Kemasan Kayu Juga Diperiksa Karantina, Mengapa?

Kemasan kayu (wood packaging) adalah kayu atau hasil kayu belum diolah yang dipergunakan untuk menopang, mengemas, atau mengganjal dalam pengangkutan dan/atau yang menyertai barang kiriman dengan ketebalan lebih dari 6 mm. Lalu lintas kemasan kayu harus memenuhi persyaratan ISPM 15 (International Standards For Phytosanitary Measures) antara lain telah diberi perlakuan dan diberi marka (tanda). Perlakuan dimaksudkan untuk mengurangi resiko tersebarnya OPTK melalui kemasan kayu tersebut. Perlakuan dan pemberian marka ini harus dibawah pengawasan petugas karantina.

Salah satu perusahaan kemasan kayu yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah adalah PT. Packing Material Indonesia Cabang Palangkaraya (PT.PMI) yang berkantor di Pangkalan Bun. Perusahaan ini merupakan salah satu mitra kerja karantina yang memenuhi syarat untuk melaksanakan perlakuan (treatment) dan sertifikasi (marking) atas kemasan kayu sesuai ISPM 15. Untuk menjaga kualitas pelayanan perusahaan tersebut, petugas karantina secara rutin melakukan pengawasan, pembinaan dan kunjungan.

Kamis 10/01/2019 Tim karantina Palangkaraya Bapak Hendri Hermawan (Kasi KT) beserta staf berkunjung ke PT.PMI Pangkalan Bun dalam rangka penyerahan Surat keputusan Perpanjangan Registrasi yang berlaku mulai 31 Desember 2018 sampai 31 Desember 2020 serta penyerahan Sertifikat Registrasi perusahaan dengan nomer registrasi ID-117 oleh Pak Hendri kepada Kepala cabang PT.PMI Pak Budiono. “Pihak ketiga hendaknya kosisten menjaga aspek – aspek yang sudah baik dalam poin penilaian sehingga peningkatan mutu pelayanan dapat senantiasa dijaga” kata Pak Hendri selaku Kasi Karantina Tumbuhan.

#karantinapalangkaraya
#laporkarantina

Please follow and like us: