Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Menjalin Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

Palangkaraya – Karantina Palangkaraya mengadakan acara buka puasa bersama di bulan Ramadan 1440 H ini (24/05). Acara buka puasa bersama yang dimulai pukul 16.45 WIB di kantor balai tersebut terlebih dahulu diawali dengan pembukaan oleh Kepala Karantina Palangkaraya Ir. Parlin Robert Sitanggang dan dilanjutkan dengan acara inti yaitu pemberian tausiah oleh Ustad Ari dari Yayasan Al Furqon Palangkaraya.

Dalam penyampaian tausiah yang berlangsung sekitar 30 menit menjelang waktu berbuka tersebut, beliau berpesan untuk selalu menjaga tali silaturahmi dan selalu menebar kebaikan ke sesama manuasia tanpa memandang suku, agama atau ras seseorang dan tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Sebagai ASN yang memiliki tugas dan fungsi melayani harus senantiasa memberikan pelayanan yang baik dan ramah serta selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan dan rendah hati.

Buka puasa bersama ini selain berbagi kebahagiaan dengan sesama pegawai juga dalam rangka menjalin tali silaturrahmi antar sesama pegawai termasuk struktural. Setelah berbuka dengan takjil acara dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah dan kemudia menyantap hidangan yang telah disediakan panitia.

Di penghujung acara Kepala Balai juga menyampaikan harapannya agar tahun depan acara berbuka puasa bersama dapat melibatkan seluruh pegawai Karantina Palangkaraya dari seluruh wilayah kerja lingkup Karantina Palangkaraya.

#KarantinaPertanianPalangkaraya
#BukaPuasaBersama

Panen jagung di Gorontalo, Presiden Jokowi Bangga Produksi Meningkat Pesat dan Bisa Ekspor

Petani Gorontalo patut berbangga karena panen jagung hasil kerja keras periode tanam Oktober-Maret kali ini dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan tersebut, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas jagung sekaligus menjaga stabilitas harga untuk petani.

“Sebelumnya produksi jagung petani Gorontalo hanya 650 ribu ton, sekarang sudah bisa ditargetkan 1,7 juta ton. Peningkatan yang banyak sekali,” kata Jokowi bangga. “Ke depan, produksi jagung per hektar yang sekarang 8 sampai 9 ton, diharapkan bisa mencapai 10 ton per hektare,” tambahnya dihadapan 4 ribu petani jagung Gorontalo pada Jumat (1/3).

Berlokasi di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Presiden Jokowi disambut hamparan jagung siap panen seluas 1.392 hektare di perbukitan. Pemilihan lokasi ini mewakili semangat petani jagung di Gorontalo yang tahun 2018 mampu menghasilkan 1,5 juta ton, dan mengekspor 113 ribu ton.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga melakukan dialog dengan petani beberapa petani, dan menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi petani jagung sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Presiden juga bahkan sudah akan memulai pembangunan bendungan Bulango Ulu senilai Rp2,3 triliyun, untuk menjaga pasokan air bagi petani di Gorontalo.

Presiden menyatakan bangga karena produksi petani jagung nasional kini mampu menekan impor dari 3,2 juta ton di 2014, bahkan sudah bisa ekspor di 2018 sebanyak 380 ribu ton. “Sudah menjadi hukum ekonomi, jika produksi petani melimpah harga akan turun. Karena itu untuk menstabilkan harga kita dorong ekspor,” ujar Jokowi.

Data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan bahwa produksi jagung nasional menunjukkan peningkatan pesat setiap tahun, dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tahun 2015 misalnya, produksi jagung nasional hanya 19,61 juta ton. Meningkat menjadi 23,58 juta ton di tahun berikutnya. Lalu, naik menjadi 28,92 juta ton pada 2017, dan tembus 30 juta ton tahun 2018.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir dalam acara tersebut menyatakan dalam keterangan persnya bahwa target produksi nasional pada tahun ini mencapai 33 juta ton, dan ekspor diharapkan sebesar 500 ribu ton.

“Target sebesar itu akan maksimalkan di lumbung jagung nasional seperti Jawa Timut, NTB, Lampung, Sumatera Selatan, termasuk Gorontalo. Selain ditarget akan produksi 1,7 juta ton, tahun ini Gorontalo juga didorong untuk ekspor sebesar 150 ribu ton,” ungkap Amran.

