Karantina Palangkaraya Anjangsana ke Kebun Hortiktura untuk Melihat Peluang Ekspor

Palangkaraya (8/8). Jam kerja kantor saat itu telah usai, ditandai apel sebelum pulang. Sore itu bapak Kepala, Ir. Bambang Hesti Susilo, MSc mengajak beberapa pegawai bersilaturahmi ke petani, yang dituju ds. Kalampangan, kec. Sebangau, Palangkaraya.

Awalnya kami agak ragu karena saat itu hujan membuat kita berhitung jadi atau tidak. Mobil kami meluncur jam 16:30, dan 25 menit berselang kamiĀ tiba di Jl. Misik. Jalan tersebut memang jauh dari kata mulus, karena memang jalan tanah yang masih bergelombang. Begitu kita masuk jalan tersebut kanan kiri berbaris tanaman hortikultura nan subur. Kami berhenti di sebuah rumah mungil. Senyuman renyah dari wajah tiga petani nan ramah, menyambut kami. Obrolan mengalir tentang indahnya desa dan harapan dari tanah yang kami datangi.

Desa itu ternyata banyak menghasilkan produk hortikultura untuk komsumsi masyarakat Palangkaraya. Di sini ada tanaman nanas, pepaya, petai, di sana ada jambu air, kelengkeng, jeruk, jambu kristal, tomat, dan cabe. Jenis tanahnya memang gambut dengan kedalaman empat meter, tetapi petani tersebut bisa mengubahnya menjadi tanah yang produktif seperti yang kita lihat. Pandangan bapak Kepala tertuju pada tanaman yang menjuntai di salah satu area perkebunan, yah…. dialah tanaman buah naga dengan luas sekitar 12 ha. Bisakah kita ekspor buah tersebut? Itulah tugas karantina, untuk geber ekspor.

Mimpikah itu? TIDAK.!! . Dengan melihat potensi dan kelancaran arus lalu lintas komosity saat ini. Kepala Karantina Palangkaraya yakin pasti bisa.

38765840_2189026318011973_4603281368724537344_o 38894682_2189026154678656_4292177079086088192_n