Pintu Ekspor Komoditas Pertanian Bertambah, Kini Bunga Melati Terbang Langsung dari Semarang

Semarang – Badan Karantina Pertanian (Barantan) selalu mengupayakan agar komoditas pertanian bisa diekspor dari mana saja dengan mudah. Upaya ini dilakukan tidak lain untuk mewujudkan visi besar Kementerian Pertanian dalam menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Ekspor yang difasilitasi Barantan tak hanya terbatas pada bahan pangan, tapi juga komoditas pertanian lainnya, contohnya melati. Sejak dulu, bunga melati asal Kota Tegal, Jawa Tengah memang sudah sering diekspor. Akan tetapi, melati-melati ini harus menempuh perjalanan jauh menuju ibukota untuk bisa diekspor melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Guna mempermudah eksportir, Karantina Semarang pun tak tinggal diam. Koordinasi yang dilakukan pada awal bulan ini (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1710290375738727&id=694239624010479 ) sekarang membuahkan hasil. Tak sampai satu bulan, Karantina Semarang berhasil memfasilitasi ekspor bunga melati ke Malaysia via Singapura dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

"Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dapat dimanfaatkan untuk tujuan ekspor langsung ke negara tujuan, jadi eksportir dapat menekan biaya", ujar Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian di acara peluncuran ekspor melati sekaligus Dengar Pendapat bersama anggota komisi IV DPR RI, Darori Wonodipuro di Bahari Inn Tegal (19/2).

Public Hearing sebagai program Agro Gemilang ini dirangkaikan dengan pelepasan 180 kg melati ke Singapura. Perlu diketahui, sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019 saja, Karantina Semarang melakukan sertifikasi melati terhadap sembilan eksportir ke empat negara tujuan: Malaysia, Singapura, Thailand dan Arab Saudi. Jika dijumlahkan, frekuensi pengiriman melati dilakukan sebanyak 1.201 kali dengan volume total satu juta kg. Nilai ekspornya pun lebih dari Rp 200 miliar.

Tren menunjukkan, saat ini bunga melati tengah menjadi primadona bagi keempat negara tersebut. Permintaan konsumen selalu meningkat tiap bulannya.

Yuk, siapa lagi yang mau mengekspor melati?

#LaporKarantina🐕🍅
#KarantinaSemarang

Please follow and like us: