Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Menjalin Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

Palangkaraya – Karantina Palangkaraya mengadakan acara buka puasa bersama di bulan Ramadan 1440 H ini (24/05). Acara buka puasa bersama yang dimulai pukul 16.45 WIB di kantor balai tersebut terlebih dahulu diawali dengan pembukaan oleh Kepala Karantina Palangkaraya Ir. Parlin Robert Sitanggang dan dilanjutkan dengan acara inti yaitu pemberian tausiah oleh Ustad Ari dari Yayasan Al Furqon Palangkaraya.

Dalam penyampaian tausiah yang berlangsung sekitar 30 menit menjelang waktu berbuka tersebut, beliau berpesan untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan selalu menebar kebaikan ke sesama manuasia tanpa memandang suku, agama atau ras seseorang dan tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Sebagai ASN yang memiliki tugas dan fungsi melayani harus senantiasa memberikan pelayanan yang baik dan ramah serta selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan dan rendah hati.

Buka puasa bersama ini selain berbagi kebahagiaan dengan sesama pegawai juga dalam rangka menjalin tali silaturrahmi antar sesama pegawai termasuk struktural. Setelah berbuka dengan takjil acara dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah dan kemudia menyantap hidangan yang telah disediakan panitia.

Di penghujung acara Kepala Balai juga menyampaikan harapannya agar tahun depan acara berbuka puasa bersama dapat melibatkan seluruh pegawai Karantina Palangkaraya dari seluruh wilayah kerja lingkup Karantina Palangkaraya.

#KarantinaPertanianPalangkaraya
#BukaPuasaBersama

Panen jagung di Gorontalo, Presiden Jokowi Bangga Produksi Meningkat Pesat dan Bisa Ekspor

Petani Gorontalo patut berbangga karena panen jagung hasil kerja keras periode tanam Oktober-Maret kali ini dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan tersebut, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas jagung sekaligus menjaga stabilitas harga untuk petani.

“Sebelumnya produksi jagung petani Gorontalo hanya 650 ribu ton, sekarang sudah bisa ditargetkan 1,7 juta ton. Peningkatan yang banyak sekali,” kata Jokowi bangga. “Ke depan, produksi jagung per hektar yang sekarang 8 sampai 9 ton, diharapkan bisa mencapai 10 ton per hektare,” tambahnya dihadapan 4 ribu petani jagung Gorontalo pada Jumat (1/3).

Berlokasi di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Presiden Jokowi disambut hamparan jagung siap panen seluas 1.392 hektare di perbukitan. Pemilihan lokasi ini mewakili semangat petani jagung di Gorontalo yang tahun 2018 mampu menghasilkan 1,5 juta ton, dan mengekspor 113 ribu ton.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga melakukan dialog dengan petani beberapa petani, dan menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi petani jagung sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Presiden juga bahkan sudah akan memulai pembangunan bendungan Bulango Ulu senilai Rp2,3 triliyun, untuk menjaga pasokan air bagi petani di Gorontalo.

Presiden menyatakan bangga karena produksi petani jagung nasional kini mampu menekan impor dari 3,2 juta ton di 2014, bahkan sudah bisa ekspor di 2018 sebanyak 380 ribu ton. “Sudah menjadi hukum ekonomi, jika produksi petani melimpah harga akan turun. Karena itu untuk menstabilkan harga kita dorong ekspor,” ujar Jokowi.

Data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan bahwa produksi jagung nasional menunjukkan peningkatan pesat setiap tahun, dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tahun 2015 misalnya, produksi jagung nasional hanya 19,61 juta ton. Meningkat menjadi 23,58 juta ton di tahun berikutnya. Lalu, naik menjadi 28,92 juta ton pada 2017, dan tembus 30 juta ton tahun 2018.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir dalam acara tersebut menyatakan dalam keterangan persnya bahwa target produksi nasional pada tahun ini mencapai 33 juta ton, dan ekspor diharapkan sebesar 500 ribu ton.

“Target sebesar itu akan maksimalkan di lumbung jagung nasional seperti Jawa Timut, NTB, Lampung, Sumatera Selatan, termasuk Gorontalo. Selain ditarget akan produksi 1,7 juta ton, tahun ini Gorontalo juga didorong untuk ekspor sebesar 150 ribu ton,” ungkap Amran.

Amran juga mengungkapkan bahwa program yang selama ini sudah dijalankan akan tetap dimaksimalkan, seperti intensifikasi lahan dengan benih unggul gratis agar produktivitas lebih baik, juga ekstensifikasi lahan atau perluasan lahan termasuk sistem tumpangsari, dan modernisasi pertanian dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan).

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibi dalam sambutannya. Menurutnya, petani jagung masih semangat untuk melanjutkan program pemerintah untuk terus memproduksi terutama karena benih, pupuk, dan alsintan bisa tersedia tepat waktu, tepat volume, dan tepat sasaran. Ia mengapresiasi Kementan yang sudah memprioritaskan program jagung di Gorontalo mulai dari regulasi kemudahan penyediaan benih, hingga penyediaan alsintan.

Karantina Menyisihkan Gaji Untuk Covid-19

Penyisihan gaji atau tunjangan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangkaraya menganut azas adil dan proporsional. Penyisihan gaji dan tunjangan juga berlaku untuk semua pejabat sttruktural.
Kepala Balai yang akrab disapa Pak Ridwan menjelaskan, penyisihan gaji atau tunjangan tersebut berlaku hingga dau bulan mendatang dan dapat diperpanjang sesuai dengan arahan Badan Karantina Pertanian tanggal 2 April 2020. Besarannya akan berbeda-beda per ASN menyesuaikan dengan jabatan dan golongan. Namun ia memastikan persentasenya akan adil dan proporsional.

DORONG PARTISIPASI MASYARAKAT KALBAR, UU 21/2019 TENTANG PERKARANTINAN DISOSIALISASIKAN

Pontianak — Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dan Badan Karantina Pertanian (Barantan) melalui Karantina Pertanian Pontianak dorong partisipasi masyarakat terhadap perkarantinaan dengan menggelar sosialisasi Undang-Undang 21/2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan di Pontianak, Selasa (10/3).


Turut hadir pada kegiatan kali ini, Daniel Johan, anggota Komisi IV/DPR RI. Aturan kebijakan yang menggantikan aturan yang sama UU 16/1992 ini, merupakan inisiatif DPR, guna mengikuti perkembangan perkarantinaan internasional.


“Sosialisasi  perundangan ini ditujukan guna  memperoleh pemahaman dan penyamaan persepsi antara pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah terkait tugas dan fungsi karantina di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Sujarwanto, wakil dari Pusat KKIP saat memberikan pengantar pada paparannya. Dihadiri oleh 200 peserta masing-masing dari forkompinda di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh pelaku usaha agribisnis baik di bidang perikanan maupun pertanian.


Kepala BKPIM, Dr. Rina yang hadir dan membuka acara menyampaikan bahwa hasil yang diharapkan terwujudnya sinergitas kebijakan penyelenggaraan perkarantinaan antara Pempus, Pemprov, Kabupaten/Kota terutama di daerah Provinsi Kalimantan Barat. Serta terwujudnya komitmen pemerintah dalam penyelenggaraan perkarantinaan. 

Sujarwanto juga menambahkan bahwa, Kalimantan Barat sebagai salah satu Provinsi di Indonesia dengan kekayaan alam dan juga perikanan yang berlimpah.  Olehkarenanya sangat penting peran semua pihak untuk menjaga kelestariannya sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi petani dan nelayan. 

“Kita harus ada kerja sama yang baik untuk menjaga kedaulatan negara kita. Kami berusaha selalu membantu dan melayani masyarakat di Kalimantan Barat. Kita melakukan terobosan melalui sebuah sistem memudahkan pengguna jasa karantina,” tuturnya. 

Sosialisasi ini turut dihadiri juga  oleh Sekretaris Daerah Propinsi Kalimantan Barat yang diwakili Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Barat, Dra. Sri Jumiadatin, M.Si, Kepala Bagian Hukum dan Humas, Barantan, Karsad, S.TP, MP, Kepala Karantina Pertanian Pontianak, Ir. Dwi Susilo, MP, dan segenap jajaran karantina pertanian dan ikan. 


Narasumber :

1. Daniel Johan, SE – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI

2. Dr. Ir. Rina M.SI – Kepala BKIPM

3. drh. Sujarwanto, MM –  Pusat KKIP, Barantan

MUDAHKAN, MENTAN SYL : LUNCURKAN DIGITALISASI LAYANAN KARANTINA

Bogor — Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menunjukkan pesatnya kemajuan digitalisasi layanan perkarantinaan yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam mendukung ekspor.

Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan kepada seluruh pimpinan unit kerja Karantina Pertanian dari seluruh Indonesia terkait percepatan layanan ekspor pertanian seiring dengan antisipasi kondisi global paska wabah global di Bogor, Selasa (3/3).

“Ini adalah instruksi langsung Bapak Presiden untuk mempercepat layanan ekspor, agar nilai ekspor dapat besar. Untuk itu, sebagai langkah nyata Kementan siapkan model dan solusi secara berkelanjutan dengan digitalisasi layanan,” kata pria yang biasa di sapa SYL ini.

Pada pertemuan kali ini, Mentan juga memperagakan permohonan pemeriksaan karantina pertanian secara online pada aplikasi IQFAST. Dari demo ini terlihat ragam komoditas pertania ekspor sepanjang Januari dan Februari tahun 2020 sebanyak 455 masing-masing asal tumbuhan sebanyak 429, dan hewan sebanyak 26 jenis.

Kementan juga lakukan penerapan e-government dengan instansi terkait di pelabuhan/bandara yang diwujudkan dengan peran serta karantina pertanian dalam implementasi INSW. Barantan telah bergabung dengan INSW sejak 2007 lalu. Dari seluruh UPT yang berjumlah 52 UPT, terdapat 47 UPT yang telah mengimplementasikannya.

SYL secara singkat juga bercerita soal Aplikasi peta potensi komoditas pertanian berorientasi ekspor, atau IMACE yang telah digagas oleh Barantan. Menurutnya aplikasi ini tengah digalakkan ke seluruh provinsi, harapannya aplikasi ini dapat digunakan sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor.

“Pemerintah daerah dapat memanfaatkan peta ini untuk mengembangkan potensi wilayah dan kami pun akan lebih mudah memfasilitasi ekspornya,” tegas Mentan.

Kepala Barantan, Ali Jamil yang hadir dan mendampingi Mentan SYL juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan prioritas bagi pelaku usaha agribisnis yang dinilai patuh. Dengan layanan ini, tindakan karantina yang dilakukan guna memastikan hewan, tumbuhan dan produk turunannya yang akan diekspor atau diimpor ini sehat, aman dan telah memenuhi persyaratan standar internasional ini dapat lebih cepat.

Layanan ‘Jemput Bola’

Guna meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar global, pihaknya telah menyiapkan layanan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari bagi pelaku usaha.

Persyaratan yang harus dipenuhi bagi produk pertanian yang akan diekspor. Selain bertugas untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati, pihaknya selaku otoritas karantina bertugas untuk memastikan produk pertanian yang diekspor dan diimpor, sehat juga aman, jelas Jamil.

Selain itu, layanan inline inspection juga disiapkan Barantan guna mendorong daya saing. Pelaku usaha cukup menginformasikan jadwal pengiriman, maka petugas Karantina Pertanian akan melakukan pemeriksaan di gudang pemilik.

Hal ini dapat memangkas waktu layanan hingga 30%, dan tentunya hal ini dapat berdampak terhadap biaya dan kesegaran produk, sehingga dapat memiliki harga jual yang bersaing di negara mitra dagang jelas Jamil.

Barantan juga terus kembangkan penerapan elektronik sertifikat,e-Cert. Dengan layanan ini dimungkinkan keberterimaan produk ekspor terjamin dengan data sertifikat yang terkirim lebih dahulu sebelum komoditas datang.

Saat yang bersamaan Mentan SYL meluncurkan digitalisasi layanan karantina ekspor dan impor produk pertanian.

“Saya instruksikan jajaran Barantan untuk perkuat pengawasan produk pertanian yang masuk, khususnya di batas negara. Awasi dan pastikan keamanannya. Khusus untuk ekspor pertanian, berikan jalur layanan prioritas, mudahkan. Mereka adalah kawan petani, pahlawan devisa kita,” pungkas SYL.

Narasumber :

  1. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH – Menteri Pertanian
  2. Ali Jamil, PhD – Kepala Badan Karantina Pertanian

MENTAN LEPAS EKSPOR LARVA KERING DARI BOGOR TEMBUS INGGRIS

Bogor, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor perdana komoditas larva kering jenis Black Soldier Flies (BSF) Ke Negara Inggris sebanyak 7 ton. Kegiatan ini sebagai bagian upaya Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot PDB Indonesia dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan ekspor berbagai komoditas pertanian.

Gambar : Mentan SYL saat melihat produk larva kering yang diekspor ke Inggris di Bogor (3/3)

“Ini luar biasa, menembus Inggris itu adalah pride sebuah negara, dan tidak gampang menembus Inggris. Bogor hari ini mencetak sebuah arah seperti itu. Biasanya kita bisa tembus Inggris setelah melalui Italia atau Jerman, Roma, kalian sudah tembus langsung berarti itu pintu yang bagus untuk pintu pertanian Indonesia kedepan” kata Syahrul saat memberikan sambutan di lokasi pelepasan ekspor di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bubulak, Kota Bogor Barat, Selasa (3/03/20).

Mentan mengatakan, Indonesia memerlukan pelaku usaha yang terus melakukan inovasi untuk menumbuhkan produk ekspor baru atau emerging seperti larva kering ini. Tidak hanya itu, negara tujuan baru pun perlu terus diperluas. Menurutnya, berkoordinasi dan bersinergi memperkuat jejaring antara pemerintah pusat, daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong potensi ekspor pertanian dalam memasuki pasar global.

“Hari ini Bogor membuktikan ada komoditas yang bisa diekspor dan itu tidak ada dinegara lain. Larva kering ini menjadi contoh bahwa sebenarnya kemampuan produk negeri ini menembus kebutuhan dunia sangat terbuka luas,”ucapnya.

Selain itu, produk pertanian yang di ekspor sedapat mungkin sudah dalam bentuk olahan agar dapat memberikan nilai tambah. Manfaatkan fasilitasi KUR yang tersedia, selain untuk meningkatkan pengolahan sehingga dapat diekspor dalam bentuk jadi, atau minimal setengah jadi.

“Kalo begitu mari kita rencanakan supaya pengembangannya lebih cepat,” ucapnya.

Lebih lanjut Syahrul menegaskan ekspor larva ini menjadi bukti nyata untuk membangkitkan minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Ia menilai, ekspor ini mampu menghadirkan kemampuan-kemampuan anak bangsa guna mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

“Mengapa demikian? Karena ekspor larva kering ini adalah sesuatu yang tidak dimiliki negara lain. Oleh karena itu, pasti Bogor akan makin memiliki kemampuan untuk menghadirkan masyarakat yang makin baik,” terangnya.

“Selain itu, produk pertanian memiliki potensi ekspor. Oleh karena itu ini menjadi peluang bagi anak-anak remaja kita, pemuda kita. Pokoknya pertanian itu adalah sesuatu yang pasti, pertanian menjadikan sesuatu agar mereka bisa hidup lebih baik bahkan pertanian adalah solusi dari lapangan kerja yang tersedia di setiap momentum,” pintanya.

Gambar : Mentan SYL saat menginspeksi kontainer larva kering dari Bogor yang akan diekspor ke Inggris

Syahrul mencontohkan bungkil sawit dapat dijadikan pakan ternak, kemudian larvanya menjadi makanan yang nilainya sangat mahal di luar negeri. Di sisi lain komoditas larva sangat dibutuhkan oleh seluruh dunia.

“Kalau begitu tinggal anak-anak mau berada dalam posisi apa, mau dia menjadi off taker dari pembeli saja atau mau dia menjadi pembudidaya. Kemudian bisa juga menjadi trading. Kalau begitu tinggal mereka (anak muda, res) memilih konsep-konsep yang sudah tersedia,” tuturnya.

Pada pelepasan ekspor ini hadir Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan jika ingin anak anak muda saat ini dapat mencontoh apa yang sudah dilakukan PT Bio Cycle Indo.

“Mudah-mudahan apa yang sudah di contohkan oleh teman-teman Biocycle bisa menginspirasi kita semua bahwa ada sesuatu yang positif dari kreatifitas anak muda,” kata Dedie.

Dedie juga mengatakan jika kebanyakan pendapatan kita Bogor ada dari sektor jasa didalamnya restoran, hotel, kuliner tetapi dengan tambahan adanya satu kreatifitas tentunya akan memberikan harapan kota Bogor mendapatkan PAD yang lain yang lebih termasuk juga penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat.

“Tentunya akan memberikan harapan kota Bogor mendapatkan PAD yang lain yang lebih termasuk juga penyerapan tenaga kerja untuk masyarakat kota Bogor

Dikesempatan yang sama Budi Tanaka, Owner PT Bio Cycle Indo selaku eksportir mengatakan larva kering BSF ini diekspor ke negara industri pakan ternak sebagai sumber protein campuran bahan pembuatan pakan ternak antara lain seperti pakan unggas dan ikan.

Menurutnya industri ini sangat menjanjikan dan prospektif serta menjadi peluang bagi perusahaan pakan ternak Indonesia lainnya untuk mengembangkan di pasar lokal maupun menembus pasar dunia, mengingat terjaminnya ketersediaannya setiap saat dengan harga realtif lebih murah dibanding sumber protein lainnya, dengan demikian dapat menekan biaya pakan dalam industri peternakan, yang berkontribusi sekitar 70-75% dari total biaya produksi.

“Untuk memenuhi target ekspor dalam tiga tahun ke depan sebesar 24.000 ton/tahun dengan total nilai penjualan 1,3 Triliun rupiah, perusahaan ini mengembangkan produksinya di Pekanbaru,” kata Budi.

Budi mengatakan jika saat ini PT Bio Cycle Indo sedang melakukan pengurangan izin untuk negara Amerika yakni FBA dan Kanada CFIA , Ia berharap semoga semua regulasi segera lengkap dan Indonesia bisa menjadi raja daripada magot.

“Sampai tahun ini kita mempunyai pengiriman yang cukup bagus, permintaan yang luar biasa, kenapa kita punya belatung atau magot kelas dunia yang tidak bisa negara lain kalahkan,” pukasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya larva yang merupakan komoditas pertanian ini juga berhasil diekspor ke negara tujuan Jepang maupun Uni Eropa (Belanda) oleh perusahaan yang sama dengan jumlah 59,113 ton dan total nilai penjualan Rp 3,31 miliar dalam kurun waktu tahun 2018-2019.

Pengiriman ekspor dilaksanakan melalui pelabuhan Tanjung Priok dan disertai penjaminan kesehatan dan keamanannya dengan Sertifikat Kesehatan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, dimana sebelumnya tempat produksi telah ditetapkan sebagai Tempat Tindakan Karantina oleh Menteri Pertanian serta disertifikasi dengan Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Karantina Palangkaraya Menggelar 2 Sosialisasi dalam Sehari

Palangka Raya – Karantina Palangkaraya menggelar dua acara sosialisasi pada Senin (2/3) lalu yaitu sosialisasi bahaya narkoba dan sosialisasi internal UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Sosialisasi bahaya narkoba Karantina Palangkaraya bekerjasama dengan BNN Provinsi Kalimantan Tengah. Selain sosialisasi bahaya narkoba, acara ini juga dilanjutkan dengan pemeriksaan urine yang merupakan deteksi dini penggunaan narkoba. Hal ini untuk memastikan ASN dan THL Karantina Palangkaraya bebas dari narkoba.