Amran juga mengungkapkan bahwa program yang selama ini sudah dijalankan akan tetap dimaksimalkan, seperti intensifikasi lahan dengan benih unggul gratis agar produktivitas lebih baik, juga ekstensifikasi lahan atau perluasan lahan termasuk sistem tumpangsari, dan modernisasi pertanian dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan).

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibi dalam sambutannya. Menurutnya, petani jagung masih semangat untuk melanjutkan program pemerintah untuk terus memproduksi terutama karena benih, pupuk, dan alsintan bisa tersedia tepat waktu, tepat volume, dan tepat sasaran. Ia mengapresiasi Kementan yang sudah memprioritaskan program jagung di Gorontalo mulai dari regulasi kemudahan penyediaan benih, hingga penyediaan alsintan.

Food Estate, Sebuah Tantangan dan Harapan Baru Gambut Kalteng

oleh : Andri Gromiko

Mendengar kata Kalimantan imajinasi kita akan langsung membayangkan hutan yang luas dan hampir setiap musim kemarau panjang terjadi kebakaran. Memang begitulah kenyataannya, khususnya di Kalimantan Tengah yang merupakan provinsi dengan lahan gambut terluas di pulau Kalimantan yaitu lebih dari 2.5 juta hektar yang hampir setiap musim kemarau panjang terjadi kebakaran dan sebagai ‘penyumbang’ terbesar saat terjadi bencana asap yang disebabkan kebakaran lahan. Pembukaan dan pemanfaatan lahan gambut yang tidak sesuai akan rentan terbakar dan terdegradasi serta merupakan ancaman bagi fungsi utama lahan gambut itu sendiri dan memberi dampak buruk terhadap lingkungan.

Lahan eks proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) 1 juta hektar kembali dilirik pemerintah untuk dijadikan salah satu potensi pengembangan Food Estate di Kabupaten Pulang Pisau provinsi Kalteng. Hampir 165 ribu hektar lahan yang sebagian merupakan eks-PLG telah disiapkan dan ditinjau langsung oleh Menteri Pertanian RI bersama Gubernur Kalteng. Sebagian lahan yang ditinjau sudah dalam bentuk sawah produktif walaupun dengan hasil yang belum maksimal sebelum penerapan sistem yang akan dibangun bertajuk food estate.

image credit : Andri Gromiko

Apa itu  Food Estate?

Food estate sebagai desain pertanian modern nasional masa depan merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan dan peternakan di suatu kawasan yang luas yang terdiri dari beberapa klaster bidang pertanian dan peternakan. Artinya di suatu kawasan yang sangat luas akan dibangun sentra pertanian secara berkesinambungan dan modern karena proses pertanian dan pengolahan hasilnya akan dikelola dengan pola digital farming dan meminimalisir metode pertanian konvensional menggunakan bajak dan cangkul dengan tenaga manusia. Lantas apakah akan menghilangkan “marwah” bertani itu sendiri? Pertanyaan menarik memang, karena dari dulu sebagian besar petani kita masih menerapkan konsep pertanian tradisional secara konvensional. Kalau dari segi manfaat dan kemudahan, akan banyak manfaat yang akan diperoleh petani baik dalam segi waktu, tenaga dan efektifitas kerja itu sendiri seperti  sistem pertanian yang ada di luar negeri yang telah lama menerapkan pertanian modern dalam skala besar mulai dari penanaman, perawatan sampai penanganan pasca panen.

Food estate tidak hanya bicara soal padi, jagung dan kedelai tetapi terbagi dalam beberapa klaster yang akan dikembangkan seperti buah-buahan, sayur-sayuran, hortikultura dan peternakan modern terintegrasi. Sehingga ibarat sebuah real estate sudah tersedia fasilitas dengan paket lengkap bagi penghuninya, begitu juga dengan food estate yang akan dikembangkan ini. Hal yang paling penting adalah sistem terpadu yang akan memfasilitasi semua pihak yang terlibat dalam pengembangan program ini mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan, pengembangan dan pemeliharaan agar tepat guna secara berkelanjutan.

Lantas apa saja manfaat food estate ke depan baik untuk masyarakat maupun kontribusi untuk negara?

Jika rencana dan desain besar ini berjalan sesuai konsep dan perencaaan akan sangat memberi manfaat bagi bangsa dan negara yaitu diantaranya:

  • Mengangkat derajat dan ekonomi masyarakat

Tidak dapat dipungkiri bahwa penghasilan, taraf hidup atau tingkat ekonomi keluarga secara umum adalah target utama dan muara dari usaha apapun yang dilakukan termasuk bidang pertanian, sudah pasti untuk pemenuhan kebutuhan, baik kebutuhan dasar maupun kebutuhan hidup lainnya untuk menaikkan status sosial di tengah masyarakat.

Masyarakat sekitar sentra pertanian akan terlibat dalam pengembangan konsep ini di hulu maupun hilir dan otomatis akan meningkatkan taraf hidup mereka, karena dengan penerapan pertanian modern akan mengefisiensi waktu, mempermudah pekerjaan sehingga meningkatkan produksi pertanian secara signifikan, sehingga bertani bukan lagi pekerjaan yang dianggap berat dengan penghasilan kecil.

  • Lahirnya petani-petani milenial

Salah satu hal wajib bagi keberlangsungan pertanian secara berkesinambungan adalah adanya regenerasi petani.  Profesi mulia sebagai petani yang dari dulu dianggap sebagai profesi yang kurang diminati  dan hanya dilakoni masyarakat pedesaan dengan tingkat pendidikan dasar, kini mulai dilirik generasi muda lulusan sarjana, apalagi dengan adanya desain food estate yang akan menciptakan petani-petani milenial yang dibekali ilmu teknologi pertanian modern dengan sistem digital.  Mudah dan menarik bukan?

  • Penyerapan tenaga kerja secara masif di pedesaan

Arus urbanisasi yang meningkat tiap tahun karena desa dianggap tidak punya lapangan kerja yang layak selain bertani dan beternak kecil-kecilan dengan penghasilan rendah dan masalah kemiskinan absolut  sudah bukan rahasia umum kehidupan di pedesaan. Segala kekurangan dan keterbatasan itu lah yang membuat orang berbondong-bondong ke kota mencari pekerjaan yang dianggap layak dengan penghasilan besar.  Dengan hadirnya program food estate akan menghapus stigma masyarakat bahwa pertanian di pedesaan tidak akan pernah mengangkat penghasilan dan status sosial mereka.  Pertanian modern terintegrasi skala besar pasti akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa tanpa harus beranjak ke kota sehingga roda perekonomian di pedesaan juga akan bergerak maju.

  • Mimpi besar Indonesia di bidang pertanian bisa terwujud

Keberhasilan program food estate dalam beberapa tahun ke depan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian Indonesia. Hasil pertanian yang melimpah adalah jawaban terhadap mimpi Indonesia untuk mampu berswasembada pangan tidak hanya beras tetapi daging dan hasil pertanian lainnya. Cita-cita pertanian Indonesia lainnya adalah bahwa bukan sebatas angan 25 tahun lagi atau kurang mimpi besar Indonesia sebagai lumbung pangan dunia benar-benar bisa terwujud.

  • Menjadi negara besar pengekspor produk pertanian

Melimpahnya hasil panen seperti padi, jagung, kedelai, buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hortikultura dan hasil peternakan dengan kualitas super tentu akan dilirik negara lain untuk mengimpornya dari Indonesia.  Selain mampu berswasembada pangan kita juga mampu mengekspornya ke negara lain.  Tidak ayal lagi sebagai negara agraris, kaya akan sumber daya alam, subur makmur dengan semboyan gemah ripah loh jinawi memang sudah selayaknya Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan sebagai negara eksportir produk pertanian, karena selama ini faktanya masih banyak produk pertanian yang belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tetap harus impor dari negara lain.

Itulah beberapa manfaat pembangunan food estate bagi masyarakat dan negara Indonesia jika pembangunan ini benar-benar terwujud sesuai konsep dasar dan perencanaannya.  Sudah barang tentu peran masyarakat dalam mendukung pemerintah sangat penting dalam mewujudkannya.

Food estate sebagai pokok pikiran baru dalam upaya ‘mengangkat’ kembali lahan gambut sebagai lahan produktif.  Jika dilihat produksi sawah di lahan gambut selama ini memang hanya rata-rata 4 ton/hektar, masih jauh jika dibandingkan hasil produksi di pulau Jawa. Di sini lah tantangannya dan harapan yang memang dari dulu sudah dicetuskan. Tinggal bagaimana masyarakat, pemerintah pusat dan daerah bersinergi menjawab tantangan itu dalam penanganan masalah teknis, sosial budaya dan kendala lain yang menghambat jalannya program ini untuk meningkatkan produksi di lahan gambut. Tetapi kita harus optimis demi kemajuan pertanian Indonesia.

