Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Bulan: Juni 2019

Karantina Palangkaraya Berbagi Kasih

Palangka Raya — Memperingati bulan bakti Karantina Pertanian tahun 2019, Karantina Palangkaraya menyerahkan paket sembako kepada Panti Asuhan Berkah Palangkaraya (26/6).

Bantuan sembako diserahkan langsung oleh Kepala Karantina Palangkaraya, Parlin Robert Sitanggang kepada pengurus Panti Asuhan dan disambut dengan antusias oleh anak asuh yang sore itu berkumpul di aula. Pimpinan Panti Asuhan Berkah, Bpk. Adnan pun menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Kita harus tetap menjaga silaturahmi dan kepedulian sosial terhadap sesama. Mengingat lokasi panti asuhan yang berdekatan dengan kantor Karantina ”ungkap Parlin.

#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPalangkaraya
#142TahunKarantinaPertanian

Tidak Hanya Cangkang Sawit dan Kayu Olahan, Bengkulu Kini Ekspor Sarang Walet

Bengkulu – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) kembali mengapresiasi eksportir di Bengkulu atas pencapaian total nilai ekspor sebesar Rp. 162,65 miliar atau naik 72,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. “Alhamdulillah, ini kita dorong terus, dari sistem pelayanannya maupun jaminan kesehatannya, sesuai persyaratan negara tujuan,” jelas Ali Jamil, Kepala Barantan pada acara Apresiasi Pelaku Usaha Agribisnis sekaligus melepas ekspor berbagai komoditas pertanian di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu senilai Rp. 9,4 miliar, Kamis (27/6).

Salah satu komoditas yang diekspor berupa sarang burung walet tujuan Taiwan senilai 4.138 USD. Sebelumnya ekspor sarang walet dari Bengkulu dilakukan melalui tempat lain seperti Jakarta atau Semarang. Hal tersebut selain dikarenakan belum adanya rumah walet dan tempat produksi yang tersertifikasi, juga belum adanya penerbangan internasional langsung dari Bengkulu. Jamil mendorong agar para petani walet dan pelaku industri walet meregistrasi rumah walet dan tempat produksinya ke Barantan agar hasil produksi yang dihasilnya lebih memiliki daya saing. Ia juga berkomitmen dan berkomunikasi dengan instansi dan pemerintah daerah agar akses logistik internasional dapat dipersingkat dan disederhanakan.

Saat ini sarang walet asal Bengkulu diekspor ke Taiwan melalui kantor pos atau jasa titipan. “Ini bisa jadi alternatif sementara, lewat jasa titipan atau bandara internasional terdekat, intinya kita dorong agar bisa langsung lewat Bengkulu, dan pastinya harus disertifikasi Karantina agar sesuai persyaratan negara tujuan,” ungkap Jamil.

Selain sarang walet, diekspor pula cangkang sawit tujuan Thailaand senilai Rp. 7,15 M dan karet lempengan tujuan Amerika Serikat senilai Rp. 2,17 M. Menurut Jamil, Barantan terus mendorong pertumbuhan ekspor komoditas pertanian daerah setidaknya dengan dua program. Yaitu program inline inspection karantina dan program agro gemilang.

Program inline inspection nerupakan percepatan layanan karantina berupa fasilitas jemput bola, yaitu pemeriksaan karantina yang dilakukan di tempat pemilik, sehingga tidak memerlukan waku tambahan untuk pemeriksaan karantina di pelabuhan. Sedangkan program agro gemilang merupakan bimbingan teknis pada para millenial calon eksportir agar komoditas yang diekspor dapat memenuhi standar sanitary and phytosanitary (SPS) negara tujuan.

M Ischaq, Kepala Karantina Pertanian Bengkulu menambahkan, bahwa sesuai data dari sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST diwilayah kerjanya tercatat tahun 2018 ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Bengkulu sebanyak Rp. 162,65 miliar, sedangkan hingga Juni 2019, nilai ekspor komoditas pertanian mencapai Rp. 117,45 miliar. Adapun komoditas unggulan diantaranya karet lempengan, kayu karet dan sengon, cangkang sawit, kulit kayu manis dan kopi. Sementara negara mitra dagang yang menjadi tujuan ekspor diantaranya Amerika Serikat, Tiongkok, India, Kanada, Afrika, Thailand, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Swiss dan Jepang.

Menurutnya, sarang walet menjadi potensial karena harganya mencapai Rp. 25 juta per kg, sedangkan tujuan Tiongkok harganya hingga Rp. 40 juta per kg. Dari data yang ada pada 2018 ekspor sarang walet Indonesia ke Tiongkok secara keseluruhan nilainya mencapai Rp. 40,6 T.

Dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS, 24/6/2019) menyebutkan pertumbuhan ekspor komoditas pertanian yang positif dengan pertumbuhan 25,19% dibandingkan tahun lalu ( year on year) atau senilai 0,32 miliar dolar AS. BPS mencatat, kenaikan nilai ekspor pertanian ini menjadi salah satu variabel penting yang menyebabkan kenaikan ekspor nasional Mei 2019 yaitu sebesar 14,74 miliar dolar AS, naik 12,42 persen secara bulanan ( month on month). Hal tersebutlah yang mengakibatkan neraca perdagangan nasional surplus sebesar 207,6 juta dolar AS.

Yuliswani Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Bengkulu yang juga hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi inisiasi dan program Kementan yang mendorong produk lokal nusantara agar dapat tembus ke pasar manca negara. Ia berkomitmen akan terus mendukung dengan melakukan kerjasama lewat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada dilingkungannya.

Jamil menjelaskan bahwa melalui dua program diatas, diharapkan peningkatan ekspor komoditas pertanian dapat makin bertumbuh. Menurutnya setidaknya ada 5 strategi yang bisa dilakukan melalui program persebut. Pertama adalah dengan menambah jumlah eksportir baru terutama kalangan millenial. Yang kedua adalah dengan melakukan diversifikasi produk ekspor, Jamil menyarankan agar produk yang diekspor minimal produk setengah jadi. Strategi yang ketiga adalah dengan meningkatkan frekuensi jumlah ekspor. Yang keempat adalah dengan membuka akses pasar baru komoditas pertanian di manca negara, dan yang kelima adalah melakukan terobosan dan inovasi layanan perkarantinaan guna mempercepat proses bisnis eksportasi komoditas pertanian.

Dalam kesempatan yang sama, Jamil juga menyerahkan secara simbolis akses aplikasi I-MACE ( Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports) pada Asisten II. “Lewat aplikasi ini, dapat terlihat perkembangan dan potensi ekspor komoditas pertanian yang ada di daerah secara real time, semoga dapat dijadikan masukan dalam membuat kebijakan pembangunan pertanian didaerah,” pungkas Jamil.

Narasumber ;
1. Yuliswani,SE.MM – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov.Bengkulu

2. Ir. Ali Jamil, MP, Ph.D – Kepala Badan Karantina Pertanian

3. Mochamad Ischaq, SP., M.Si. – Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu

Karantina Palangkaraya Tandatangani MoU dengan Universitas Brawijaya

Palangka Raya (21/06) Dosen Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Dr. Bagyo Yanuwiadi dan Dr. Zulfaidah mengunjungi Kantor Karantina Palangkaraya dan disambut hangat oleh Kepala Karantina Palangkaraya, Ir. Parlin Robert Sitanggang.

Pada kunjungan tersebut, disepakati perjanjian kerjasama untuk program enrichment mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Brawijaya dengan Karantina Palangkaraya. “Kerjasama ini bertujuan untuk mendorong milenial untuk lebih mengenal tugas pokok dan fungsi Karantina serta peran karantina dalam mendorong Akselerasi Ekspor produk pertanian”, ungkap Parlin.

“Kami juga sangat senang kerjasama ini dapat tercapai, sehingga mahasiswa memiliki pengetahuan lebih” ungkap Bagyo.

#LaporKarantina🐕🍎
#KarantinaPalangkaraya
#142TahunKarantinaPertanian

KEMENTAN Dorong Tepung Kelapa Asal Wilayah Kepulauan Sultra Ekspor Langsung

Baubau – Tepung kelapa atau Descoated Coconut, adalah produk asal tumbuhan kelapa kini mulai menjadi target pengembangan pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya di wilayah Kepulauan pasalnya jumlah produk ini semenjak dikembangkan di tahun 2018 terus berkembang dan mulai diminati pasar global. “Sudah diekspor ke Dubai melalui Surabaya, namun sangat disayangkan potensi ekspor sangat tinggi belum dapat langsung diekspor dari Sultra, ini yang harus kita carikan solusinya,” kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian saat memberi sambutan pada acara Executive Meeting Koordinasi Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian Wilayah Kepulauan Sulawesi Tenggara di Baubau, Kamis (20/6).

Jamil memaparkan bahwa sesuai dengan kebijakan operasional pembangunan pertanian adalah melalui pendekatan kawasan, seperti yang dituangkan dalam Permentan 50/2012.  Kebijakan yang merupakan upaya reorientasi manajemen pembangunan dari kawasan sentra produksi yang segregatif menjadi kerjasama jaringan kelembagaan antar wilayah dengan komoditas pertanian unggulan menjadi perekatnya, jelas Jamil.

“Dengan pendekatan kawasan, diharapkan daya saing wilayah dan pengembangan komoditas pertanian unggulan dapat dirancang dengan lebih optimal. Seperti tepung kelapa ini,” ujar Jamil.

Pada kesempatan yang sama Barantan juga melakukan  pelepasan ekspor 2 komoditas produk pertanian dengan penyerahan Phytosanitary Certificate, PC sebagai persyaratan negara ekspor, masing-masing Kakao Butter sebanyak  60 ton setara dengan Rp 4,3 milyar ke Belanda, dan melepas pengiriman Tepung Kelapa sebanyak 78 ton setara dengan Rp. 1,5 Milyar tujuan Dubai yang masih melalui pelabuhan ekspor di Surabaya.

Kepala Karantina Pertanian Kendari, LM Mastari juga menyampaikan data eksportasi komoditas pertanian dari sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST bahwa saat ini komoditas yang dapat diekspor langsung adalah Kakao dalam bentuk setengah jadi, yakni tepung, Cacao Butter Produk milik PT Kalla ini telah diekspor sebanyak 360 ton ke Belanda di tahun 2018, dan tren meningkat sampai dengan Juni 2019 telah mencapai 240 ton dengan tujuan ekspor Belanda dan Jerman.  Sementara komoditas unggulan lain yang diekspor tidak langsung namun melalui Makassar dan Surabaya selama tahun 2018 adalah Kopra  total 45.049, 8 ton/thn, Kakao total 4.567,2 ton/thn, Kacang Mete Mede  sebanyak 7.851 ton/thn, Jagung sebanyak 3.957,6 ton/thn dan Cengkeh: 3.043,9 ton/thn.

Sementara itu Karantina Pertanian Kendari mencatat asal komoditas unggulan wilayah Kepulauan Sulawesi Tenggara berasal dari 9 Kabupaten masing-masing Baubau, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Muna, Muna Barat, Wakatobi, Buton Utara dan Konawe Kepulauan. Dengan potensi produk dan wilayah yang besar, diharapkan kedepan Pelabuhan Murhum di Baubau dapat menjadi pelabuhan ekspor, harap Mastari.

Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, La Ode Mustari menyampaikan apresiasi atas inisiasi pertemuan akselerasi ekspor yang digagas oleh Kementan dalam hal ini Karantina Pertanian Kendari. Upaya ini diharapkan dapat menguatkan kawasan kepulauan serta meningkatkan produksi dan akselerasi ekspor.

Mustari juga mengajak para pelaku agribisnis dikawasan Kepulauan Sultra untuk terus lakukan inovasi dan investasi. Sumber daya alam kami sangat banyak, mari kita kelola bersama agar dapat memenuhi pasokan nasional dan juga memiliki daya saing di pasar ekspor, yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat, harap Mustari.

Turut hadir pada acara ini adalah seluruh Sekretaris Daerah dari 9 kabupaten se-Sulawesi Tenggara, Kepala Kanwil Bea Cukai Makassar, Sekretaris Ditjenbun dan instansi terkait lainnya.

Diakhir acara, dilakukan penandatangan komitmen jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mendorong ekspor komoditas pertanian Sultra. “Ini pesan kami kepada pelaku usaha, pahami aturan kepabeanan dan karantina sebagai trade tools di perdagangan global. Tanyakan pada Bea Cukai dan Karantina Pertanian di seluruh Indonesia, kami menggelarnya program Agro Gemilang, kami siap membantu tumbuhnya eksportir muda untuk menuju Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia, ” tutup Jamil.

Narasumber :

  1. Drs La Ode Mustari, M. Si – Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara
  2. Ali Jamil, Ph.D – Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian
  3. drh. LM Mastari MM – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari

Perkuat Silaturahmi dengan Sekda Provinsi Kalteng

Perkuat Silaturahmi dengan Sekda Provinsi Kalteng

Palangka Raya (20/06) Kepala Karantina Pertanian Palangkaraya bersilaturahmi halal bihalal ke Sekertaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Bpk. Fahrizal Fitri, S.Hut, MP.

Dalam kesempatan itu dibahas mengenai peran karantina dalam penguatan pengawasan media pembawa yang dilalulintaskan baik ekspor, impor dan antar area dalam menghadapi Era Industri 4.0. Adapun penguatan dilakukan dengan mengembangkan teknologi informasi perkarantinaan, Quarantine Big Data, Smart Data Analysis dan Quarantine Artificial Intelligent serta menuju pemeriksaan media pembawa dengan menggunakan biosensor sehingga jaminan keamanan pangan yang dilalulintaskan bebas dari OPTK dan HPHK.

Bapak Sekda sangat mendukung keberadaan karantina sebagai instansi vertikal yang selama ini telah bersinergi baik di Provinsi, Kabupaten dan Kota. Diakhir pembicaraan Kepala Karantina mengundang Bpk. Sekda untuk hadir dalam acara Bulan Bakti Karantina yang akan dilaksanakan tanggal 26 Juni di Kantor Balai Karantina Palangkaraya.

#LaporKarantina
#KarantinaPalangkaraya
#142TahunKarantinaPertanian

Selalu Siap Menjaga Negeri

Pangkalan Bun (18/06) Matahari baru sepenggalang naik, petugas karantina telah bersiap di Pelabuhan Kumai untuk melakukan pengawasan kedatangan kapal KLM Rama Jaya yang berangkat dari Pelabuhan Laut Telaga Biru Bangkalan, Madura.

Kapal tersebut mengangkut 305 ekor sapi madura dan 100 ekor kambing potong. Petugas Karantina Palangkaraya Wilker Pangkalan Bun dengan sigap melakukan pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik. Selain itu juga dilakukana pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jangan lupa #LaporKarantina bila membawa komoditas hewan dan tumbuhan ya..

#KarantinaPalangkaraya
#142TahunKarantinaPalangkaraya

Jadi Siklus Rutin, ini Antisipasi TIM UPSUS JABAR Kabupaten Bekasi Atasi Kekeringan

Bekasi — Hamparan sawah yang mengering di Kabupaten Bekasi mulai nampak. Tim Upaya Khusus Swasembada Pangan Propinsi Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bekasi lakukan beberapa langkah antisipasi. Tim yang terdiri dari unsur Kementerian Pertanian, dinas pertanian dan dinas terkait, Babinsa TNI AD dan petani.

Bekasi — Kekeringan lahan akibat kemarau mulai nampak di beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi. Agar tidak tidak sampai menyebabkan gagal panen, Ketua Tim Penanggungjawab Upaya Khusus Swasembada Padi Jagung dan Kedelai Provinsi Jawa Barat, Upsus Jabar, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil melakukan beberapa langkah antisipasi.

“Ini siklus tahunan dan akan kita tanggulangi bersama. Jangan sampai petani terkendala dalam berproduksi, karena selain  berpengaruh buat pendapatan petani, juga akan berpengaruh terhadap pasokan beras nasional,” katanya saat meninjau lahan percepatan  tanam di wilayah Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, Minggu (16/6).

Kekeringan diakibatkan hujan tak kunjung turun, sedangkan pasokan air dari irigasi pun berkurang, terang Jamil. Ia dan seluruh jajaran tim Upsus provinsi Jabar tengah lakukan peninjaun di sawah hamparan seluas 100 ha yang telah siap tanam dan sedang di olah milik H.Noyan, kampung Pule Warung Seri Karang Setia Rt 02/02 Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi.