Siang hari acara berlanjut dengan sosialisasi internal UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan yang dipimpin langsung oleh Ridwa Alaydrus, SP, MP., selaku kabalai yang didampingi oleh kasie karantina hewan dan kasie karantina tumbuhan. Petugas karantina yang berasal dari seluruh wilayah kerja sangat antusias dengan adanya sosialisasi internal ini, karena hal ini berkaitan dengan tindakan karantina yang nantinya akan dilakukan di masing-masing wilker.

#KarantinaPalangkaraya
#LaporKarantina

KARANTINA PERTANIAN, ASEANET BDAN JAIF BEKERJASAM BINA NEMATOLOGIST ASEAN

Bekasi – Kepala Badan Karantina Pertanian diwakili oleh Kepala Bidang Tumbuhan Benih Pusat Karantina Tumbuhan dan Kehati, Maman Suparman, membuka acara “Training Workshop on Diagnostic of Plant Parasite Nematodes” di Balai Uji Terap Teknik dan Metoda Karantina Pertanian (BUTTMKP) (24/2). Workshop ini merupakan hasil kerjasama antara Badan Karantina Pertanian (Barantan), ASEAN dan Asean Network of Taxonomy (Bionet atau ASEANET) dan disponsori oleh Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF).

“Training Workshop on Diagnostic of Plant Parasite Nematodes menjadi pembuka pelatihan-pelatihan yang akan dilaksanakan BUTTMP di tahun 2020 ini. BUTTMKP sudah dikenal di ASEAN dan ASIA Pasific sebagai training center di bidang perkarantinaan. Sudah banyak pelatihan internasional yang dilaksanakan di BUTTMKP sampai saat ini” jelas Maman.

Peserta akan mengikuti training selama 2 minggu sejak tanggal 22 Februari – 7 maret 2020. Peserta workshop sebanyak 20 orang berasal dari 10 Negara ASEAN antara lain Brunei, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Laos, Philippines, Singapore, Thailand dan Vietnam serta diikuti 3 observer dari Indonesia.

PPNs Nemotoda Produktif, Sukar Diidentifikasi

“Training Plant-parasitic Nematodes (PPNs) baru pertama kali disampaikan dalam pelatihan di BUTTMKP. Tema ini diambil karena PPNs merupakan hama yang produktif dan sukar diidentifikasi” jelas Maman.

“Plant-parasitic Nematodes (PPNs) menyebabkan kerusakan yang serius pada produk pertanian di dunia baik di Negara tropis maupun dingin, terutama di daerah tropis dan subtropics seperti Asia Selatan. PPNs berkembangbiak sangat cepat sehingga menimbulkan gagal panen. Gejala yang ditimbulkan oleh PPNs sukar dibedakan dengan penyebab penyakit tanaman lainnya” jelas narasumber training, Ummu S Rustiani.

“Terdapat banyak spesies PPNs seperti nematode simpul akar (Meloidogyne spp.), nematode lesi akar (Pratylenchus spp.), dan nematode kista (Heterodera dan Grobodera spp.). Deteksi dan identifikasi PPNs sangat sukar karena PPNs berukuran sangat kecil dan sukar diidentifikasi, sehingga membutuhkan keahlian khusus untuk mengidentifikasikannya. Di Asia Tenggara ahli mengenai PPNs baru sedikit, oleh sebabnya pembinaan nematologis sangat diperlukan”, tambah Ummu.

“Metoda pelatihan yang diberikan dalam training adalah kombinasi dari materi kelas, praktik laboratorium dan kunjungan lapangan. Peserta akan diberikan pengetahuan mengenai ilmu dasar dan teknis nematologi dan PPNs, bagaimana mengidentifikasi spesies PPNs dan cara menanganinya melalui metode kimia, fisik, biologi dan kebudayaan. Pada akhirnya peserta memiliki pengetahuan yang cukup tentang PPNs serta dapat membuat manajemen perencanaan untuk mengkontrol PPNs di Negara masing-masing,” ujar Maman.

Pengajar dalam pelatihan terdiri dari kalangan pendidik dan teknis, yakni Prof Hideaki Iwahori dari Ryukoku University Japan, Dr. Manita S. Pinili dari University of Philippines Los Habis, Dr. Nurjanah dan Dr. Ummu S Rustiani dari Badan Karantina Pertanian.

KEMENTAN TETAP WASPADA, PERKETAT PENGAWASAN LALULINTAS HEWAN DI SOETTA

Tanggerang — Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Soekarno Hatta melaporkan sejak penundaan penerbangan ke dan dari mainland RRT atau Tiongkok Daratan pada Rabu 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB belum menemukan hewan hidup atau live animals  dari negara tersebut ke Indonesia.

“Sejak penundaan dan juga pelarangan masuknya hewan hidup dari Daratan Cina  ke Indonesia, sampai saat ini belum ditemukan lalu lintas hewan hidup dari dan ke Cina,” kata Imam Djayadi, Kepala Karantina Pertanian Soekarno Hatta di Cengkareng, Tanggerang (28/2).

Menurut Imam, pengawasan yang dilakukan oleh unit kerja dibawah Badan Karantina Pertanian (Barantan) di pelabuhan internasional terbesar ini  tidak hanya berfokus pada negara Cina Daratan,  tetapi juga pada negara negara wabah lainnya.

Menurutnya, sejak tanggal 5 Februari 2020 sampai dengan hari ini, telah tercatat pemasukan 828 ekor hewan hidup yang merupakan inang dari virus corona yang berasal dari negara lain yang terdampak wabah Covid 19.

Hewan tersebut berasal dari Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Hongkong, Vietnam, Taiwan, Amerika Serikat, Rusia, Itali, Jerman, Kamboja, Finlandia, Perancis, Brazil, Australia, dan Philipina.

“Wabah penyakit Covid 19 sudah semakin meluas, sehingga upaya pencegahan dan mitigasi juga kami tingkatkan,” terang Imam.

Pihaknya bersama-sama dengan instansi terkait di Bandar Udara Soekarno Hatta telah membentuk  pokja dalam pengawasan lalu lintas hewan hidup dari mainland RRT dan negara wabah lainnya; melakukan koordinasi untuk memantau penerbangan dari dan ke mainland RRT serta negara wabah lainnya, terang Imam.

Pada pelaksanaan dilapangan, mitigasi juga dilakukan yakni pejabat karantina yang bertugas sebelum pesawat mendarat melakukan identifikasi penerbangan airline dan manifest pesawat terhadap kemungkinan adanya hewan hidup dari dan ke mainland RRT serta negara wabah lainnya.

Saat pesawat dari dan ke mainland RRT dan negara wabah lainnya mendarat, serangkaian tindakan karantina juga dilakukan terhadap hewan hidup bawaan. Antara lain dilakukan pengukuran suhu badan dan desinfeksi. Pihaknya juga akan melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan pengujian jika terdapat kecurigaan terinfeksi penyakit.

Untuk hewan hidup yang berasal dari negara terjangkit wabah ini,  dilakukan pengasingan dan pengamatan  selama 7 sampai 14 hari di Instalasi Karantina Hewan Soekarno Hatta. Lebih lama dari yang biasa dilakukan yakni hanya selama 3 hari. Bentuk antisipasi dan pengetatan pengawasan diharapkan dapat menghadang penyebaran penyakit.

Pencatatan dan pelaporan lalu lintasnya  juga dilakukan. “Ini sesuai dengan instruksi pak Mentan untuk menerapkan maximum security terhadap pengawasan lalu lintas hewan hidup dalam kondisi wabah global ini,” papar Imam.

Pengawasan Ketat ASF

Selain wabah penyakit Covid 19 pada manusia, Karantina Pertanian Soekarno Hatta juga melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas produk babi yang dapat membawa penyakit ASF (African Swine Flu).

Seperti ketahui, wabah ini  telah melanda China, Hongkong, Austria, Myanmar, Rusia, Korea Utara, Cambodja, Philipine dan beberapa negara lainnya.

ASF merupakan penyakit demam babi yang menyerang ternak babi dengan mortalitas 100% sehingga apabila masuk ke Indonesia dapat menimbulkan kerugian ekonomi ekspor dengan nilai yang hilang sebesar Rp 3,05 triliun (BPS, 2018) belum termasuk hilangnya pendapatan peternak dan naiknya harga babi di dalam negeri.

Menurut catatan, pada tahun 2019 Karantina Pertanian Soekarno Hatta telah menahan 32 kali lalulintas produk babi asal luar negeri. Dan sebanyak 0,3 ton produk daging babi ini telah dimusnahkan.

Sementara sepanjang bulan Januari 2020 sampai dengan saat ini telah menahan sebanyak sebesar 50 kg  berupa daging segar, sosis dan daging asap babi asal Cina yang terdeteksi positif mengandung virus ASF. “Produk bervirus ini telah juga kami musnahkan,” kata Imam.

Sampah Makanan Penerbangan, Ancaman ASF

Kepala Bidang Karantina Hewan Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Nunung … turut memberikan penjelasan  bahwa rute  penyebaran virus ASF lainnya melalui paraktik swill feeding yaitu memberikan sisa sisa katering/dapur dalam bentuk sisa-sisa makanan yang dicampur dengan air untuk diberikan kepada babi.

Menurut Nunung, penelitian menunjukkan bahwa 62% dari 21 kejadian ASF pertama kali di China berkaitan dengan swill feeding. Sisa katering Internasional merupakan penyebab kejadian ASF di Uni Eropa (Portugal 1957, Malta 1978, Sardinia 1978 Spanyol 1978, Belanda 1995). Hal ini diperkuat juga bahwa virus ASF dapat bertahan pada sampel daging dan olahannya selama 30-1000 hari lamanya tergantung dari jenis produknya.

Diperlukan strategi penguatan disposal yang layak dari sisa-sisa makanan bandar udara yang mungkin mengandung produk-produk daging babi yang tidak diolah. ASF juga ancaman selain bagi kesehatan dan kerugian ekonomi, diperlukan kerjasama masyarakat juga, tambah Nunung.

Pencegahan masuknya Covid-19 di Indonesia, serta penyakit penyakit hewan dan tumbuhan lainnya yang berpotensi merugikan juga membahayakan kelestarian alam serta dampak ekonomi harus dilakukan bersama.

“Pengawasan ketat dan koordinasi komunitas Bandara harus terus ditingkatkan. Dan yang tidak kalah penting adalah  partisipasi masyarakat melalui bantuan media untuk melaporkan kepada petugas saat melalulintaskan produk pertanian juga sangat kami harapkan,” pungkas Imam.

Narasumber:

1. Imam Djajadi, SP.,MM – Kepala Balai Besar Karantina Soekarno Hatta

2. Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si – Kepala Bidang Karantina Hewan, BBKP Soekarno Hatta

BARANTAN : MELANTIK DAN MENGAMBIL SUMPAH 353 PNS DAN PEJABAT FUNGSIONAL

Bekasi — Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, Sekretariat Jendral Kementerian Pertanian, Abdul Halim melantik dan mengambil sumpah 353 orang pegawai negeri sipil dilingkup Badan Karantina Pertanian (Barantan).

Gambar : Penandatangan sumpah PNS dan jabatan fungsional lingkup Kementerian Pertanian

Peserta pelantikan dan pengambilan sumpah ini, 331 diantaranya adalah CPNS TA 2019 dan 22 orang lainnya adalah pejabat fungsional.

“Pertama saya mengucapkan selamat kepada Saudara. Kerahkan seluruh kemampuan Saudara untuk dapat turut serta dalam membangun dan menjaga citra positif. Bekerjalah dengan sebaik-baiknya dan menunjukkan figur PNS yang berkualitas dan profesional,” kata Abdul Halim saat mengambil sumpah dan melantik di Auditorium Karantina Pertanian Uji Terap, Bekasi (26/2).

Plt. Sekretaris Barantan yang turut hadir dalam acara ini juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta. Dan ia berpesan agar seluruh peserta dapat mempelajari aturan perkarantinaan dengan baik.

Selanjutnya berdasarkan undang-undang perkarantinaan yang baru, UU 21/2019, para PNS ini akan menyandang sebutan Pejabat Karantina bagi fungsional POPT, Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner lingkup Badan Karantina Pertanian, jelas Adnan.

Sementara Wisnu Haryana, Kepala Bagian Umum, pada kesempatan yang sama menyebutkan bahwa pelaksaan pengambilan sumpah dan pelantikan ini sesuai dengan
amanah para PP 11 2017 tentang Manajemen PNS.

Gambar : Suasana pelantikan PNS dan pejabat fungsional di Karantina Uji Terap, Bekasi (26/2)

Selanjutnya, PNS yang telah dilantik dan disumpah ini akan segera bertugas di unit kerja Karantina Pertanian di seluruh Indonesia. “Sekali lagi selamat dan selamat bekerja!,” pungkas Abdul Halim.

Narasumber :
1. Drs. Abdul Halim, M.Si – Kepala Biro Organisasi & Kepegawaian Setjen – Kementan
2. Dr. Ir. AM Adnan M.Sc. – Plt Sekretaris Barantan
3. Ir. Wisnu Haryana – Kepala Bagian Umum, Sekretariat Barantan

MENTAN SYL APRESIASI KINERJA EKSPOR PERTANIAN SUMUT

Medan – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kinerja ekspor pertanian asal Provinsi Sumatera Utara dengan hadir dan melepas ekspor 28 komoditas pertanian sekaligus senilai Rp. 79,6 miliar ke 28 negara.

“Saya turut bangga atas pembangunan pertanian di Sumut. Berdasarkan catatan sertifikasi ekspor dari Karantina Pertanian terjadi peningkatan signifikan ekspor pertanian di tahun 2019 sebesar 23,7% dibanding tahun sebelumnya,” kata Mentan saat menggelar acara Gerakan Tigakali Lipat Ekspor, Gratieks di Kawasan Industri Modern, Medan (20/2).

Menurut pria yang biasa disapa SYL ini bahwa pada tahun 2018 ekspor komoditas dari Sumut mencapai nilai Rp 26,6 triliun dan meningkat pada 2019 dengan nilai mencapai Rp. 32,2 triliun. Ini menjadi indikator pembangunan pertanian di Sumut sudah ‘on the track’, pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor, tambahnya.

Daya Saing Komoditas Pertanian Ekspor Sumut

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil yang mendampingi kunjungan kerja Mentan SYL ke Sumut menyebutkan bahwa sesuai peran sebagai otoritas karantina, pihaknya memastikan seluruh produk pertanian yang diekspor sehat, aman dan memiliki daya saing di pasar global.

Pihaknya, dengan peran sebagai fasilitator perdagangan melakukan serangkaian tindakan karantina untuk memastikan komoditas pertanian ekspor Sumut memenuhi persyaratan teknis internasional atau Sanitary and Phyosanitary (SPS) Measures.

Jamil juga menyebutkan bahwa 3 (tiga) unit kerjanya beroperasi di provinsi Sumut masing-masing adalah Karantina Pertanian Belawan, Medan dan Tanjung Balai Asahan.

Sesuai arahan Mentan untuk mendorong ekspor, pihaknya selain memperkuat sistem penyelenggaraan perkarantinaan juga menyiapkan terobosan dan inovasi layanan ekspor.

Penggunaan teknologi informasi, penguatan sinergisitas serta diplomasi pertanian menjadi bagian yang tidak terpisahkan guna mencapai target nilai ekspor tiga kali lipat, papar Jamil.

Diplomasi Minum Kopi

Gubernur Provinsi Sumatera Utara, yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Pemprov Sumut serta jajarannya juga hadir dan melepas ekspor.

Adapun 28 ragam komoditas yang telah mendapat sertifikasi ekspor karantina pertanian di Sumut dan siap diberangkatkan menuju 28 negara mitra dagang ini terdiri dari sub sektor perkebunan, hortikultura, peternakan, tanaman pangan dan juga komoditas kehutanan.

Dengan komoditas terbesar berupa biji kopi sebanyak 290,7 ton senilai Rp. 21,3 milyar ke 9 negara antara lain Jerman, Amerika, Kanada, Singapore dan Korea Selatan.

“Saya sudah melihat langsung peluang kopi kita sangat besar di pasar dunia, terakhir dalam lawatan ke Jerman. Kedepan, saya akan bawa juga kopi Sumut dalam acara satu hari minum kopi gratis di 11 negara. Untuk tingkatkan volume ekspor dan memperluas akses pasar, kita lakukan diplomasi ‘minum kopi’ ini,” pungkas SYL.

Narasumber:

  1. Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH., MH — Menteri Pertanian, Kementan
  2. Ir. Ali Jamil, MP. Ph.D — Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementan
  3. Dr. Hj. R. Sabrina — Sekretaris Daerah Sumatera Utara

DIGITALISASI SISTEM PELAPORAN PENGAWASAN DAN PENINDAKAN KARANTINA PERTANIAN

Jakarta – Perubahan merupakan hal yang pasti, mengikuti era perkembangan zaman yang semakin maju dan canggih, dari sesuatu yang serba manual menjadi serba digital. Digitalisasi di era 4.0 saat ini merupakan sesuatu yang wajib diterapkan, terutama pada instansi pemerintahan yang melakukan pelayanan publik termasuk karantina pertanian.

Agar tetap memiliki kinerja yang prima dan selaras dengan perkembangan zaman, karantina pertanian menciptakan aplikasi Sistem Informasi Pengawasan dan Penindakan (SIWASDAK). Aplikasi Siwasdak didesain untuk fasilitasi dan monitoring seluruh rangkaian kegiatan Pengawasan dan Penindakan (Wasdak), baik di tingkat pusat maupun UPT yang terintegrasi dalam sistem informasi IQFAST. Selain itu, aplikasi tersebut juga digunakan sebagai sarana analisis dalam menentukan kebijakan yang akan diterapkan karantina pertanian sehingga tepat sasaran.

Aplikasi yang sejatinya telah selesai dibuat, jika tidak ada hambatan siap diluncurkan pada pertengahan April 2020 mendatang. Saat ini aplikasi sedang dalam proses penyempurnaan yang dilengkapi dengan pedoman operasionalnya. Pedoman operasional aplikasi Siwasdak telah selesai pada tahap penyusunan yang dilaksanakan pada tanggal 12-14 Februari lalu di Bogor, Jawa Barat. Penyusunan pedoman melibatkan kementerian terkait antara lain Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Hukum dan HAM, Ditjen Bea dan Cukai, dan Bareskrim Polri.

“Kami siap memfasilitasi semua kegiatan monitoring kewasdakaan yang dilakukan baik di UPT maupun di Pusat yaitu kegiatan-kegiatan pengawasan lalu lintas media pembawa, patroli, koordinasi, analisa data intelijen maupun pengawasan lalu lintas penjualan produk pertanian secara daring. Tidak perlu lagi mengirim laporan secara manual, secara langsung bisa kami ketahui melalui aplikasi ini karena sekarang itu sudah zamannya paperless. Sekaligus kami dapat memantau kinerja UPT secara realtime, pelan-pelan kita bangun sistem informasi karantina pertanian berkelas dunia yang memudahkan pekerjaan kita,” kata Sujarwanto, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan.

Sujarwanto juga menambahkan bahwa pembangunan aplikasi Siwasdak merupakan suatu terobosan baru yang menyediakan kemudahan dan efektivitas juga efisiensi baik dari segi penghematan anggaran maupun keterbatasan jumlah pegawai.