Pelayanan Prima 24/7

Pelayanan Prima 24/7 Mengejar Dua Kapal SandarPangkalan Bun (21/6) – Suasana mendung kembali menemani kegiatan pengawasan dan pemeriksaan di pelabuhan Panglima Utar Kumai. Setelah menunggu akhirnya merapat KM. Dharma Rucitra dari Semarang yang mengangkut penumpang beserta berbagai macam media pembawa karantina antara lain, ayam bangkok, burung dara, telur ayam ras, bibit tanaman, dan sayuran.Berkerjasama dengan PLP, KP3, Pelindo, KSOP dan Bea Cukai, Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Pangkalan Bun melaksanakan giat pengawasan dan pemeriksaan bongkar muatan kendaraan dan penumpang yang turun dari kapal tersebut.Selanjutnya, pengawasan dilakukan ke pelabuhan penyebrangan ASDP yaitu pelabuhan Tempenek. Pada waktu yangnhampir bersamaan telah merapat kapal KM. Kalibodri dari Kendal, Jawa Tengah. Dari hasil pengawasan terdapat bibit durian 3000 batang dan sayuran untuk pemenuhan konsumsi masyarakat Pangkalan Bun.Pelayanan yang prima 24/7 oleh petugas Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Pangkalan Bun dilaksanakan untuk menjaga Kalimantan Tengah dari keluar/masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK.#LaporKarantina#KarantinaPertanianPalangkaraya

KAYU SENGON MENINGGALKAN KOTA CANTIK TERBANG MENUJU IBUKOTA

Meskipun tengah menghadapi pandemi covid 19,  petugas karantina tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya sebagai garda terdepan perlindungan pertanian Indonesia. Terlebih pemerintah sudah memberlakukan kebijakan new normal yang sudah dimulai bebrapa hari ini.  Meskipun sudah beraktifitas seperti biasa tentunya harus tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid 19. Penerapan kebijakan new normal tersebut memberikan dampak khususnya dalam kegiatan perkarantinaan yang berangsur normal kembali, misalnya dalam lalu lintas komoditas pertanian, baik ekspor, impor maupun antar area.  

Seperti siang  ini, petugas Karantina Pertanian Palangkaraya wilker Bandara Tjilik Riwut melakukan pemeriksaan terhadap  kayu sengon (Albizia chinensis) sebanyak 1 m3 yang akan terbang meninggalkan kota cantik ini menuju Jakarta. Kayu tersebut dikirim ke Jakarta sebagai sampel untuk keperluan industri. Dalam industri kayu, sengon menjadi salah satu pilihan karena mutunya yang bagus. Dengan struktur padat, berserat lurus, agak kasar, dan tidak mudah diserang rayap, harga pohon ini bisa mencapai Rp 1 juta per meter kubik. Selain itu, sengon yang merupakan kayu tumbuhan, juga menjadi pilihan utama bagi para pelaku industri kayu untuk menggantikan kayu produksi alam seperti jati.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap Kayu sengon  tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan karena telah memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan maka sampel kayu tersebut dapat dilakukan pembebasan.

#laporkarantina

#newnormal

#jagakesehatan

TANTANGAN DAN SEMANGAT PETUGAS KARANTINA DIMASA PANDEMI COVID 19

Pada masa pandemi covid 19 ini bukan suatu halangan bagi Badan Karantina Pertanian unit pelaksana teknis Balai Karantina Pertanian Palangkaraya untuk tetap menjalankan tugas tetapi tetap merupakan tantangan yang memberi semangat untuk terus memberi pelayanan secara maksimal sesuai tugas dan fungsinya. Masa pandemi covid 19 di kenormalan baru ini   petugas karantina tumbuhan melaksanakan pemeriksaan kesehatan media pembawa OPT/OPTK dan pelepasan bagi media pembawa yang telah dinyatakan sehat dan bebas OPT/OPTK dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, memakai sarung tangan dan jaga jarak serta mencuci tangan sebelum dan sesudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan media pembawa.

Pada hari Senin 08 Juni 2020 Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya yang juga merupakan wilayah kerja Balai Karantina Pertanian Palangkaraya diruang pelayanan petugas karatina tumbuhan telah menerima kedatangan pemilik media pembawa yang ingin melaporkan media pembawa bibit anggrek dendrobium sebanyak 100 batang yang dikirim dari kota Tanggerang Selatan melalui Pesawat Lion Air. Pelayanan Pemeriksaan kesehatan media pembawa bibit anggrek dendrobium ini dilaksanakan oleh petugas Karantina Tumbuhan Dwi Nur Susanti, S.Si. Dengan senyuman yang tulus dan sapaan yang ramah yang merupakan jiwa pelayanan karantina, petugas karantina tumbuhan terlebih dahulu meminta kepada pemilik media pembawa untuk memperlihatkan dokumen karantina dari daerah asal berupa Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-12). Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen karantina dari daerah asal telah terpenuhi selanjutnya petugas karantina tumbuhan melakukan pemeriksaan kesehatan media pembawa bibit anggrek  dendrobium dan kebenaran jumlah dan jenisnya.

Setelah media pembawa bibit anggrek  dendrobium ini dilakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya tidak ditemukan OPT/OPTK target serangga Chrysomphalus dictyospermi yang merupakan OPTK A2 Golongan II yang daerah sebarannya masih terbatas di Jawa, Papua dan Sumatera serta  jumlah dan jenis media pembawa telah sesuai dengan dokumen KT.12 maka selanjutnya petugas karantina tumbuhan melaksanakan pemebebasan terhadap media pembawa bibit anggrek dendrobium dengan menerbitkan Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) (KT-9) dan ditandatangani oleh petugas Karantina Tumbuhan.

Sebelum dilaksanakan penerbitan Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) (KT-9), pengguna jasa selaku pemilik media pembawa melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) melalui pembayaran secara online. Dokumen Sertifikat Pelepasan Karantina Tumbuhan/ Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) (KT-9) diserahkan ke pemilik beserta media pembawa oleh petugas karantina tumbuhan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan serta senyuman dan sapaan yang membuat setiap pemilik media pembawa akan mengingatnya sebagai pelayan masyarakat yang ramah dan berintegritas.

Bagaimana Prosedur Membawa Dendrobium Melalui Bandara Tjilik Riwut

Tahu belum nih prosedur kalau mau membawa tanaman Dendrobium melalui Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya?
Ini nih akan kami kasih tahu ya prosedur umumnya agar lancar yang ingin kirim atau bawa Dendrobium.

Pertama, sebelum di packing, pastikan bahwa Dendrobium yang akan dibawa atau dikirimkan dalam keadaan sehat. Liat baik baik akar, batang dan daunnya. Pastikan semuanya sehat ya. Bisa dilihat dari warnanya ya. Hijau sehat, segar.

Eh iya jangan lupa, bahwa persyaratan khusus jika kita ingin membawa bibit tanaman melalui bandara ataupun Pelabuhan. Persyaratannya adalah tanaman kita disertifikasi oleh petugas Karantina tumbuhan. Nanti kita akan diberi surat yang berupa Sertifikat Kesehatan KT12. Nah untuk mendapatkannya, gini ya caranya :

  1. Bawa tanaman ke kantor Karantina tumbuhan yang ada di Bandar Udara TJilik Riwut. Letaknya di pojokan berdekatan dengan pintu masuk / keberangkatan.
  2. Disana, serahkan tanaman kepada petugas,  juga serahkan kartu identitas. Kemudian akan diinput data ke dalam sistem Komputer. Setelah selesai, kita akan diberi sertifikat Kesehatan tanaman.
  3. Eh ada biayanya lho. Disebut PNBP, Penerimaan Negara Bukan Pajak. Besarannya, 100 rupiah per pohon ditambah 5000 rupiah biaya sertifikatnya. Jadi kalua kitab awa 10 batang Dendrobium, kita akan perlu membayar sebesar 6000 rupiah. Siapkan uang elektronik (misal atm bni atau mandiri).

Kedua, sebelum semua itu dilakukan, jangan lupa, bahwa tanaman yang memiliki tanah sebagai media tanamnya, harus dalam keadaan bersih dan sehat. Jangan ada serangga di media tanam tersebut, jangan juga media tanam yang menunjukkan adanya jamur. Kalau ada begitu, maka petugas Karantina tumbuhan akan membuang tanahnya. Nah terpaksa kita harus mengganti medianya menggunakan kapas, koran basah atau media lainnya.

Terakhir, jangan dipacking mati dulu ya sebelum diperiksa petugas Karantina Tumbuhan. Kenapa? Lha kan mau diperiksa Kesehatan tanaman dan media tanamnya.

Oh iya, petugas Karantina tumbuahan yang ada di foto ini Namanya Syanti. Panggilan bekennya sih mbak DNS.

#LaporKarantina

Karantina Kembali Menyerahkan Bantuan KORPRI Lingkup Kementan

Image may contain: 1 person, standing

Palangkaraya (20/05) – Bantuan solidaritas Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) lingkup Kementerian Pertanian tahap kedua kembali diberikan melalui Karantina Palangkaraya. Sebanyak 47 paket sembako diberikan kepada THL baik di kantor balai dan kantor wilayah kerja serta masyarakat sekitar.

Kepala Karantina Palangkaraya menyerahankan langsung paket sembako tersebut kepada THL yang berada di kantor balai. Selanjutnya paket sembako disitribusikan ke wilker Bandara Tjilik Riwut, Sampit, Seruyan dan Pangkal Bun untuk diserahkan kepada THL yang bertugas disana.

“Pembagian sembako ini diharapkan dapat membantu para rekan-rekan kami dan masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19 untuk menyambut hari raya Idul Fitri” ujar Ridwan Alaydrus.

#KarantinaPalangkaraya
#KarantinaPeduli
#RamadhanKareem🌙

Karantina Menyisihkan Gaji Untuk Covid-19

Penyisihan gaji atau tunjangan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangkaraya menganut azas adil dan proporsional. Penyisihan gaji dan tunjangan juga berlaku untuk semua pejabat sttruktural.
Kepala Balai yang akrab disapa Pak Ridwan menjelaskan, penyisihan gaji atau tunjangan tersebut berlaku hingga dau bulan mendatang dan dapat diperpanjang sesuai dengan arahan Badan Karantina Pertanian tanggal 2 April 2020. Besarannya akan berbeda-beda per ASN menyesuaikan dengan jabatan dan golongan. Namun ia memastikan persentasenya akan adil dan proporsional.

Cegah Covid-19 Karantina Palangkaraya Lakukan Desinfeksi

No photo description available.

Palangkaraya (20/03) – Upaya kesiapsiagaan mencegah Covid-19 terus dilakukan di Indonesia, Karantina Palangkaraya pagi ini melakukan desinfeksi di setiap sudut ruangan kantor balai yang berada di Jl. G. Obos KM 5,5 Palangkaraya. Hal lain yang juga dilakukan adalah dengan himbauan untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Pembuatan hand sanitaizer secara mandiri juga telah dilakukan di laboratorium Karantina Palangkaraya yang dapat dimanfaatkan oleh pegawai.

“Dalam menghadapi Covid-19 kita tidak boleh panik tapi juga tidak boleh menganggap enteng, semua usaha pencegahan harus selalu kita upayakan dengan menggunakan APD saat bertugas dan hal lain yang telah disarankan oleh Kemenkes” pesan Ridwan Alaydrus, Kepala Karantina Palangkaraya.

#JagaJarakTakMemisahkan
#LaporKarantina🍎🐕
#KarantinaPalangkaraya

DORONG PARTISIPASI MASYARAKAT KALBAR, UU 21/2019 TENTANG PERKARANTINAN DISOSIALISASIKAN

Pontianak — Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dan Badan Karantina Pertanian (Barantan) melalui Karantina Pertanian Pontianak dorong partisipasi masyarakat terhadap perkarantinaan dengan menggelar sosialisasi Undang-Undang 21/2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan di Pontianak, Selasa (10/3).


Turut hadir pada kegiatan kali ini, Daniel Johan, anggota Komisi IV/DPR RI. Aturan kebijakan yang menggantikan aturan yang sama UU 16/1992 ini, merupakan inisiatif DPR, guna mengikuti perkembangan perkarantinaan internasional.


“Sosialisasi  perundangan ini ditujukan guna  memperoleh pemahaman dan penyamaan persepsi antara pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah terkait tugas dan fungsi karantina di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Sujarwanto, wakil dari Pusat KKIP saat memberikan pengantar pada paparannya. Dihadiri oleh 200 peserta masing-masing dari forkompinda di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan seluruh pelaku usaha agribisnis baik di bidang perikanan maupun pertanian.


