Penilaian Rumah Walet oleh Karantina Palangkaraya

Rumah Walet, Apa Saja yang Dinilai?

Pangkalan Bun – Sarang burung walet merupakan komoditas ekspor yang selalu bisa diandalkan. Perlu SobatQ tahu, Indonesia adalah produsen sarang walet nomor satu dunia. Siapa konsumennya? Tentu saja Republik Rakyat Tiongkok.

Agar sarang walet kita bisa diekspor ke sana, bangunan Rumah Walet (RW) milik masyarakat harus dinilai dan didaftarkan secara resmi. Untuk itu, Karantina Pertanian Palangkaraya melakukan penilaian RW milik PT. Waleta Asia Jaya yang berlokasi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Penilaian yang dilakukan petugas fungsional kali ini dilakukan bersamaan dengan supervisi oleh Kepala Balai dan Kepala Seksi Karantina Hewan, Karantina Pertanian Palangkaraya.

Sebelum dilakukan penilaian, pemilik sudah lebih dulu mengajukan permohonan registrasi rumah walet melalui melalui Aplikasi Penetapan Instalasi Karantina Hewan (APIKH) secara online. Beberapa aspek yang dinilai seperti penghitungan kapasitas produksi serta verifikasi kelayakan fasilitas sanitasi dan sarana/prasarana yang dipersyaratkan seperti adanya bak celup kaki (foot dipping) yang diberi desinfektan, wastafel untuk cuci tangan, alat pelindung diri (APD), sampai pengaturan kelembapan RW.

Penilaian ini dilakukan untuk mendapatkan nomor registrasi RW sehingga pelaku usaha dapat melakukan ekspor ke Republik Rakyat Tiongkok. Kalimantan Tengah memiliki potensi produksi sarang walet yang cukup tinggi. Untuk itu, Karantina Palangkaraya senantiasa siap memfasilitasi ekspor sarang burung walet.

#LaporKarantina🐕🍎
#KarantinaPertanianPalangkaraya

Releated

Peringati Hari Rabies Sedunia, Karantina Palangkaraya Turut Semarakkan Baksos

Palangka Raya (30/09) Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada tanggal 28 September tiap tahunnya, Karantina Palangkaraya turut hadir menyemarakkan acara bakti sosial kota Palangka Raya. Bakti sosial berupa Kastrasi/Steril pada anjing dan kucing jantan ini digelar dengan tujuan pengendalian populasi Hewan Penular Rabies (HPR). Bakti sosial ini merupakan kerjasama Perhimpunan Dokter Hewan […]

Karantina Palangkaraya Lepas 6.271 Batang Bibit Kelapa Sawit asal Cameroon

Palangka Raya (28/09) — Karantina Palangkaraya melepas 6.271 batang bibit Kelapa Sawit impor asal Cameroon milik PT. Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP). Kegiatan ini dihadiri oleh Kasie Karantina Tumbuhan beserta Petugas POPT Karantina Palangkaraya dan pimpinan PT. GSIP berserta jajarannya. Dalam kegiatan ini Hendri Hermawan selaku Kasie Karantina Tumbuhan menyerahkan Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan (KT-9) […]