaman unggulan daerah, sehingga dampak kerugian ekonomi yg mungkin ditimbulkan dapat diminimalisir.

Berdasarkan hasil pemantauan yang telah diseminarkan, diketahui bahwa tidak ditemukan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) baru, beberapa OPTK telah ditemukan pada kegiatan pemantauan tahun 2017 yaitu Bactrocera occipitalis, B. Musae.

Guna menambah pengetahuan, pada kegiatan tersebut juga diisi pemaparan dari Dinas Pertanian Provinsi Kalteng tentang perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan pada tanaman Pajale. Sedangkan untuk mendukung potensi ekspor komoditas buah-buahan, pada kesempatan tersebut juga diisi pemaparan dari Fakultas Pertanian Universitas Palangkaraya tentang Oeganisme Pengganggu Tumbuhan pada tanaman buah naga.

38068046_2178780922369846_5333303501260849152_o 38246216_2178780862369852_1274799954774196224_o 38269188_2178780805703191_8079084017808310272_o