Jamil menjelaskan bahwa saat ini luas baku sawah di Kab.Bekasi adalah 48.382 Ha, standing crop 3 bulan terakhir sekitar 28.231 ha sehingga potensi lahan tersedia untuk bulan Juni adalah sekitar 20.151 ha. Dengan demikian, untuk target dan sasaran tanam bulan Juni diharapkan minimal 15.000-an an Ha dengan sisa lahan yg tidak tersedia airnya. Untuk itu, Jamil mendorong petani yang dibantu oleh Babinsa dan dinas terkait melakukan percepatan tanam di musim gadu. Kurangnya suplai air pada musim gadu yang menjadi kendala agar dikoordinasi dengan pihak PJT dan juga berdayakan pompa Alsintan.

Jamil juga menginstruksikan jajaran tim Upsus Jabar yang dilokasi pengawasannya kekurangan alsintan berupa Mesin Perontok agar dapat segera mengajukan permohonan melalui Distankab. Sementara untuk melakukan normalisasi saluran irigasi akibat pendangkalan, khususnya di Desa Karang Setia agar dapat segera melaksanakanny dengan menggunakan beko Brigade alsintan, adapun operasionalnya gunakan dana ADD Karang Setia. “Jangan ditunda, lalukan segera agar petani dapat terus berproduksi tegasnya.

Sementara untuk laporan harga gabah maupun beras dengan harga yang rendah saat musim panen menjadi beban petani, Jamil akan segera lakukan koordinasikan dengan Bulog, “Serapan Bulog akan menanggulangi permasalahan ini karena hal ini telah diatur pemerintah. Jadi kita hadapi bersama siklus tahunan ini, dan selamat bertanam,” pungkasnya.

Turut hadir pada gertam kali ini adalah Dandim,  Letkol Art Jimmy Hutapea, Kadistankab yang diwakili Kabid Tan Pangan, Nayu SP, Danramil Sukatani, Danramil Cikarang, Pasiter, para Babinsa, Koordinator Penyuluh dan 5 Penyuluh Lapangan, Kades Karang Setia Bpk Armat SE dan Gapoktan H.Noyan serta 5 Poktan lainnya.

Narasumber :

1. Ali Jamil, Ph.D, Kepala Badan Karantina Pertanian selaku Ketua Tim Penanggung Jawab Tim Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai Provinsi Jawa Barat

PACU EKSPOR ASAL JATIM, KEMENTAN BUKA AKSES PASAR DAN TUMBUHKAN EKSPORTIR BARU

Surabaya — Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Surabaya melepas 7 kontainer kopi setara dengan 134 ton ke  Poti, Georgia. Produk perkebunan unggulan asal Jawa Timur ini setara dengan nilai ekonomi Rp. 134 miliar. “Kami mendorong akses pasar ekspor baru. Ini bagian dari upaya strategis Barantan dalam meningkatkan dan percepatan ekspor komoditas  pertanian,” kata Ali Jamil saat melepas ekspor kopi berjenis robusta asal Jatim di kantor Karantina Pertanian Surabaya, Rabu (12/6).

Jamil juga memaparkan 4 upaya  strategis lainnya yang dilakukan guna mendorong ekspor yakni pertama dengan  meningkatkan jumlah Eksportir terutama di kalangan Generasi Millenial Bangsa; kedua dengan meningkatkan diiversifikasi atau keberagaman komoditas/produk dengan minimal produk setengah jadi, contohnya seperti Kalajengking kering, komoditas unik  asal Jawa Timur yang  sudah tembus pasar ekspor di Korea Selatan. Sepanjang 2019 sudah terkirim 150 kg dengan nilai ekonomi Rp. 3,75 miliar, atau pucuk kapri ke Taiwan dan masih banyak emerging product atau komoditas baru dengan peluang ekspor yang besar, ujarnya.

Selanjutnya, langkah strategis ketiga yakni dengan peningkatan frekwensi pengiriman komoditas pertanian; dan keempat dengan meningkatkan volume komoditas.  Jamil menambakan dalam membuka akses pasar baru, pihak karantina pertanian melakukan harmonisasi aturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor baru. “Ini sejalan dengan  instruksi Menteri Pertanian, untuk cari terobosan ekspor dan akses pasar komoditas pertanian,” tambahnya.

Selain adanya penambahan pasar ekspor bar seperti negara Mauritius dan Armenia masing-masing untuk komoditas handicraft dan kopi, Karantina Pertanian Surabaya juga mencatat adanya kenaikan pelaku usaha dibidang agribisnis, khususnya eksportir.

“Jumlah eksportir sebanyak 338 baik perusahaan maupun perorangan, pelaku eksportir di Jawa Timur berjumlah 1.234 perusahaan, meningkat sekitar 5% dari tahun sebelumnya,” terangnya.

Masing-masing eksportir untuk komoditas asal tumbuhan berjumlah 896 yang 26 perusahaan di antaranya sudah menerapkan sistem inline inspection. Sedangkan eksportir untuk komoditas hewan dan produk hewan sejumlah 438 baik perusahaan maupun perseorangan.

Jamil menjelaskan sesuai dengan perkembangan jaman, pihaknya juga melakukan bimbingan teknis memasuki pasar ekspor bagi generasi muda dengan program Agro Gemilang, layanan inovasi dan digitalisasi layanan agar dapat mendorong bisnis eksportasi produk pertanian.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak Fauzi menjelaskan berdasarkan data dari sistem otomasi perkarantinaan diwilayah kerjanya rata-rata sertifikasi ekspor untuk komoditas tumbuhan sebanyak 120 kali per hari dan untuk komoditas hewan sebanyak 24 kali per hari.  Lalulintas komoditas pertanian ekspor melalui wilayah kerjanya di tempat pengeluaran di Bandar Udara Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak, jelasnya.

Potensi komoditas pertanian unggulan asal Jawa Timur yang sangat besar ini telah mampu menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) cukup signifikan. Dalam kurun waktu periode Januari – Mei 2019 tercatat nilai ekspor asal produk hewan Rp. 4,8 triliun yang berasal dari 19.064 ekor dan 3.803,5 ton. Sememtara  nilai ekspor untuk produk asal tumbuhan sebesar Rp. 14 triliun.

Musyaffak juga melaporkan nilai ekspor pada 10 – 11 Juni 2019 mencapai Rp. 111,92 miliar, dimana ekspor 10 Juni 2019 sebesar Rp. 41, 37 miliar yang berasal dari komoditas hewan menyumbang Rp. 5.17 miliar dan tumbuhan Rp. 36.2 miliar dan 11 Juni mencapai Rp. 70,55 miliar yang berasal dari komoditas hewan Rp. 7,25 miliar dan tumbuhan Rp. 63,33 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Karantina Pertanian melakukan tindakan karantina berupa pemusnahan komoditas pertanian ilegal senilai Rp. 286 juta. Komoditas pertanian atau media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari beberapa wilayah kerja lingkup Karantina Pertanian Surabaya.

Tercatat dari 3 wilayah kerja masing-masing melalui Jasa Pengiriman di Kantor Pos Kediri berupa : benih (tanaman hias, buah dan sayuran), bunga potong, kurma, jamur. Wijen dan sebagainya sejumlah lebih dari 105 kilogram dari 66 kali pengiriman/pemasukan ilegal yang berasal dari 12 Negara ( Malaysia, Hongkong, Qatar, Taiwan, Korea, Singapura, Oman, Arab Saudi, Bahrain, Thailand, Perancis, dan Algeria) senilai 27 juta rupiah ;  Wilker Pelabuhan Tanjung Perak berupa : 640 ekor burung dan 1 ekor ular melalui 8 kali pemasukan senilai lebih dari 153 juta dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Berbagai jenis burung tersebut terdiri dari (Beo, Punglor, Manyar, Cucak Ijo, Tledekan, Murai Batu dan sebagainya dalam kondisi mati.  

Dan terakhir melalui  Wilker Bandara Internasional Juanda selama 5 bulan (Januari – Mei 2019) berupa; burung 141 ekor, ular 13 ekor dan geko 1 ekor melalui 4 kali pengiriman/pemasukan senilai lebih dari 106 juta rupiah. Komoditas tersebut berasal dari Malaysia, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat.

Pemusnahan ini terpaksa dilakukan karena telah melanggar sebagaimana yang diatur pada Pasal 5 dan 6 UU16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. selain untuk memberikan efek jera kepada pelaku, juga untuk menegakan hukum dan kewibawaan pemerintah,” tandas Jamil.

Narasumber:

  1. Ali Jamil, Ph.D. – Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian
  2. 2. Dr. Ir. M. Musyaffak Fauzi, SH. MSi – Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya

Burung Mahal yang Malang Akhirnya Dilepasliarkan

Pangkalan Bun – Masih ada saja ulah oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyelundupkan burung-burung secara tidak resmi. Bahkan mereka cenderung sadis karena caranya terbilang membahayakan. Seperti hari ini, Selasa (11/6) Petugas Karantina Palangkaraya menyerahkan burung hasil tahanan kepada BKSDA Pangkalan Bun.

Burung tersebut merupakan hasil penahanan petugas karantina pada tanggal 6 Juni 2019 yang lalu. Burung-burung tersebut kemudian dilepasliarkan ke alam bebas. Tujuh ekor murai batu dan 8 ekor cucak hijau yang malang ini rencananya akan dikirim ke Semarang melalui Pelabuhan Kumai.

“Oknumnya terbilang sadis. Burung-burung mahal yang tak berdosa itu dimasukkan ke dalam kotak bekas minuman lalu dibungkus dengan karung plastik untuk mengelabui petugas,” jelas Tepuk, petugas yang saat itu berjaga di Pelabuhan Kumai.

Petugas Karantina Pertanian Palangkaraya kemudian berkoordinasi dengan pihak BKSDA setempat selaku pihak yang paling berwenang hingga akhirnya dilakukan pelepasliaran ke alam bebas agar burung-burung tersebut dapat hidup bebas seperti sedia kala.

#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPertanianPalangkaraya

Siaga Arus Mudik, 37 ekor Burung Selundupan Ditahan

Pangkalan Bun – Masih dalam suasana mudik lebaran Idulfitri petugas tetap siaga dan waspada. Personil gabungan Posko Mudik Lebaran Wilayah Kumai berjaga di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah.

Suasana ramai. Portir lalu lalang mengangkut barang bawaan milik penumpang ke KM. Kelimutu tujuan Semarang. Tiga orang petugas Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Pangkalan Bun memantau gerak-gerik portir-portir tersebut.

Saya, Samsuri dan Dede Hajar langsung berbagi tugas. Dede berjaga di pintu keberangkatan, Samsuri memantau di jalur tengah antara terminal keberangkatan dan kapal. Tampak penumpang yang akan naik kapal saling berdesakaan. Saya berjaga di tempat yang paling krusial yaitu di bawah tangga jalur naik penumpang satu-satunya.

Tak lama kemudian datang seorang porter dengan membawa tas plastik. Terlihat seperti keberatan saat menjinjing tas plastik itu. “Hmm… Gerak-geriknya mencurigakan..,” gumam saya.

Terus menatap, tak ingin melepaskan pandangan dari porter itu. Ternyata benar dugaan saya, porter tersebut hanya berakting. Pada kenyataannya dia membawa barang ringan. Ketika naik tangga, portir itu tidak lagi berakting karena tangga kapal cukup tinggi, sehingga dia menjinjing tas plastik itu dengan santai.

Dengan sigap saya mengikuti portir tersebut ke kapal dan menghalaunya. Saya meminta tas plastik yang dibawa dan membawanya turun dari kapal. Bersama dengan kepala KSOP, kepala KP3 Kumai dan personil gabungan Posko Mudik Lebaran mengecek kebenaran isi tas plastik yang dari awal dicurigai berisi burung.

Atas arahan kepala KP3 tas berisi burung tersebut dibawa ke kantor untuk memastikan pemilik burung. Ternyata sudah tidak asing lagi. Pemilik adalah bapak yang sedang terlibat kasus sama dan saat ini kasusnya masih tahap penyidikan oleh Karantina Pertanian Palangkaraya Wilker Pangkalan Bun.

Setelah itu, burung-burung tersebut dibawa ke kantor karantina Wilker Pangkalan Bun untuk dihitung jumlahnya. Ada 9 ekor Celedekan, 11 ekor Murai Batu, 17 ekor Cucak Hijau, total 37 ekor burung. Selanjutnya akan diproses sesuai peraturan perkarantinaan dan berkoordinasi dgn kasat serse KP3 sebagai korwas PPNS. (Tepuk- PBun)

Ingat selalu #laporkarantina ya SobatQ.. Agar mudik asik aman dan nyaman.

#KarantinaPertanianPalangkaraya