Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Bulan: Agustus 2019

Giliran Pisang Pontianak Masuk Pasar Ekspor

Pontianak — Kementan melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) mengapreasi pengembangan kawasan pisang di Kalimantan Barat.

Pasalnya, upaya pemerintah daerah bersama direktorat tenis di Kementerian Pertanian dalam pengembangan dan penataan sentra pisang menjadi kawasan dalam skala komersial dan terintegrasi dengan pasar di beberapa kabupaten mulai menampakan hadir.

“Alhamdulilah, hari ini bersama-sama kita menjadi saksi untuk ekspor perdana buah pisang Pontianak. Kedepan, perlu terus dijaga masa tanam dan panennya agar tetap terjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya. Ini kunci masuki pasar ekspor,” kata Ali Jamil, Kepala Barantan saat melepas ekspor perdana 10 ton buah pisang ke Malaysia di Depo Icon, Pontianak (30/8).

Jamil menyampaikan potensi produksi buah pisang di Kalimantan Barat cukup tinggi. Tahun lalu Kalbar berkontribusi memproduksi buah pisang sebesar 0.64% dari prosentase produksi nasional atau sebesar 44.462 ton.

Selama tahun 2018 tersebut Kalbar telah mengirimkan buah pisang sebanyak 1.594 ton ke daerah lain di Indonesia, namun buah pisang tersebut belum mampu untuk di ekspor ke luar negeri, tambah Jami.

Atas instruksi Menteri Pertanian untuk mendorong ekspor pertanian, pihaknya telah menggagas 5 terobosan kebijakan strategis.

Mendorong peningkatan volume, frekwensi, tumbuhnya produk pertanian dan negara ekspor baru dan juga pelaku usaha baru terlebih dari generasi baru.

Salah satunya adalah program Agro Gemilang yang digagas awal tahun ini.

Kepala Karantina Pertanian Pontianak, Dwi Susilo menjelaskan melalui program agro gemilang pihaknya bersama dengan instansi terkait khususnya Dinas pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dan juga eksportir berhasil melakukan peningkatan kualitas buah pisang sehingga dapat di ekspor secara langsung.

Selaku otoritas karantina, pihaknya menjadi penjamin kesehatan dan keamanan buah pisang yang diekspor yang ditandai dengan terbitnya Sertifikat Kesehatan Tumbuhan atau Phytosanitary Certificate, PC sesuai dengan persyaratan negara tujuan.

Permintaan Buah di Pasar Ekspor Terbuka Lebar

Enggi Nazilla pimpinan CV Royal Mehar selaku eksportir menyebutkan pihaknya saat ini mendapatkan permintaan buah pisang dari Malaysia sebanyak 300 ton setiap minggunya. Namun ia  baru mampu memenuhi 50 ton pada tahap pertama.

Pasarnya sangat terbuka luas apalagi dengan  kemudahan layanan dari Karantina Pertanian Pontianak tidak ada lagi kendala teknis. Buah pisang yang diekspor terjaga kesehatan dan keamanannya sehingga memiliki daya saing. Kedepan kami berharap dapat menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan pasar.

Potensi Ekspor Pertanian dari Provinsi Kalimantan Barat

Selain ekspor perdana buah pisang, dalam kesempatan ini  juga dilepas komoditas Palm Fatty Acid Oil yang merupakan produk samping atau by product dari kelapa sawit.

“Palm Fatty Acid Oil ini sebenarnya bukan merupakan media pembawa, namun negara tujuan Cina mempersyaratkan komoditas dilengkapi dengan PC, agar komoditas dapat diterima di sana,” ungkap Jamil.

Produk sebanyak 301 ton dan nilainya sebesar Rp. 1,3 miliar ini digunakan sebagai bahan bakar bio diesel dinegara tujuan.

“Ini juga langkah maju yang kita harus apresiasi. Tidak lagi dalam kondisi segar, tapi sudah olahan akhir. Pasti akan berdampak pada nilai tambah yang didapat oleh masyarakat,” jelas Jamil.

Selain 2 komoditas yang dilepas perdana, komoditas pertanian asal Provinsi Kalbar yang juga diekspor adalah lainnya lada, palm kernell expeller, santan kelapa dan coco peat fiber dengan nilai Rp. 9,7 miliar.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, A.I Letsandri yang hadir dan turut melepas ekspor mengapresiasi pelaku usaha agribisnis di wilayahnya yang telah mampu mengantarkan produk pertanian unggulan Kalbar ke pasar ekspor.

Ia juga menginstruksikan jajaran instansi terkait untuk terus meningkatkan kerjasama dengan Karantina Pertanian Pontianak sebagai unit vertikal Kementerian Pertanian untuk mendorong ekspor. Selain dapat menambah Pendapatan Anggaran Daerah (PAD), ekspor pertanian sekaligus dapat memperluas lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat, kata Sekda.

Kalbar dengan banyak potensi sumber daya alam dan SDM yang unggul dapat menjadi andalan sebagai lumbung pangan tidak hanya untuk dalam negeri tapi juga untuk dunia.

 “Menjadi lumbung pangan dunia adalah cita-cita kita semua. Dan selaku fasilitator perdagangan pertanian Barantan berkomitmen untuk mengawal dengan kecepatan, ketepatan dan keakutan layanan karantina,” pungkas Jamil.

Narasumber :

  1. A.L Letsandri, SH – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat
  2. Ali Jamil, Ph.D – Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian
  3. Dwi Susilo, SP, MSi – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak

Ekspor Furniture Kayu Karet Sumut Makin Laris, Kementan Beri Layanan Cepat

Binjai – Karantina Pertanian Belawan lakukan sertifikasi ekspor terhadap 38,06 m3 produk furniture di rumah industri yang terletak di Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara, Jumat (29/8).

Furniture yang terbuat dari produk samping atau by product kayu karet ini dipesan oleh negara Taiwan.

Furniture khas Sumut dengan bahan baku kayu karet yang sudah tidak digunakan. Kayu sisa ini merupakan hasil peremajaan kebun karet. Pohon yang tidak produktif ditebang dan kayu digunakan sebagai furniture.

Gambar : Produk bahan furnitur hasil olahan hasil samping kayu karet dari Kota Binjai.

Hasilnya pun menggembirakan, tidak hanya diminati pasar nusantara, namun olahan kayu sisa ini juga makin diminati pasar luar negeri.

Dalam pengirimannya, produk ini menggunakan kemasan kayu yang harus dijamin bebas dari hama.

“Kita apresiasi industri olahan yang mampu menembus pasar global. Kami dari Karantina Pertanian siap mengawal dengan menjadi penjamin produk furniture dan kemasan kayunya sesuai persyaratan negara tujuan, ” kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian melalui keterangan tertulis (31/8).

Menurutnya, sesuai dengan aturan perdagangan antar negara tentang ekspor komoditas yang menggunakan kemasan kayu seperti palet kayu, peti dan kotak harus dipastikan bebas serangga, tidak rusak dan bebas jamur.

Aturan yang termaktub dalam aturan International Standards for Phyosanitary Measures (ISPM #15). “Kami lakukan pengawasan perlakuan terhadap pemenuhan persyaratan ini baik dengan heat treatment atau fumigasi, ” jelas Jamil.

Hasrul, Kepala Karantina Pertanian Belawan menambahkan, bahwa selama tahun 2019 Karantina Pertanian Belawan telah menerbitkan Sertifikat Kesehatan Media Pembawa atau Phytosanitary Certificate (PC) sebanyak 61 sertifikat ekspor produk samping kayu karet yang sudah disulap menjadi produk furnitur, atau sebanyak 6.234,94 m3 setara Rp. 26 milyar. Adapun tujuan negara peminat furniture ini adalah Cina, Prancis, Jerman, India, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

Sebagai informasi, selaku otoritas Karantina Pertanian penjaminan kesehatan dan keamanan tidak hanya dilakukan terhadap komoditas di sub sektor pertanian seperti perkebunan, peternakan, tanaman pangan dan hortikultura.

Namun juga pada sub sektor perikanan seperti rumput laut dan olahannya dan juga sub sektor kehutanan seperti madu, kayu dan olahannya.

