Geber Ekspor Sarang Burung, Karantina Palangkaraya Lakukan Penilaian Kelayakan Rumah Walet.

Palangkaraya (7/8). Menggeliatnya perdagangan sarang burung walet tujuan ekspor terutama ke negara-negara Asia Timur seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Hongkong dan Taiwan disamping benua Amerika, memicu menjamurnya pertumbuhan rumah budidaya burung walet di Indonesia terutama di Pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah. Beberapa tahun terakhir pertumbuhan rumah burung walet di Kalimantan Tengah meningkat pesat karena selain harga yang bagus di pasaran, negara RRT juga membuka keran import untuk walet asal Indonesia yang memenuhi persyaratan dari lembaga akreditasi dan sertifikasi negara Tiongkok (CNCA).

Negara Tiongkok mewajibkan sarang walet yang akan diekspor ke sana harus jelas asal usulnya, sarang burung berasal dari rumah burung yang layak dan memenuhi syarat baik dari segi produksi maupun sanitasinya, oleh karena itu sumber rumah walet penghasil sarang harus teregistrasi di Badan Karantina Pertanian sebagai institusi pwmerintah Indonesia yang berwenang melakukan penilaian terhadap kelayakan rumah walet tersebut baik dari segi sanitasi maupun kapasitas produksinya.

Selama periode Juli dan Agustus 2018 Karantina Palangkaraya telah melakukan penilaian kelayakan terhadap 27 rumah yang berada di Ampah Kabupaten Barito Timur dan di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Semuanya telah dilakukan penilaian dan dalam proses penerbitan nomor registrasi. Aspek penilaian yang dilakukan terkait penghitungan kapasitas produksi dan verifikasi kelayakan dari segi sanitasi dan sarana / prasarana yang dipersyaratkan seperti dipping foot dan wastafel untuk cuci tangan.

Karantina Palangkaraya sudah melakukan penilaian dan verifikasi data lapangan terhadap puluhan rumah burung walet milik perusahaan langsung atau rumah burung walet mitra. Dengan semangat karantina dalam mendukung akselerasi ekspor sarang burung walet ke luar negeri, kita akan senantiasa menjalankan tugas dengan semangat tinggi dan penuh tanggung jawab.

38804505_2189354267979178_2413415202490941440_n 38808245_2189354347979170_8902905422885683200_o 38820874_2189354241312514_1245332154091569152_o