Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Author: Marsanto

Food Estate, Sebuah Tantangan dan Harapan Baru Gambut Kalteng

oleh : Andri Gromiko

Mendengar kata Kalimantan imajinasi kita akan langsung membayangkan hutan yang luas dan hampir setiap musim kemarau panjang terjadi kebakaran. Memang begitulah kenyataannya, khususnya di Kalimantan Tengah yang merupakan provinsi dengan lahan gambut terluas di pulau Kalimantan yaitu lebih dari 2.5 juta hektar yang hampir setiap musim kemarau panjang terjadi kebakaran dan sebagai ‘penyumbang’ terbesar saat terjadi bencana asap yang disebabkan kebakaran lahan. Pembukaan dan pemanfaatan lahan gambut yang tidak sesuai akan rentan terbakar dan terdegradasi serta merupakan ancaman bagi fungsi utama lahan gambut itu sendiri dan memberi dampak buruk terhadap lingkungan.

Lahan eks proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 juta hektar kembali dilirik pemerintah untuk dijadikan salah satu potensi pengembangan Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau provinsi Kalteng. Hampir 165 ribu hektar lahan yang sebagian merupakan eks-PLG telah disiapkan dan ditinjau langsung oleh Menteri Pertanian RI bersama Gubernur Kalteng. Sebagian lahan yang ditinjau sudah dalam bentuk sawah produktif walaupun dengan hasil yang belum maksimal sebelum penerapan sistem yang akan dibangun bertajuk food estate.

image credit : Andri Gromiko

Apa itu  Food Estate?

Food estate sebagai desain pertanian modern nasional masa depan merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan di suatu kawasan yang luas yang terdiri dari beberapa klaster bidang pertanian dan peternakan. Artinya di suatu kawasan yang sangat luas akan dibangun sentra pertanian secara berkesinambungan dan modern karena proses pertanian dan pengolahan hasilnya akan dikelola dengan pola digital farming dan meminimalisir metode pertanian konvensional menggunakan bajak dan cangkul dengan tenaga manusia. Lantas apakah akan menghilangkan “marwah” bertani itu sendiri? Pertanyaan menarik memang, karena dari dulu sebagian besar petani kita masih menerapkan konsep pertanian tradisional secara konvensional. Kalau dari segi manfaat dan kemudahan, akan banyak manfaat yang akan diperoleh petani baik dalam segi waktu, tenaga dan efektifitas kerja itu sendiri seperti  sistem pertanian yang ada di luar negeri yang telah lama menerapkan pertanian modern dalam skala besar mulai dari penanaman, perawatan sampai penanganan pasca panen.

Food estate tidak hanya bicara soal padi, jagung dan kedelai tetapi terbagi dalam beberapa klaster yang akan dikembangkan seperti buah-buahan, sayur-sayuran, hortikultura dan peternakan modern terintegrasi. Sehingga ibarat sebuah real estate sudah tersedia fasilitas dengan paket lengkap bagi penghuninya, begitu juga dengan food estate yang akan dikembangkan ini. Hal yang paling penting adalah sistem terpadu yang akan memfasilitasi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan program ini mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, pengembangan dan pemeliharaan agar tepat guna secara berkelanjutan.

Lantas apa saja manfaat food estate ke depan baik untuk masyarakat maupun kontribusi untuk negara?

Jika rencana dan desain besar ini berjalan sesuai konsep dan perencaaan akan sangat memberi manfaat bagi bangsa dan negara yaitu diantaranya:

  • Mengangkat derajat dan ekonomi masyarakat

Tidak dapat dipungkiri bahwa penghasilan, taraf hidup atau tingkat ekonomi keluarga secara umum adalah target utama dan muara dari usaha apapun yang dilakukan termasuk bidang pertanian, sudah pasti untuk pemenuhan kebutuhan, baik kebutuhan dasar maupun kebutuhan hidup lainnya untuk menaikkan status sosial di tengah masyarakat.

Masyarakat sekitar sentra pertanian akan terlibat dalam pengembangan konsep ini di hulu maupun hilir dan otomatis akan meningkatkan taraf hidup mereka, karena dengan penerapan pertanian modern akan mengefisiensi waktu, mempermudah pekerjaan sehingga meningkatkan produksi pertanian secara signifikan, sehingga bertani bukan lagi pekerjaan yang dianggap berat dengan penghasilan kecil.

  • Lahirnya petani-petani milenial

Salah satu hal wajib bagi keberlangsungan pertanian secara berkesinambungan adalah adanya regenerasi petani.  Profesi mulia sebagai petani yang dari dulu dianggap sebagai profesi yang kurang diminati  dan hanya dilakoni masyarakat pedesaan dengan tingkat pendidikan dasar, kini mulai dilirik generasi muda lulusan sarjana, apalagi dengan adanya desain food estate yang akan menciptakan petani-petani milenial yang dibekali ilmu teknologi pertanian modern dengan sistem digital.  Mudah dan menarik bukan?

  • Penyerapan tenaga kerja secara masif di pedesaan

Arus urbanisasi yang meningkat tiap tahun karena desa dianggap tidak punya lapangan kerja yang layak selain bertani dan beternak kecil-kecilan dengan penghasilan rendah dan masalah kemiskinan absolut  sudah bukan rahasia umum kehidupan di pedesaan. Segala kekurangan dan keterbatasan itu lah yang membuat orang berbondong-bondong ke kota mencari pekerjaan yang dianggap layak dengan penghasilan besar.  Dengan hadirnya program food estate akan menghapus stigma masyarakat bahwa pertanian di pedesaan tidak akan pernah mengangkat penghasilan dan status sosial mereka.  Pertanian modern terintegrasi skala besar pasti akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa tanpa harus beranjak ke kota sehingga roda perekonomian di pedesaan juga akan bergerak maju.

  • Mimpi besar Indonesia di bidang pertanian bisa terwujud

Keberhasilan program food estate dalam beberapa tahun ke depan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian Indonesia. Hasil pertanian yang melimpah adalah jawaban terhadap mimpi Indonesia untuk mampu berswasembada pangan tidak hanya beras tetapi daging dan hasil pertanian lainnya. Cita-cita pertanian Indonesia lainnya adalah bahwa bukan sebatas angan 25 tahun lagi atau kurang mimpi besar Indonesia sebagai lumbung pangan dunia benar-benar bisa terwujud.

  • Menjadi negara besar pengekspor produk pertanian

Melimpahnya hasil panen seperti padi, jagung, kedelai, buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hortikultura dan hasil peternakan dengan kualitas super tentu akan dilirik negara lain untuk mengimpornya dari Indonesia.  Selain mampu berswasembada pangan kita juga mampu mengekspornya ke negara lain.  Tidak ayal lagi sebagai negara agraris, kaya akan sumber daya alam, subur makmur dengan semboyan gemah ripah loh jinawi memang sudah selayaknya Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan sebagai negara eksportir produk pertanian, karena selama ini faktanya masih banyak produk pertanian yang belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tetap harus impor dari negara lain.

Itulah beberapa manfaat pembangunan food estate bagi masyarakat dan negara Indonesia jika pembangunan ini benar-benar terwujud sesuai konsep dasar dan perencanaannya.  Sudah barang tentu peran masyarakat dalam mendukung pemerintah sangat penting dalam mewujudkannya.

Food estate sebagai pokok pikiran baru dalam upaya ‘mengangkat’ kembali lahan gambut sebagai lahan produktif.  Jika dilihat produksi sawah di lahan gambut selama ini memang hanya rata-rata 4 ton/hektar, masih jauh jika dibandingkan hasil produksi di pulau Jawa. Di sini lah tantangannya dan harapan yang memang dari dulu sudah dicetuskan. Tinggal bagaimana masyarakat, pemerintah pusat dan daerah bersinergi menjawab tantangan itu dalam penanganan masalah teknis, sosial budaya dan kendala lain yang menghambat jalannya program ini untuk meningkatkan produksi di lahan gambut. Tetapi kita harus optimis demi kemajuan pertanian Indonesia.

Galur Baru Covid 19

Ini peringatan terkini dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). WHO memperingatkan,  saat ini wabah virus corona yang menyebabkan munculnya penyakit Covid-19 kembali meningkat cepat dan telah berada di tingkat fase yang baru dan berbahaya. 

Lebih dari 150.000 kasus infeksi baru virus corona dilaporkan ke badan kesehatan global itu pada Kamis lalu, menurut NZ Herald. Angka tertinggi yang terjadi dalam satu hari sejauh ini, menurut Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Konferensi Pers di Jenewa, Jumat (20/6/2020). 

https://internasional.kontan.co.id/news/peringatan-terkini-who-hati-hati-wabah-covid-19-kembali-meningkat-cepat

Pelayanan Prima 24/7

Pelayanan Prima 24/7 Mengejar Dua Kapal SandarPangkalan Bun (21/6) – Suasana mendung kembali menemani kegiatan pengawasan dan pemeriksaan di pelabuhan Panglima Utar Kumai. Setelah menunggu akhirnya merapat KM. Dharma Rucitra dari Semarang yang mengangkut penumpang beserta berbagai macam media pembawa karantina antara lain, ayam bangkok, burung dara, telur ayam ras, bibit tanaman, dan sayuran.Berkerjasama dengan PLP, KP3, Pelindo, KSOP dan Bea Cukai, Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Pangkalan Bun melaksanakan giat pengawasan dan pemeriksaan bongkar muatan kendaraan dan penumpang yang turun dari kapal tersebut.Selanjutnya, pengawasan dilakukan ke pelabuhan penyebrangan ASDP yaitu pelabuhan Tempenek. Pada waktu yangnhampir bersamaan telah merapat kapal KM. Kalibodri dari Kendal, Jawa Tengah. Dari hasil pengawasan terdapat bibit durian 3000 batang dan sayuran untuk pemenuhan konsumsi masyarakat Pangkalan Bun.Pelayanan yang prima 24/7 oleh petugas Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Pangkalan Bun dilaksanakan untuk menjaga Kalimantan Tengah dari keluar/masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK.#LaporKarantina#KarantinaPertanianPalangkaraya

Lelang Berjalan

Lelang yang sedang berjalan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangkarya :
link nya Clickable

KAYU SENGON MENINGGALKAN KOTA CANTIK TERBANG MENUJU IBUKOTA

Meskipun tengah menghadapi pandemi covid 19,  petugas karantina tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya sebagai garda terdepan perlindungan pertanian Indonesia. Terlebih pemerintah sudah memberlakukan kebijakan new normal yang sudah dimulai bebrapa hari ini.  Meskipun sudah beraktifitas seperti biasa tentunya harus tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid 19. Penerapan kebijakan new normal tersebut memberikan dampak khususnya dalam kegiatan perkarantinaan yang berangsur normal kembali, misalnya dalam lalu lintas komoditas pertanian, baik ekspor, impor maupun antar area.  

Seperti siang  ini, petugas Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Bandara Tjilik Riwut melakukan pemeriksaan terhadap  kayu sengon (Albizia chinensis) sebanyak 1 m3 yang akan terbang meninggalkan kota cantik ini menuju Jakarta. Kayu tersebut dikirim ke Jakarta sebagai sampel untuk keperluan industri. Dalam industri kayu, sengon menjadi salah satu pilihan karena mutunya yang bagus. Dengan struktur padat, berserat lurus, agak kasar, dan tidak mudah diserang rayap, harga pohon ini bisa mencapai Rp 1 juta per meter kubik. Selain itu, sengon yang merupakan kayu tumbuhan, juga menjadi pilihan utama bagi para pelaku industri kayu untuk menggantikan kayu produksi alam seperti jati.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap Kayu sengon  tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan karena telah memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan maka sampel kayu tersebut dapat dilakukan pembebasan.

#laporkarantina

#newnormal

#jagakesehatan

TANTANGAN DAN SEMANGAT PETUGAS KARANTINA DIMASA PANDEMI COVID 19

Pada masa pandemi covid 19 ini bukan suatu halangan bagi Badan Karantina Pertanian unit pelaksana teknis Balai Karantina Pertanian Palangkaraya untuk tetap menjalankan tugas tetapi tetap merupakan tantangan yang memberi semangat untuk terus memberi pelayanan secara maksimal sesuai tugas dan fungsinya. Masa pandemi covid 19 di kenormalan baru ini   petugas karantina tumbuhan melaksanakan pemeriksaan kesehatan media pembawa OPT/OPTK dan pelepasan bagi media pembawa yang telah dinyatakan sehat dan bebas OPT/OPTK dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, memakai sarung tangan dan jaga jarak serta mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan media pembawa.

Pada hari Senin 08 Juni 2020 Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya yang juga merupakan wilayah kerja Balai Karantina Pertanian Palangkaraya diruang pelayanan petugas karatina tumbuhan telah menerima kedatangan pemilik media pembawa yang ingin melaporkan media pembawa bibit anggrek dendrobium sebanyak 100 batang yang dikirim dari kota Tanggerang Selatan melalui Pesawat Lion Air. Pelayanan Pemeriksaan kesehatan media pembawa bibit anggrek dendrobium ini dilaksanakan oleh petugas Karantina Tumbuhan Dwi Nur Susanti, S.Si. Dengan senyuman yang tulus dan sapaan yang ramah yang merupakan jiwa pelayanan karantina, petugas karantina tumbuhan terlebih dahulu meminta kepada pemilik media pembawa untuk memperlihatkan dokumen karantina dari daerah asal berupa Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-12). Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen karantina dari daerah asal telah terpenuhi selanjutnya petugas karantina tumbuhan melakukan pemeriksaan kesehatan media pembawa bibit anggrek  dendrobium dan kebenaran jumlah dan jenisnya.

Setelah media pembawa bibit anggrek  dendrobium ini dilakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya tidak ditemukan OPT/OPTK target serangga Chrysomphalus dictyospermi yang merupakan OPTK A2 Golongan II yang daerah sebarannya masih terbatas di Jawa, Papua dan Sumatera serta  jumlah dan jenis media pembawa telah sesuai dengan dokumen KT.12 maka selanjutnya petugas karantina tumbuhan melaksanakan pemebebasan terhadap media pembawa bibit anggrek dendrobium dengan menerbitkan Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) (KT-9) dan ditandatangani oleh petugas Karantina Tumbuhan.

Sebelum dilaksanakan penerbitan Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) (KT-9), pengguna jasa selaku pemilik media pembawa melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) melalui pembayaran secara online. Dokumen Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) (KT-9) diserahkan ke pemilik beserta media pembawa oleh petugas karantina tumbuhan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan serta senyuman dan sapaan yang membuat setiap pemilik media pembawa akan mengingatnya sebagai pelayan masyarakat yang ramah dan berintegritas.

Bagaimana Prosedur Membawa Dendrobium Melalui Bandara Tjilik Riwut

Tahu belum nih prosedur kalau mau membawa tanaman Dendrobium melalui Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya?
Ini nih akan kami kasih tahu ya prosedur umumnya agar lancar yang ingin kirim atau bawa Dendrobium.

Pertama, sebelum di packing, pastikan bahwa Dendrobium yang akan dibawa atau dikirimkan dalam keadaan sehat. Liat baik baik akar, batang dan daunnya. Pastikan semuanya sehat ya. Bisa dilihat dari warnanya ya. Hijau sehat, segar.

Eh iya jangan lupa, bahwa persyaratan khusus jika kita ingin membawa bibit tanaman melalui bandara ataupun Pelabuhan. Persyaratannya adalah tanaman kita disertifikasi oleh petugas Karantina tumbuhan. Nanti kita akan diberi surat yang berupa Sertifikat Kesehatan KT12. Nah untuk mendapatkannya, gini ya caranya :

  1. Bawa tanaman ke kantor Karantina tumbuhan yang ada di Bandar Udara TJilik Riwut. Letaknya di pojokan berdekatan dengan pintu masuk / keberangkatan.
  2. Disana, serahkan tanaman kepada petugas,  juga serahkan kartu identitas. Kemudian akan diinput data ke dalam sistem Komputer. Setelah selesai, kita akan diberi sertifikat Kesehatan tanaman.
  3. Eh ada biayanya lho. Disebut PNBP, Penerimaan Negara Bukan Pajak. Besarannya, 100 rupiah per pohon ditambah 5000 rupiah biaya sertifikatnya. Jadi kalua kitab awa 10 batang Dendrobium, kita akan perlu membayar sebesar 6000 rupiah. Siapkan uang elektronik (misal atm bni atau mandiri).

Kedua, sebelum semua itu dilakukan, jangan lupa, bahwa tanaman yang memiliki tanah sebagai media tanamnya, harus dalam keadaan bersih dan sehat. Jangan ada serangga di media tanam tersebut, jangan juga media tanam yang menunjukkan adanya jamur. Kalau ada begitu, maka petugas Karantina tumbuhan akan membuang tanahnya. Nah terpaksa kita harus mengganti medianya menggunakan kapas, koran basah atau media lainnya.

Terakhir, jangan dipacking mati dulu ya sebelum diperiksa petugas Karantina Tumbuhan. Kenapa? Lha kan mau diperiksa Kesehatan tanaman dan media tanamnya.

Oh iya, petugas Karantina tumbuahan yang ada di foto ini Namanya Syanti. Panggilan bekennya sih mbak DNS.

#LaporKarantina