“Sepanjang negara tujuan mempersyaratkan, kami siap menjadi fasilitator pemenuhan persyaratan teknisnya,” tutup Jamil.

Kementan Lepas Ekspor Ribuan Ton Produk Turunan Sawit Sumbar

Padang – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanina (Barantan) melepas 22,8 ribu ton produk turunan sawit asal Sumatera Barat.

Produk turunan sawit  masing-masing minyak sawit berupa  RBD sebanyak 4 ribu ton, CPO sebanyak 7,8 ribu ton dengan tujuan Cina. Juga produk samping atau by product berupa cangkang  sebanyak 11 ribu ton ke Jepang.

“Untuk urusan ekspor, sesuai instruksi Menteri Pertanian harus diberikan ‘karpet merah’. Kami pastikan layanan cepat, tepat dan sesuai persyaratan teknis negara tujuan,” kata Ali Jamil, Kepala Barantan saat meninjau industri cangkang sawit di Padang, Sabtu (25/8)

Jamil menjelaskan selaku fasilitator perdagangan produk pertanian, pihaknya menjadi penjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian yang  dilalulintaskan ke negara mitra dagang.

Perlakuan pemeriksaan karantina dilakukan sesuai dengan standar internasional dan persyaratan tiap negara tujuan. “Penguatan sistem perkarantinaan tidak hanya untuk menjaga kelestarian SDA hayati  tapi sekaligus juga untuk mendorong kinerja ekspor pertanian,” tambahnya.

Percepatan Layanan dengan Digitalisasi

Penerapan sertifikasi online atau e-Cert telah dilakukan Barantan untuk menjamin keberterimaan produk pertanian di negara tujuan ekspor.

Pertukaran data ini memungkinan pemeriksaan pemenuhan persyaratan teknis dilakukan sebelum produk sampai. Sehingga jika ada ketidak kesesuaian dapat segera diantisipasi perlakuan karantinanya.

Layanan digital yang memberikan solusi berkelanjutan. “Saat ini baru ada 4 negara, Australia, Selandia Baru, Belanda dan Vietnam. Kedepan akan terus kami jajagi kerjasama ini. Pak Mentan menginstruksikan kalau bisa kedepan semua negara,” pungkas Jamil.

Tren Meningkat, Kinerja Ekspor Komoditas Pertanian Sumbar

Eka Darnida Yanto, Kepala Karantina Pertanian Padang menyebutkan selain produk turunan sawit pada hari yang sama juga diekspor produk pertanian lain asal Sumbar.

Total ekonominya mencapai Rp 212,8 milyar. Terdiri dari lempeng karet sebanyak 604,8 ton, biji kopi sebanyak 18 ton, kayu manis sebanyak 95 ton dan produk turunan kelapa yang terdiri dari santan 83,8 ton, kelapa parut 25 ton dan air kelapa sebanyak 71,2 ton. Adapun negara tujuan ekspor antara lain Belanda, Spanyol, Norwegia, Cina, Bangladesh dan Jerman.

Cangkang Sawit, Sumber Energi Hijau

Eka menjabarkan eksportasi cangkang sawit dari data sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST diwilayah kerjanya tercatat adanya peningkatan sebesar 28%.

Total ekspor di tahun 2018 sebanyak 404,8 ribu ton sementara hingga minggu ke-2 Agustus 2019 ekspor cangkang sawit telah telah mencapai  344,4 ribu ton, jelas Eka.

Secara khusus Wakil Gubernur Provinsi Sumbar, Nasrul Abit Dt Malintang Panai dalam sambutannya mengapresiasi tumbuhnya industri turunan asal sawit berupa cangkang. 

Nasrul yang hadir dan turut melepas ekspor ini dalam sambutannya berharap Kementan dapat memberikan tambahan bantuan mulai dari benih unggul, budidaya hingga peningkatan kemampuan SDM disamping penjaminan produk di pasar ekspor.

Dengan keunggulan sebagai biomassa dan harga yang lebih murah dibanding sumber energi asal fosil, Wagub yakin bahwa cangkang sawit sebagai  energi hijau  bakal menjadi kebutuhan dunia, tutup Nasrul

Biro Humas dan Informasi Publik, Sekretariat Jendral – Kementerian Pertanian

Direct Call, Pacu Peningkatan Ekspor Pertanian Asal Sulsel

Makassar – Kementan melalui unit kerja Badan Karantina Pertanian di Makassar terus menggandeng semua pihak untuk mendorong kinerja ekspor pertanian.

Masalah klasik di Kawasan Timur Indonesia (KTI) terkait perdagangan internasional saat ini mulai terpecahkan.  Saat  fasilitas Direct Call yang diinisiasi oleh PT Pelindo IV diberlakukan.

“Kami sangat apresiasi upaya ini dan semoga dapat mendorong kinerja eksportasi pertanian  dari KTI makin meningkat,” kata Kepala Karantina Pertanian Makassar, Andi Yusmanto saat melepas ekspor 7 komoditas pertanian sekaligus asal Sulsel, Minggu (25/8).

Menurutnya, sebelum ada fasilitas ekspor langsung ini, eksportasi produk pertanian asal Sulsel  harus melalui pelabuhan di Pulau Jawa. Tentu hal ini dapat menyebabkan biaya ekonomi mahal disamping waktu tunggu yang lebih lama, dan akhirnya produk kita tidak memiliki daya  saing, tambah Yusmanto.

Peningkatan Kinerja Ekspor Pertanian Sulsel Signifikan

Paska pemberlakuan direct call  atau ekspor langsung ke negara tujuan ekspor yang  difasilitasi oleh semua pemangku kepentingan di Pelabuhan Laut Makassar, dampak dapat langsung dirasakan.

Dari data sistem otomasi perkarantinaan, IQFAST, Yusmanto memaparkan kinerja  ekspor produk diwilayah kerjanya. Tercatat periode Januari hingga Juni 2019, pihaknya telah mensertifikasi 168 ribu ton komoditas pertanian dengan nilai ekonomi Rp.  7,39 triliun.

Nilai ekonominya telah meningkat 101 % dibandingkan data tahun 2018 yang mencatat jumlah ekspor  sebanyak 162 ribu ton dengan nilai ekonomi Rp. 3,81 triliun. Dari sisa waktu hingga akhir tahun nanti kita dorong agar  penambahan baik dari sisi volume maupun ragam komoditas, tambahnya.

Keterangan Foto : Bersama dengan instansi terkait di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta, Kepala Karantina Pertanian Makassar, Andi Yusmanto melepas 7 komoditas ekspor pertanian asal Sumsel dengan fasilitas Direct Call atau ekspor langsung, Minggu (25/8)

Karantina Pertanian Makassar Gencarkan Agro Gemilang

Sesuai instruksi Presiden melalui  Menteri Pertanian  untuk gencarkan investasi dan ekspor, melalui  Agro Gemilang program yang digagas Barantan, kini mulai membuahkan hasil.

Jumlah eksportir produk pertanian muda yang dibimbing memasuki pasar ekspor  oleh Karantina Pertanian Makassar mulai bermunculan. Juga ragam komoditas pertanian  yang menjadi primadona unggulan juga bertambah.

Salah satunya adalah porang (Amorphophallus muelleri), umbi yang diekspor dalam bentuk kering untuk bahan makanan ini mulai diminati pasar ekspor.

Tanaman  asal Kabupaten Bulukumba, Gowa, Maros, Sinjai, dan Takalar ini juga turut dilepas ekspor oleh Kepala Karantina Pertanian Makassar.

Sejumlah 52 ton porang dengan nilai ekonomi Rp.  709 juta dengan tujuan Vietnam. Sementara enam komoditas lainnya adalah kacang mede, minyak cangkang kacang mede, dedak gandum, rumput laut, plywood dan karagenan.  Produk  ekspor asal Sumsel ini dikemas dalam 139 kontainer dengan nilai ekonomi Rp. 103,9 miliar.

Khusus untuk kacang mede yang diekspor kali ini dengan tujuan negara baru yakni Thailand. Ini juga  dampak positif dari pemberlakuan direct call, pungkas Yusmanto.

Narasumber :

1. Andi PM. Yusmanto AM, S.P.,M.H – Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar

Kementan Lepas Ekspor Perdana Tepung Kelapa Banggai ke Jerman

Luwuk – Petani Kelapa di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah boleh bangga, pasalnya buah kelapa yang dihasilkan dan telah diolah menjadi tepung kini bisa tembus pasar ekspor.

Tepung kelapa atau Descoated Coconut yang menjadi primadona produk pertanian ekpor baru asal Sulteng inipun bahkan bisa di ekspor langsung dari Luwuk.

“Patut kita apresiasi, ekspor dalam bentuk olahan setengah jadi dan juga langsung. Nilai tambah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Luwuk,” kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) saat meninjau industri olahan kelapa di Desa Kayutanyo, Kec. Luwuk Timur, Kab. Banggai, Sulteng (23/8).

Peninjauan yang dilakukan guna memastikan 50 ton tepung kelapa dengan nilai ekonomi sebesar Rp 810 juta telah memenuhi persyaratan ekspor ke Jerman.

Menurut Jamil, sebelum diekspor pihaknya melakukan serangkaian tindakan pemeriksaan karantina yang sesuai dengan persyaratan teknis negara tujuan.

Layanan karantina dimulai dari pengajuan Permohonan Pemeriksaan Karantina (PPK) yang  dilakukan secara online oleh eksportir. “Tidak perlu antri, dapat dilakukan dimana dan kapan saja,” terang Jamil.

Kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk unggulan perlu ini  dijaga. Budidaya berkelanjutan yang dimulai dari pemilihan benih unggul, pertanaman yang baik dan pengendalian hama yang tepat menjadi penting untuk menjaga K3 komoditas ekspor.

Selanjutnya produk yang berlimpah, berkualitas dan bebas hama penyakit miliki peluang di pasar ekspor.

Sebagai otoritas karantina, Barantan menjadi penjamin kesehatan dan keamanan sesuai dengan standar perdagangan internasional.

Tidak Ada Hambatan Tarif, Persyaratan Teknis Menjadi Kunci

Dalam persaingan pasar global yang tidak lagi menjadikan tarif sebagai hambatan, Non-Tariff Barriers maka persyaratan teknis, menjadi hal penting.

Harmonisasi aturan SPS dengan negara mitra dagang menjadi kunci invansi produk pertanian kita di pasar global.

Penguatan sistem perkarantinaan untuk melindungi kelestarian SDA hayati sekaligus memainkan peran dalam mendorong kinerja ekspor pertanian, menjadi amanah Barantan sebagai bagian dari unit kerja di Kementan.

“Ini sejalan dengan instruksi Mentan dan juga cita-cita kita semua untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” jelas Jamil.

Bupati Banggai Ajak Giatkan Ekspor

Bupati Banggai, Herwin Yatim yang turut hadir dan melepas ekspor menyampaikan  apresiasinya kepada Kementan. Pembangunan pertanian yang berbasis kawasan mulai dirasakan manfaatmya.

Bupati menyebutkan, kini jajarannya dapat mengintegrasikan investasi di wilayahnya dengan potensi yang ada.

Contohnya, potensi kelapa di Banggai yang besar dan dilanjutkan dengan investasi industri di bidang tepung kelapa. Produk berlimpah, industri olahan tersedia dan pasar ekspor yang terbuka, jelas Bupati.

Herwin juga mengajak pihak-pihak terkait agar dapat memanfaatkan fasilitas ekspor langsung di Pelabuhan Tangkiang di Luwuk. Ekspor dan investasi untuk kesejahteraan masyarakat, tegasnya.

Kinerja Ekspor Pertanian Provinsi Sulteng Meningkat

Saat ini, komoditas unggulan ekspor asal Provinsi Sulteng berupa getah pinus, kayu ebony, kopra, cengkeh, kakao biji, rumput laut, dan rotan.

Sementara negara tujuan ekspornya meliputi Cina, Pakistan, India, Jepang, Belanda, Singapura, Taiwan, Malaysia hingga Argentina.

Kepala Karantina Pertanian Palu, IB Soma Wijaya menyambut baik upaya Bupati Banggai untuk mendorong dibukanya pelabuhan ekspor.

Pasalnya, berdasarkan data dari sistem otomasi perkarantinaan IQFAST di wilayah kerjanya tahun 2018 tercatat nilai ekonomi ekspor pertania mencapai Rp 72 miliar.

Sementara di tahun 2019 hingga bulan Juli  telah mencapai Rp 94 miliar. Melampaui pencapai tahun lalu sebesar 22%, dan diprediksi bakal meningkat signifikan hingga akhir tahun, pungkas Soma.

Kunjungan Koordinasi Jelang Akselerasi Ekspor

Pulang Pisau – Menjelang kegiatan akselerasi ekpsor yang rencananya akan dilaksanakan awal September mendatang, jajaran struktural Karantina Palangkaraya menjalin koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (22/08).

Kegiatan koordinasi diawali dengan kunjungan ke Disperindakop dan UKM Pulang Pisau. Kepala Karantina Palangkaraya beserta Kasie Karantina Hewan dan Kasie Karantina Tumbuhan diterima langsung oleh Kepala Dinas, Elisier Jaya. Diskusi meliputi potensi sumber daya alam dari Pulang Pisau yang dapat digali untuk menjadi komoditi ekspor.

Koordinasi berlanjut dengan kunjungan ke kantor Bupati Pulang Pisau. Pada kesempatan ini Bupati Pulang Pisau, Edy Pratowo menyambut hangat dan memberikan respon yang positif terkait rencana kegiatan akselerasi ekspor.

Rangkaian kunjungan berakhir dengan koordinasi dengan anggota DPRD Pulang Pisau. Kepala Karantina Palangkaraya mendapat kesempatan untuk mengenalkan tupoksi Karantina Pertanian kepada anggota DPRD yang baru saja dilantik pada 19 Agustus 2019 lalu. Diskusi yang berlangsung di ruang sidang paripurna tersebut disambut antusias oleh para anggota DPRD.

Semoga dengan terjalinnya koordinasi yang baik dengan pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dapat semakin memperlancar akselerasi ekspor di masa yang akan datang.

#KarantinaPalangkaraya
#LaporKarantina

Karantina Palangkaraya Hadiri Rapat Koordinasi tentang Bajakah yang Tengah Viral di Kalimantan Tengah

Palangkaraya, (20/08) Viralnya Bajakah dari Kalimantan Tengah membuat Instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah perlu mengadakan Rapat Koordinasi terkait lalu lintas peredaran akar Bajakah. Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengeluarkan surat terkait peredaran akar Bajakah ini.

Kata “Bajakah” sendiri merupakan kata dari bahasa Dayak Ngaju yang berarti “akar-akaran”. Nama “Bajakah” bukan menunjuk kepada satu spesies tumbuhan namun sekelompok akar-akaran tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan Kalimantan. Sejak ratusan tahun yang lalu masyarakat Dayak Ngaju telah memanfaatkan “Bajakah” sebagai obat. Tidak hanya sebagai obat, namun ada juga “Bajakah” yang dimanfaatkan sebagai sabun, sampo, obat kuat, pengusir makhluk halus, racun ikan, racun sumpit dan ada juga yang tidak berkhasiat apapun namun cukup menjadi penghilang dahaga ketika lelah berjalan di dalam hutan.

Parlin Robert Sitanggang selaku Kepala Karantina Palangkaraya turut hadir dalam pembahasan regulasi Bajakah yang nantinya akan menjadi dasar tindakan Petugas Karantina dalam mengawasi lalu lintas dan peredaran Bajakah.

SobatQ, melestarikan kekayaan alam daerah merupakan tugas kita bersama. Ingat selalu #laporkarantina bila SobatQ melalulintaskan hewan dan tumbuhan atau produk turunannya.

#laporkarantina
#KarantinaPalangkaraya

Salak Gula Pasir Bali Terus Melanglang Pasar Ekspor

Denpasar – Setelah mangga dilepas perdana ke Rusia oleh Menteri Pertanian, kini giliran salak gula pasir khas dari pulau Dewata yang terus jajaki pasar ekspor diantaranya Kamboja, Dubai, Vietnam dan China.

Paska dilepas perdana oleh Gubernur Bali di Pelabuhan Benoa pada Maret 2019, hari ini Kepala Badan Karantina Pertanian kembali melepas ekspor 773 kg salak gula pasir dari Bali ke Kamboja.

Salak gula pasir ( Salacca edulis ) ini berasal dari petani di Kabupaten Tabanan yang dikelola dengan sistem kemitraan oleh pelaku usaha agribisnis, PT. Serena Sejahtera. Menurut Mulianta, eksportir salak yang juga hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa hasil sortiran dari panen petani makin meningkat, sebelumnya dari hasil panen hanya 40% yang bisa diekspor kini meningkat menjadi 70%. Hal tersebut karena petani mulai memperbaiki budidayanya sehingga hasilnya sesuai dengan permintaan pasar.

Menurut Jamil, Kementerian Pertanian lakukan upaya dan terobosan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian. “Jadi harapannya, margin keuntungan dari ekspor ini bisa dibagi juga ke petani, syukur-syukur ini bisa kita tingkatkan lagi dengan diolah, menambah negara tujuan dan ragam komoditas,” ungkap Jamil di area Kargo Logistik Angkasa Pura II, Denpasar, Selasa (20/8).

Selain salak gula pasir, pada saat yang sama Kepala Barantan yang didampingi Kepala Karantina Pertanian Denpasar, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, Instansi terkait di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai juga melepas 2,5 ton perdana kakao organik tujuan Belgia dan kepompong tujuan Singapura. Total nilai ekonomi pelepasan ekspor hari ini adalah Rp. 1,7 Milyar.

I Putu Terunanegara, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, menambahkan bahwa ekspor dari wilayah kerjanya  mencakup berbagai komoditas diantaranya anak ayam umur sehari (DOC), walet, mangga, manggis, paprika, handicraft asal batok kelapa, jerami, vanilla, daun bawang dan enceng gondok. Adapun negara  tujuan ekspornya  ke Eropa, Amerika, Rusia, Australia, Swiss dan Timor Leste.

Layanan Proses Bisnis Ekspor Dipercepat

Sebagai fasilitator perdagangan komoditas pertanian, Barantan lakukan terobosan dan inovasi layanan. Dengan tugas utama memperkuat sistem perkarantinaan guna menjamin pelestarian sumber daya alam hayati, juga lakukan percepatan layanan ekspor.

Digitalisasi layanan tidak hanya untuk mempercepat namun juga menyiapkan model dan solusi layanan.

Aplikasi peta potensi komoditasi pertanian, IMACE diserahkan kepada pemda dengan harapan dijadikan model dalam membuat kebijakan pengembangan pertanian berbasis kawasan dan orientasi ekspor.

Juga kerjasama sertifikasi online, e-Cert yang diterapkan kepada negara mitra dagang. Harapannya menjadi solusi bagi jaminan diterimanya komoditas pertanian oleh negara mitra dagang.

“Sudah menjadi instruksi Pak Mentan, untuk memperluas kerjasama sertifikat online. Ini akan jadi fokus kami mendorong ekspor,”tutup Jamil.

Narasumber ;

  1. Ir. Ali Jamil, MP., Ph.D. – Kepala Badan Karantina Pertanian
  2. drh. I Putu Terunanegara, MM – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar

EGM Angkasa Pura II Bandar Udara Tjilik Riwut Koordinasi dengan Karantina Palangkaraya

Palangka Raya – Hari ini (19/08) Karantina Palangkaraya mendapat kunjungan dari Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Bandar Udara Tjilik Riwut, Siswanto beserta Asisten Manager, Arie Marvie . Kunjungan kali ini untuk bersilaturahmi sekaligus koordinasi terkait surat edaran Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah mengenai lalulintas akar tanaman yang tengah viral di masyarakat yang dipercaya dapat menyembuhkan kanker.

Pada kesempatan ini, diskusi membahas kerjasama dalam pengawasan dan peredaran Tanaman dan Satwa Liar (TSL) melalui Bandara Tjilik Riwut. Seperti yang diketahui, akar tanaman yang tengah viral merupakan tanaman yang tumbuh liar di hutan Kalimatan Tengah dimana jumlah dan keberadaannya masih perlu dilindungi. Peraturan mengenai perlindungan TSL telah diatur dalam Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar. Diskusi antar instansi terkait perlu dilakukan untuk melindungi kelestarian TSL di alam.

SobatQ, mari bijak dalam menggunakan sumber daya alam agar anak cucu kita tetap dapat menikmati hingga nanti.

#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPalangkaraya

Indonesia Ekspor Semangka ke Timor Leste

Rilis Kementan, 18 Agustus 2019
715/R-KEMENTAN/08/2019

Kupang – Upaya pemerintah dalam membangun pertanian di perbatasan mulai membuahkan hasil dengan kegiatan ekspor sejumlah wilayah perbatasan ke negara tetangga. “Terus bertumbuh, volume ekspor Semangka asal Rote. Kita terus gali potensi komoditas unggulan diperbatasan yang bisa di ekspor,”  kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) melalui keterangan tertulisnya saat menerima laporan pelepasan ekspor buah Semangka segar  sebanyak 2 ton ke Timor Leste, Sabtu (17/8).

Menurut Jamil, kegiatan ekspor buah hortikultura ini bukan yang pertama kalinya, berdasarkan data sistem otomasi perkarantinaan IQFAST, tercatat hingga pertengahan tahun 2019 ini, terdapat 20,1 ton buah semangka segar asal Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur ini yang telah dilalulintaskan menuju negeri tetangga, Timor Leste.

Jamil juga menambahkan bahwa neraca dagang berjalan tahun 2019 komoditas pertanian  ke negara RDTL masih negatif, dimana jumlah ekspor aneka komoditas pertanian sebanyak 1,8 ribu ton dan sebaliknya jumlah komoditas yang masuk sebanyak 3,8 ribu ton.”Perlu kita gali dan dorong bersama Pemda agar komoditas pertanian di wilayah batas negara bisa bertumbuh dan surplus. Dan kami melalui unit kerja karantina pertanian Kupang siap mengawal,” ungkapnya.

Program Pembangunan Pertanian di Perbatasan NTT

Pembangunan pertanian di wilayah perbatasan termasuk di NTT juga turut didukung sinergi Kementan dengan kementerian dan lembaga lain.

Hal ini sejalan dengan agenda prioritas kebijakan Pemerintah Jokowi–JK yang telah menetapkan pembangunan wilayah perbatasan.

Dalam Nawa Cita pemerintah Jokowi-JK disebutkan pemerintah akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Salah satu sektor yang menjadi fokus pembangunan di wilayah perbatasan adalah sektor pertanian.

Sektor ini dinilai dapat menghasilkan nilai tambah tinggi bagi masyarakat.

“Upaya ini telah dilakukan pak Mentan Amran. Dan akan terus berlanjut. Dan hasilnya berupa  sistem pertanian modern terpadu dan berkelanjutan melalui pendekatan kawasan mulai terlihat. Buktinya kita mulai ekspor dan terus bertumbuh,”‘jelas Jamil.

Peta Aplikasi Komoditas Pertanian Ekspor

Kementan melalui Barantan yang telah mengagas aplikasi IMACE yang telah diserahkan secara khusus kepada pemerintah daerah NTT pada medio Juni 2019.

Harapannya ini dapat digunakan sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan pembangunan berorientasi komoditas ekspor.

Seperti contoh, Kabupaten Rote dengan potensi produk hortikultura, semangka yang laris dipasar ekspor dapat lebih dikembangkan. Dapat disusun program yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk capai tujuan tersebut antara lain pemanfaatan benih varietas unggul, peningkatan penggunaan pupuk organik, serta pengendalian hama terpadu.

Dan sebagai fungsi fasilitator perdagangan, petugas karantina pertanian di PLBN Motain akan lakukan tindakan dan perlakuan yang cepat, tepat dan akurat. Sehingga produk ini dapat mengantongi sertifikat kesehatan, PC sebagai persyaratan ekspor.

“Kami memberi perhatian khusus bagi proses bisnis  eksportasi di wilayah perbatasan. Harus lebih cepat agar semakin banyak komoditas yang bisa kita kirim,” pungkas Jamil.