Karantina Palangkaraya Melakukan Pemusnahan Bibit Jeruk dan Sisa Sampel Laboratorium

Karantina Palangkaraya Melakukan Pemusnahan Bibit Jeruk dan Sisa Sampel Laboratorium

Palangkaraya - 10/01/2019 Karantina Palangkaraya melakukan pemusnahkan 52 batang Bibit Jeruk asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Bibit Jeruk tersebut dilalulintaskan melalui PT. Pos Indonesia. Bibit jeruk tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen karantina daerah asal serta tidak ada label bebas CVPD (Citrus Vein Phloem Degenerataion atau kerusakan pembuluh tapis pada jeruk) dari dinas terkait sehingga ditahan oleh petugas karantina. Karena sudah melewati batas masa penahanan dan tidak ada tindak lanjut dari pemiliknya maka bibit tersebut dimusnahkan.
CVPD merupakan penyakit paling merusak bagi perkebunan jeruk. Penyebab penyakit ini adalah Bakteri Candidatus Liberibacter asiaticus yang ditularkan melalui vektor serangga sejenis kutu loncat.
Selain itu juga dilakukan pemusnahan sisa sampel uji laboratorium sebanyak 51 kantong karena telah melewati masa simpan sisa sampel uji.
Pemusnahan dihadiri oleh Ir. Parlin Robert Sitanggang selaku Kepala Balai Karantina Palangkaraya beserta jajaran dan juga disaksikan oleh Bapak Slamet sebagai perwakilan PT. Pos Indonesia.


CVPD merupakan penyakit paling merusak bagi perkebunan jeruk. Penyebab penyakit ini adalah Bakteri Candidatus Liberibacter asiaticus yang ditularkan melalui vektor serangga sejenis kutu loncat.
Selain itu juga dilakukan pemusnahan sisa sampel uji laboratorium sebanyak 51 kantong karena telah melewati masa simpan sisa sampel uji.
Pemusnahan dihadiri oleh Ir. Parlin Robert Sitanggang selaku Kepala Balai Karantina Palangkaraya beserta jajaran dan juga disaksikan oleh Bapak Slamet sebagai perwakilan PT. Pos Indonesia.

Please follow and like us: