Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

Berita

Pelayanan Prima 24/7

Pelayanan Prima 24/7 Mengejar Dua Kapal SandarPangkalan Bun (21/6) – Suasana mendung kembali menemani kegiatan pengawasan dan pemeriksaan di pelabuhan Panglima Utar Kumai. Setelah menunggu akhirnya merapat KM. Dharma Rucitra dari Semarang yang mengangkut penumpang beserta berbagai macam media pembawa karantina antara lain, ayam bangkok, burung dara, telur ayam ras, bibit tanaman, dan sayuran.Berkerjasama dengan PLP, KP3, Pelindo, KSOP dan Bea Cukai, Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Pangkalan Bun melaksanakan giat pengawasan dan pemeriksaan bongkar muatan kendaraan dan penumpang yang turun dari kapal tersebut.Selanjutnya, pengawasan dilakukan ke pelabuhan penyebrangan ASDP yaitu pelabuhan Tempenek. Pada waktu yangnhampir bersamaan telah merapat kapal KM. Kalibodri dari Kendal, Jawa Tengah. Dari hasil pengawasan terdapat bibit durian 3000 batang dan sayuran untuk pemenuhan konsumsi masyarakat Pangkalan Bun.Pelayanan yang prima 24/7 oleh petugas Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Pangkalan Bun dilaksanakan untuk menjaga Kalimantan Tengah dari keluar/masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK.#LaporKarantina#KarantinaPertanianPalangkaraya

KAYU SENGON MENINGGALKAN KOTA CANTIK TERBANG MENUJU IBUKOTA

Meskipun tengah menghadapi pandemi covid 19,  petugas karantina tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya sebagai garda terdepan perlindungan pertanian Indonesia. Terlebih pemerintah sudah memberlakukan kebijakan new normal yang sudah dimulai bebrapa hari ini.  Meskipun sudah beraktifitas seperti biasa tentunya harus tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid 19. Penerapan kebijakan new normal tersebut memberikan dampak khususnya dalam kegiatan perkarantinaan yang berangsur normal kembali, misalnya dalam lalu lintas komoditas pertanian, baik ekspor, impor maupun antar area.  

Seperti siang  ini, petugas Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Bandara Tjilik Riwut melakukan pemeriksaan terhadap  kayu sengon (Albizia chinensis) sebanyak 1 m3 yang akan terbang meninggalkan kota cantik ini menuju Jakarta. Kayu tersebut dikirim ke Jakarta sebagai sampel untuk keperluan industri. Dalam industri kayu, sengon menjadi salah satu pilihan karena mutunya yang bagus. Dengan struktur padat, berserat lurus, agak kasar, dan tidak mudah diserang rayap, harga pohon ini bisa mencapai Rp 1 juta per meter kubik. Selain itu, sengon yang merupakan kayu tumbuhan, juga menjadi pilihan utama bagi para pelaku industri kayu untuk menggantikan kayu produksi alam seperti jati.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap Kayu sengon  tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan karena telah memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan maka sampel kayu tersebut dapat dilakukan pembebasan.

#laporkarantina

#newnormal

#jagakesehatan

TANTANGAN DAN SEMANGAT PETUGAS KARANTINA DIMASA PANDEMI COVID 19

Pada masa pandemi covid 19 ini bukan suatu halangan bagi Badan Karantina Pertanian unit pelaksana teknis Balai Karantina Pertanian Palangkaraya untuk tetap menjalankan tugas tetapi tetap merupakan tantangan yang memberi semangat untuk terus memberi pelayanan secara maksimal sesuai tugas dan fungsinya. Masa pandemi covid 19 di kenormalan baru ini   petugas karantina tumbuhan melaksanakan pemeriksaan kesehatan media pembawa OPT/OPTK dan pelepasan bagi media pembawa yang telah dinyatakan sehat dan bebas OPT/OPTK dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, memakai sarung tangan dan jaga jarak serta mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan media pembawa.

Pada hari Senin 08 Juni 2020 Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya yang juga merupakan wilayah kerja Balai Karantina Pertanian Palangkaraya diruang pelayanan petugas karatina tumbuhan telah menerima kedatangan pemilik media pembawa yang ingin melaporkan media pembawa bibit anggrek dendrobium sebanyak 100 batang yang dikirim dari kota Tanggerang Selatan melalui Pesawat Lion Air. Pelayanan Pemeriksaan kesehatan media pembawa bibit anggrek dendrobium ini dilaksanakan oleh petugas Karantina Tumbuhan Dwi Nur Susanti, S.Si. Dengan senyuman yang tulus dan sapaan yang ramah yang merupakan jiwa pelayanan karantina, petugas karantina tumbuhan terlebih dahulu meminta kepada pemilik media pembawa untuk memperlihatkan dokumen karantina dari daerah asal berupa Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-12). Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen karantina dari daerah asal telah terpenuhi selanjutnya petugas karantina tumbuhan melakukan pemeriksaan kesehatan media pembawa bibit anggrek  dendrobium dan kebenaran jumlah dan jenisnya.

Setelah media pembawa bibit anggrek  dendrobium ini dilakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya tidak ditemukan OPT/OPTK target serangga Chrysomphalus dictyospermi yang merupakan OPTK A2 Golongan II yang daerah sebarannya masih terbatas di Jawa, Papua dan Sumatera serta  jumlah dan jenis media pembawa telah sesuai dengan dokumen KT.12 maka selanjutnya petugas karantina tumbuhan melaksanakan pemebebasan terhadap media pembawa bibit anggrek dendrobium dengan menerbitkan Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) (KT-9) dan ditandatangani oleh petugas Karantina Tumbuhan.

Sebelum dilaksanakan penerbitan Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) (KT-9), pengguna jasa selaku pemilik media pembawa melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) melalui pembayaran secara online. Dokumen Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) (KT-9) diserahkan ke pemilik beserta media pembawa oleh petugas karantina tumbuhan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan serta senyuman dan sapaan yang membuat setiap pemilik media pembawa akan mengingatnya sebagai pelayan masyarakat yang ramah dan berintegritas.

Bagaimana Prosedur Membawa Dendrobium Melalui Bandara Tjilik Riwut

Tahu belum nih prosedur kalau mau membawa tanaman Dendrobium melalui Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya?
Ini nih akan kami kasih tahu ya prosedur umumnya agar lancar yang ingin kirim atau bawa Dendrobium.

Pertama, sebelum di packing, pastikan bahwa Dendrobium yang akan dibawa atau dikirimkan dalam keadaan sehat. Liat baik baik akar, batang dan daunnya. Pastikan semuanya sehat ya. Bisa dilihat dari warnanya ya. Hijau sehat, segar.

Eh iya jangan lupa, bahwa persyaratan khusus jika kita ingin membawa bibit tanaman melalui bandara ataupun Pelabuhan. Persyaratannya adalah tanaman kita disertifikasi oleh petugas Karantina tumbuhan. Nanti kita akan diberi surat yang berupa Sertifikat Kesehatan KT12. Nah untuk mendapatkannya, gini ya caranya :

  1. Bawa tanaman ke kantor Karantina tumbuhan yang ada di Bandar Udara TJilik Riwut. Letaknya di pojokan berdekatan dengan pintu masuk / keberangkatan.
  2. Disana, serahkan tanaman kepada petugas,  juga serahkan kartu identitas. Kemudian akan diinput data ke dalam sistem Komputer. Setelah selesai, kita akan diberi sertifikat Kesehatan tanaman.
  3. Eh ada biayanya lho. Disebut PNBP, Penerimaan Negara Bukan Pajak. Besarannya, 100 rupiah per pohon ditambah 5000 rupiah biaya sertifikatnya. Jadi kalua kitab awa 10 batang Dendrobium, kita akan perlu membayar sebesar 6000 rupiah. Siapkan uang elektronik (misal atm bni atau mandiri).

Kedua, sebelum semua itu dilakukan, jangan lupa, bahwa tanaman yang memiliki tanah sebagai media tanamnya, harus dalam keadaan bersih dan sehat. Jangan ada serangga di media tanam tersebut, jangan juga media tanam yang menunjukkan adanya jamur. Kalau ada begitu, maka petugas Karantina tumbuhan akan membuang tanahnya. Nah terpaksa kita harus mengganti medianya menggunakan kapas, koran basah atau media lainnya.

Terakhir, jangan dipacking mati dulu ya sebelum diperiksa petugas Karantina Tumbuhan. Kenapa? Lha kan mau diperiksa Kesehatan tanaman dan media tanamnya.

Oh iya, petugas Karantina tumbuahan yang ada di foto ini Namanya Syanti. Panggilan bekennya sih mbak DNS.

#LaporKarantina

Karantina Kembali Menyerahkan Bantuan KORPRI Lingkup Kementan

Image may contain: 1 person, standing

Palangkaraya (20/05) – Bantuan solidaritas Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) lingkup Kementerian Pertanian tahap kedua kembali diberikan melalui Karantina Palangkaraya. Sebanyak 47 paket sembako diberikan kepada THL baik di kantor balai dan kantor wilayah kerja serta masyarakat sekitar.

Kepala Karantina Palangkaraya menyerahankan langsung paket sembako tersebut kepada THL yang berada di kantor balai. Selanjutnya paket sembako disitribusikan ke wilker Bandara Tjilik Riwut, Sampit, Seruyan dan Pangkal Bun untuk diserahkan kepada THL yang bertugas disana.

“Pembagian sembako ini diharapkan dapat membantu para rekan-rekan kami dan masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19 untuk menyambut hari raya Idul Fitri” ujar Ridwan Alaydrus.

#KarantinaPalangkaraya
#KarantinaPeduli
#RamadhanKareem🌙

Karantina Menyisihkan Gaji Untuk Covid-19

Penyisihan gaji atau tunjangan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangkaraya menganut azas adil dan proporsional. Penyisihan gaji dan tunjangan juga berlaku untuk semua pejabat sttruktural.
Kepala Balai yang akrab disapa Pak Ridwan menjelaskan, penyisihan gaji atau tunjangan tersebut berlaku hingga dau bulan mendatang dan dapat diperpanjang sesuai dengan arahan Badan Karantina Pertanian tanggal 2 April 2020. Besarannya akan berbeda-beda per ASN menyesuaikan dengan jabatan dan golongan. Namun ia memastikan persentasenya akan adil dan proporsional.

Cegah Covid-19 Karantina Palangkaraya Lakukan Desinfeksi

No photo description available.

Palangkaraya (20/03) – Upaya kesiapsiagaan mencegah Covid-19 terus dilakukan di Indonesia, Karantina Palangkaraya pagi ini melakukan desinfeksi di setiap sudut ruangan kantor balai yang berada di Jl. G. Obos KM 5,5 Palangkaraya. Hal lain yang juga dilakukan adalah dengan himbauan untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Pembuatan hand sanitaizer secara mandiri juga telah dilakukan di laboratorium Karantina Palangkaraya yang dapat dimanfaatkan oleh pegawai.

“Dalam menghadapi Covid-19 kita tidak boleh panik tapi juga tidak boleh menganggap enteng, semua usaha pencegahan harus selalu kita upayakan dengan menggunakan APD saat bertugas dan hal lain yang telah disarankan oleh Kemenkes” pesan Ridwan Alaydrus, Kepala Karantina Palangkaraya.

#JagaJarakTakMemisahkan
#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPalangkaraya

DORONG PARTISIPASI MASYARAKAT KALBAR, UU 21/2019 TENTANG PERKARANTINAN DISOSIALISASIKAN

Pontianak — Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dan Badan Karantina Pertanian (Barantan) melalui Karantina Pertanian Pontianak dorong partisipasi masyarakat terhadap perkarantinaan dengan menggelar sosialisasi Undang-Undang 21/2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan di Pontianak, Selasa (10/3).


Turut hadir pada kegiatan kali ini, Daniel Johan, anggota Komisi IV/DPR RI. Aturan kebijakan yang menggantikan aturan yang sama UU 16/1992 ini, merupakan inisiatif DPR, guna mengikuti perkembangan perkarantinaan internasional.


“Sosialisasi  perundangan ini ditujukan guna  memperoleh pemahaman dan penyamaan persepsi antara pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah terkait tugas dan fungsi karantina di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Sujarwanto, wakil dari Pusat KKIP saat memberikan pengantar pada paparannya. Dihadiri oleh 200 peserta masing-masing dari forkompinda di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh pelaku usaha agribisnis baik di bidang perikanan maupun pertanian.


Kepala BKPIM, Dr. Rina yang hadir dan membuka acara menyampaikan bahwa hasil yang diharapkan terwujudnya sinergitas kebijakan penyelenggaraan perkarantinaan antara Pempus, Pemprov, Kabupaten/Kota terutama di daerah Provinsi Kalimantan Barat. Serta terwujudnya komitmen pemerintah dalam penyelenggaraan perkarantinaan. 

Sujarwanto juga menambahkan bahwa, Kalimantan Barat sebagai salah satu Provinsi di Indonesia dengan kekayaan alam dan juga perikanan yang berlimpah.  Olehkarenanya sangat penting peran semua pihak untuk menjaga kelestariannya sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi petani dan nelayan. 

“Kita harus ada kerja sama yang baik untuk menjaga kedaulatan negara kita. Kami berusaha selalu membantu dan melayani masyarakat di Kalimantan Barat. Kita melakukan terobosan melalui sebuah sistem memudahkan pengguna jasa karantina,” tuturnya. 

Sosialisasi ini turut dihadiri juga  oleh Sekretaris Daerah Propinsi Kalimantan Barat yang diwakili Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Barat, Dra. Sri Jumiadatin, M.Si, Kepala Bagian Hukum dan Humas, Barantan, Karsad, S.TP, MP, Kepala Karantina Pertanian Pontianak, Ir. Dwi Susilo, MP, dan segenap jajaran karantina pertanian dan ikan. 


Narasumber :

1. Daniel Johan, SE – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI

2. Dr. Ir. Rina M.SI – Kepala BKIPM

3. drh. Sujarwanto, MM –  Pusat KKIP, Barantan

MUDAHKAN, MENTAN SYL : LUNCURKAN DIGITALISASI LAYANAN KARANTINA

Bogor — Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menunjukkan pesatnya kemajuan digitalisasi layanan perkarantinaan yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam mendukung ekspor.

Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan kepada seluruh pimpinan unit kerja Karantina Pertanian dari seluruh Indonesia terkait percepatan layanan ekspor pertanian seiring dengan antisipasi kondisi global paska wabah global di Bogor, Selasa (3/3).

“Ini adalah instruksi langsung Bapak Presiden untuk mempercepat layanan ekspor, agar nilai ekspor dapat besar. Untuk itu, sebagai langkah nyata Kementan siapkan model dan solusi secara berkelanjutan dengan digitalisasi layanan,” kata pria yang biasa di sapa SYL ini.

Pada pertemuan kali ini, Mentan juga memperagakan permohonan pemeriksaan karantina pertanian secara online pada aplikasi IQFAST. Dari demo ini terlihat ragam komoditas pertania ekspor sepanjang Januari dan Februari tahun 2020 sebanyak 455 masing-masing asal tumbuhan sebanyak 429, dan hewan sebanyak 26 jenis.

Kementan juga lakukan penerapan e-government dengan instansi terkait di pelabuhan/bandara yang diwujudkan dengan peran serta karantina pertanian dalam implementasi INSW. Barantan telah bergabung dengan INSW sejak 2007 lalu. Dari seluruh UPT yang berjumlah 52 UPT, terdapat 47 UPT yang telah mengimplementasikannya.

SYL secara singkat juga bercerita soal Aplikasi peta potensi komoditas pertanian berorientasi ekspor, atau IMACE yang telah digagas oleh Barantan. Menurutnya aplikasi ini tengah digalakkan ke seluruh provinsi, harapannya aplikasi ini dapat digunakan sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor.

“Pemerintah daerah dapat memanfaatkan peta ini untuk mengembangkan potensi wilayah dan kami pun akan lebih mudah memfasilitasi ekspornya,” tegas Mentan.

Kepala Barantan, Ali Jamil yang hadir dan mendampingi Mentan SYL juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan prioritas bagi pelaku usaha agribisnis yang dinilai patuh. Dengan layanan ini, tindakan karantina yang dilakukan guna memastikan hewan, tumbuhan dan produk turunannya yang akan diekspor atau diimpor ini sehat, aman dan telah memenuhi persyaratan standar internasional ini dapat lebih cepat.

Layanan ‘Jemput Bola’

Guna meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar global, pihaknya telah menyiapkan layanan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari bagi pelaku usaha.

Persyaratan yang harus dipenuhi bagi produk pertanian yang akan diekspor. Selain bertugas untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati, pihaknya selaku otoritas karantina bertugas untuk memastikan produk pertanian yang diekspor dan diimpor, sehat juga aman, jelas Jamil.

Selain itu, layanan inline inspection juga disiapkan Barantan guna mendorong daya saing. Pelaku usaha cukup menginformasikan jadwal pengiriman, maka petugas Karantina Pertanian akan melakukan pemeriksaan di gudang pemilik.

Hal ini dapat memangkas waktu layanan hingga 30%, dan tentunya hal ini dapat berdampak terhadap biaya dan kesegaran produk, sehingga dapat memiliki harga jual yang bersaing di negara mitra dagang jelas Jamil.

Barantan juga terus kembangkan penerapan elektronik sertifikat,e-Cert. Dengan layanan ini dimungkinkan keberterimaan produk ekspor terjamin dengan data sertifikat yang terkirim lebih dahulu sebelum komoditas datang.

Saat yang bersamaan Mentan SYL meluncurkan digitalisasi layanan karantina ekspor dan impor produk pertanian.

“Saya instruksikan jajaran Barantan untuk perkuat pengawasan produk pertanian yang masuk, khususnya di batas negara. Awasi dan pastikan keamanannya. Khusus untuk ekspor pertanian, berikan jalur layanan prioritas, mudahkan. Mereka adalah kawan petani, pahlawan devisa kita,” pungkas SYL.

Narasumber :

  1. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH – Menteri Pertanian
  2. Ali Jamil, PhD – Kepala Badan Karantina Pertanian

MENTAN LEPAS EKSPOR LARVA KERING DARI BOGOR TEMBUS INGGRIS

Bogor, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor perdana komoditas larva kering jenis Black Soldier Flies (BSF) Ke Negara Inggris sebanyak 7 ton. Kegiatan ini sebagai bagian upaya Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot PDB Indonesia dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan ekspor berbagai komoditas pertanian.

Gambar : Mentan SYL saat melihat produk larva kering yang diekspor ke Inggris di Bogor (3/3)

“Ini luar biasa, menembus Inggris itu adalah pride sebuah negara, dan tidak gampang menembus Inggris. Bogor hari ini mencetak sebuah arah seperti itu. Biasanya kita bisa tembus Inggris setelah melalui Italia atau Jerman, Roma, kalian sudah tembus langsung berarti itu pintu yang bagus untuk pintu pertanian Indonesia kedepan” kata Syahrul saat memberikan sambutan di lokasi pelepasan ekspor di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bubulak, Kota Bogor Barat, Selasa (3/03/20).

Mentan mengatakan, Indonesia memerlukan pelaku usaha yang terus melakukan inovasi untuk menumbuhkan produk ekspor baru atau emerging seperti larva kering ini. Tidak hanya itu, negara tujuan baru pun perlu terus diperluas. Menurutnya, berkoordinasi dan bersinergi memperkuat jejaring antara pemerintah pusat, daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong potensi ekspor pertanian dalam memasuki pasar global.

“Hari ini Bogor membuktikan ada komoditas yang bisa diekspor dan itu tidak ada dinegara lain. Larva kering ini menjadi contoh bahwa sebenarnya kemampuan produk negeri ini menembus kebutuhan dunia sangat terbuka luas,”ucapnya.

Selain itu, produk pertanian yang di ekspor sedapat mungkin sudah dalam bentuk olahan agar dapat memberikan nilai tambah. Manfaatkan fasilitasi KUR yang tersedia, selain untuk meningkatkan pengolahan sehingga dapat diekspor dalam bentuk jadi, atau minimal setengah jadi.

“Kalo begitu mari kita rencanakan supaya pengembangannya lebih cepat,” ucapnya.

Lebih lanjut Syahrul menegaskan ekspor larva ini menjadi bukti nyata untuk membangkitkan minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Ia menilai, ekspor ini mampu menghadirkan kemampuan-kemampuan anak bangsa guna mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

“Mengapa demikian? Karena ekspor larva kering ini adalah sesuatu yang tidak dimiliki negara lain. Oleh karena itu, pasti Bogor akan makin memiliki kemampuan untuk menghadirkan masyarakat yang makin baik,” terangnya.

“Selain itu, produk pertanian memiliki potensi ekspor. Oleh karena itu ini menjadi peluang bagi anak-anak remaja kita, pemuda kita. Pokoknya pertanian itu adalah sesuatu yang pasti, pertanian menjadikan sesuatu agar mereka bisa hidup lebih baik bahkan pertanian adalah solusi dari lapangan kerja yang tersedia di setiap momentum,” pintanya.

Gambar : Mentan SYL saat menginspeksi kontainer larva kering dari Bogor yang akan diekspor ke Inggris

Syahrul mencontohkan bungkil sawit dapat dijadikan pakan ternak, kemudian larvanya menjadi makanan yang nilainya sangat mahal di luar negeri. Di sisi lain komoditas larva sangat dibutuhkan oleh seluruh dunia.

“Kalau begitu tinggal anak-anak mau berada dalam posisi apa, mau dia menjadi off taker dari pembeli saja atau mau dia menjadi pembudidaya. Kemudian bisa juga menjadi trading. Kalau begitu tinggal mereka (anak muda, res) memilih konsep-konsep yang sudah tersedia,” tuturnya.

Pada pelepasan ekspor ini hadir Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan jika ingin anak anak muda saat ini dapat mencontoh apa yang sudah dilakukan PT Bio Cycle Indo.

“Mudah-mudahan apa yang sudah di contohkan oleh teman-teman Biocycle bisa menginspirasi kita semua bahwa ada sesuatu yang positif dari kreatifitas anak muda,” kata Dedie.

Dedie juga mengatakan jika kebanyakan pendapatan kita Bogor ada dari sektor jasa didalamnya restoran, hotel, kuliner tetapi dengan tambahan adanya satu kreatifitas tentunya akan memberikan harapan kota Bogor mendapatkan PAD yang lain yang lebih termasuk juga penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat.

“Tentunya akan memberikan harapan kota Bogor mendapatkan PAD yang lain yang lebih termasuk juga penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat kota Bogor

Dikesempatan yang sama Budi Tanaka, Owner PT Bio Cycle Indo selaku eksportir mengatakan larva kering BSF ini diekspor ke negara industri pakan ternak sebagai sumber protein campuran bahan pembuatan pakan ternak antara lain seperti pakan unggas dan ikan.

Menurutnya industri ini sangat menjanjikan dan prospektif serta menjadi peluang bagi perusahaan pakan ternak Indonesia lainnya untuk mengembangkan di pasar lokal maupun menembus pasar dunia, mengingat terjaminnya ketersediaannya setiap saat dengan harga realtif lebih murah dibanding sumber protein lainnya, dengan demikian dapat menekan biaya pakan dalam industri peternakan, yang berkontribusi sekitar 70-75% dari total biaya produksi.

“Untuk memenuhi target ekspor dalam tiga tahun ke depan sebesar 24.000 ton/tahun dengan total nilai penjualan 1,3 Triliun rupiah, perusahaan ini mengembangkan produksinya di Pekanbaru,” kata Budi.

Budi mengatakan jika saat ini PT Bio Cycle Indo sedang melakukan pengurangan izin untuk negara Amerika yakni FBA dan Kanada CFIA , Ia berharap semoga semua regulasi segera lengkap dan Indonesia bisa menjadi raja daripada magot.

“Sampai tahun ini kita mempunyai pengiriman yang cukup bagus, permintaan yang luar biasa, kenapa kita punya belatung atau magot kelas dunia yang tidak bisa negara lain kalahkan,” pukasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya larva yang merupakan komoditas pertanian ini juga berhasil diekspor ke negara tujuan Jepang maupun Uni Eropa (Belanda) oleh perusahaan yang sama dengan jumlah 59,113 ton dan total nilai penjualan Rp 3,31 miliar dalam kurun waktu tahun 2018-2019.

Pengiriman ekspor dilaksanakan melalui pelabuhan Tanjung Priok dan disertai penjaminan kesehatan dan keamanannya dengan Sertifikat Kesehatan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, dimana sebelumnya tempat produksi telah ditetapkan sebagai Tempat Tindakan Karantina oleh Menteri Pertanian serta disertifikasi dengan Nomor Kontrol Veteriner (NKV).