Karantina Palangkaraya Hadiri Rapat Koordinasi tentang Bajakah yang Tengah Viral di Kalimantan Tengah

Palangkaraya, (20/08) Viralnya Bajakah dari Kalimantan Tengah membuat Instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah perlu mengadakan Rapat Koordinasi terkait lalu lintas peredaran akar Bajakah. Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah telah mengeluarkan surat terkait peredaran akar Bajakah ini.

Kata "Bajakah" sendiri merupakan kata dari bahasa Dayak Ngaju yang berarti "akar-akaran". Nama "Bajakah" bukan menunjuk kepada satu spesies tumbuhan namun sekelompok akar-akaran tumbuhan pembelit-pemanjat di hutan Kalimantan. Sejak ratusan tahun yang lalu masyarakat Dayak Ngaju telah memanfaatkan "Bajakah" sebagai obat. Tidak hanya sebagai obat, namun ada juga "Bajakah" yang dimanfaatkan sebagai sabun, sampo, obat kuat, pengusir makhluk halus, racun ikan, racun sumpit dan ada juga yang tidak berkhasiat apapun namun cukup menjadi penghilang dahaga ketika lelah berjalan di dalam hutan.

Parlin Robert Sitanggang selaku Kepala Karantina Palangkaraya turut hadir dalam pembahasan regulasi Bajakah yang nantinya akan menjadi dasar tindakan Petugas Karantina dalam mengawasi lalu lintas dan peredaran Bajakah.

SobatQ, melestarikan kekayaan alam daerah merupakan tugas kita bersama. Ingat selalu #laporkarantina bila SobatQ melalulintaskan hewan dan tumbuhan atau produk turunannya.

#laporkarantina
#KarantinaPalangkaraya

Please follow and like us: