Diuji, Metode Pencelupan Air Panas untuk Kayu Log

Banjarmasin -- Kayu log atau biasa disebut kayu gelondongan merupakan bahan baku pembuatan veneer kayu lapis. Keterbatasan jumlah kayu log di Indonesia menjadi faktor utama mengapa komoditas ini harus didatangkan dari Negara lain. Selain itu juga untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan akan tanaman berkayu keras.

Kayu log sebagian dikirim dari Amerika Serikat, karena memiliki tekstur serat yang baik. Namun bukan tanpa resiko, pemasukan komoditas ini dapat membawa serangga penggerek kayu yang belum ada di Indonesia.

Melihat potensi yang sangat mungkin terjadi ini, Karantina Uji Terap dan Karantina Banjarmasin berencana akan melakukan percobaan terhadap metode pencelupan air panas atau Hot Water Treatment (HWT) terhadap kayu log.

"Kami akan melakukan pengujian terhadap metode pencelupan log, apabila suhu inti kayu tercapai 56 °C selama 30 menit berarti perlakuan ini bisa digunakan. Karena serangga penggerek akan mati pada suhu tersebut," ujar Achrom, penguji dari Karantina Uji Terap.

Dirinya menyebutkan, apabila metode ini berhasil maka bisa digunakan sebagai alternatif pengganti perlakuan fumigasi."Ya kita lihat hasilnya nanti, apabila percobaan ini berhasil bisa digunakan sebagai alternatif pengganti perlakuan fumigasi," tambah Achrom.

Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Karantina Banjarmasin, Priyatno, turut hadir melakukan pendampingan."Pihak kami siap mendukung langkah baik ini, mengingat pemasukan kayu log ke Banjarmasin cukup tinggi. Tentunya sangat berpotensi membawa serangga penggerek kayu yang belum ada di Indonesia," kata Priyatno.

Mari kita dukung langkah baik ini, untuk mecegah Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dari Luar Negeri masuk ke Wilayah Indonesia. Disitulah peran Karantina ada.

#KarantinaBanjarmasin
#LaporKarantina🐕🍎
#AgroGemilang

Please follow and like us: