Lebih dari 4 Ton Tanduk Rusa Indonesia Menjelajah Taiwan

Surabaya (21/2) - Rusa, kijang, dan kancil. Ketiga hewan yang mirip ini cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia. Kali ini Si Rusa yang mendapat kesempatan menjelajahi Taiwan. Bukan dalam kondisi hidup, namun hanya tanduknya yang berangkat.

Taiwan merupakan salah satu negara yang berminat mendatangkan tanduk rusa (deer horn) dari Indonesia untuk dijadikan bahan baku obat dan kosmetik. Sebanyak 109 boks (4,475 ton) tanduk rusa senilai Rp 2,2 milyar diperiksa oleh petugas Karantina Surabaya wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Perak pada 19 Februari 2019.

Tanduk rusa yang diekspor tersebut berasal dari hasil penangkaran Rusa Jawa (Rusa timorensis) di Merauke dan Sorong. Rusa Jawa sendiri merupakan satwa endemik di wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Selain status kesehatannya, yang tak kalah penting dilakukan oleh petugas karantina adalah pemeriksaan dokumen.

“Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan dokumen serta kebenaran jenis dan jumlah hewan. Karena rusa dan bagian-bagiannya tergolong satwa liar, maka selain dokumen karantina eksportir juga harus melampirkan SATS-LN (Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar - Luar Negeri) yang diterbitkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam,” ujar Lesty, dokter hewan yang melakukan pemeriksaan.

SobatQ, banyak juga ya potensi ekspor sumber daya alam hayati Indonesia. Selalu ingat untuk #LaporKarantina🐕🍎

#KarantinaSurabaya

Please follow and like us: