Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

DIGITALISASI SISTEM PELAPORAN PENGAWASAN DAN PENINDAKAN KARANTINA PERTANIAN

Jakarta – Perubahan merupakan hal yang pasti, mengikuti era perkembangan zaman yang semakin maju dan canggih, dari sesuatu yang serba manual menjadi serba digital. Digitalisasi di era 4.0 saat ini merupakan sesuatu yang wajib diterapkan, terutama pada instansi pemerintahan yang melakukan pelayanan publik termasuk karantina pertanian.

Agar tetap memiliki kinerja yang prima dan selaras dengan perkembangan zaman, karantina pertanian menciptakan aplikasi Sistem Informasi Pengawasan dan Penindakan (SIWASDAK). Aplikasi Siwasdak didesain untuk fasilitasi dan monitoring seluruh rangkaian kegiatan Pengawasan dan Penindakan (Wasdak), baik di tingkat pusat maupun UPT yang terintegrasi dalam sistem informasi IQFAST. Selain itu, aplikasi tersebut juga digunakan sebagai sarana analisis dalam menentukan kebijakan yang akan diterapkan karantina pertanian sehingga tepat sasaran.

Aplikasi yang sejatinya telah selesai dibuat, jika tidak ada hambatan siap diluncurkan pada pertengahan April 2020 mendatang. Saat ini aplikasi sedang dalam proses penyempurnaan yang dilengkapi dengan pedoman operasionalnya. Pedoman operasional aplikasi Siwasdak telah selesai pada tahap penyusunan yang dilaksanakan pada tanggal 12-14 Februari lalu di Bogor, Jawa Barat. Penyusunan pedoman melibatkan kementerian terkait antara lain Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Hukum dan HAM, Ditjen Bea dan Cukai, dan Bareskrim Polri.

“Kami siap memfasilitasi semua kegiatan monitoring kewasdakaan yang dilakukan baik di UPT maupun di Pusat yaitu kegiatan-kegiatan pengawasan lalu lintas media pembawa, patroli, koordinasi, analisa data intelijen maupun pengawasan lalu lintas penjualan produk pertanian secara daring. Tidak perlu lagi mengirim laporan secara manual, secara langsung bisa kami ketahui melalui aplikasi ini karena sekarang itu sudah zamannya paperless. Sekaligus kami dapat memantau kinerja UPT secara realtime, pelan-pelan kita bangun sistem informasi karantina pertanian berkelas dunia yang memudahkan pekerjaan kita,” kata Sujarwanto, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan.

Sujarwanto juga menambahkan bahwa pembangunan aplikasi Siwasdak merupakan suatu terobosan baru yang menyediakan kemudahan dan efektivitas juga efisiensi baik dari segi penghematan anggaran maupun keterbatasan jumlah pegawai.