Kepala BKPIM, Dr. Rina yang hadir dan membuka acara menyampaikan bahwa hasil yang diharapkan terwujudnya sinergitas kebijakan penyelenggaraan perkarantinaan antara Pempus, Pemprov, Kabupaten/Kota terutama di daerah Provinsi Kalimantan Barat. Serta terwujudnya komitmen pemerintah dalam penyelenggaraan perkarantinaan. 

Sujarwanto juga menambahkan bahwa, Kalimantan Barat sebagai salah satu Provinsi di Indonesia dengan kekayaan alam dan juga perikanan yang berlimpah.  Olehkarenanya sangat penting peran semua pihak untuk menjaga kelestariannya sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi petani dan nelayan. 

“Kita harus ada kerja sama yang baik untuk menjaga kedaulatan negara kita. Kami berusaha selalu membantu dan melayani masyarakat di Kalimantan Barat. Kita melakukan terobosan melalui sebuah sistem memudahkan pengguna jasa karantina,” tuturnya. 

Sosialisasi ini turut dihadiri juga  oleh Sekretaris Daerah Propinsi Kalimantan Barat yang diwakili Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Barat, Dra. Sri Jumiadatin, M.Si, Kepala Bagian Hukum dan Humas, Barantan, Karsad, S.TP, MP, Kepala Karantina Pertanian Pontianak, Ir. Dwi Susilo, MP, dan segenap jajaran karantina pertanian dan ikan. 


Narasumber :

1. Daniel Johan, SE – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI

2. Dr. Ir. Rina M.SI – Kepala BKIPM

3. drh. Sujarwanto, MM –  Pusat KKIP, Barantan

MUDAHKAN, MENTAN SYL : LUNCURKAN DIGITALISASI LAYANAN KARANTINA

Bogor — Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menunjukkan pesatnya kemajuan digitalisasi layanan perkarantinaan yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam mendukung ekspor.

Hal ini disampaikannya saat memberikan arahan kepada seluruh pimpinan unit kerja Karantina Pertanian dari seluruh Indonesia terkait percepatan layanan ekspor pertanian seiring dengan antisipasi kondisi global paska wabah global di Bogor, Selasa (3/3).

“Ini adalah instruksi langsung Bapak Presiden untuk mempercepat layanan ekspor, agar nilai ekspor dapat besar. Untuk itu, sebagai langkah nyata Kementan siapkan model dan solusi secara berkelanjutan dengan digitalisasi layanan,” kata pria yang biasa di sapa SYL ini.

Pada pertemuan kali ini, Mentan juga memperagakan permohonan pemeriksaan karantina pertanian secara online pada aplikasi IQFAST. Dari demo ini terlihat ragam komoditas pertania ekspor sepanjang Januari dan Februari tahun 2020 sebanyak 455 masing-masing asal tumbuhan sebanyak 429, dan hewan sebanyak 26 jenis.

Kementan juga lakukan penerapan e-government dengan instansi terkait di pelabuhan/bandara yang diwujudkan dengan peran serta karantina pertanian dalam implementasi INSW. Barantan telah bergabung dengan INSW sejak 2007 lalu. Dari seluruh UPT yang berjumlah 52 UPT, terdapat 47 UPT yang telah mengimplementasikannya.

SYL secara singkat juga bercerita soal Aplikasi peta potensi komoditas pertanian berorientasi ekspor, atau IMACE yang telah digagas oleh Barantan. Menurutnya aplikasi ini tengah digalakkan ke seluruh provinsi, harapannya aplikasi ini dapat digunakan sebagai landasan kebijakan pembangunan pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor.

“Pemerintah daerah dapat memanfaatkan peta ini untuk mengembangkan potensi wilayah dan kami pun akan lebih mudah memfasilitasi ekspornya,” tegas Mentan.

Kepala Barantan, Ali Jamil yang hadir dan mendampingi Mentan SYL juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan prioritas bagi pelaku usaha agribisnis yang dinilai patuh. Dengan layanan ini, tindakan karantina yang dilakukan guna memastikan hewan, tumbuhan dan produk turunannya yang akan diekspor atau diimpor ini sehat, aman dan telah memenuhi persyaratan standar internasional ini dapat lebih cepat.

Layanan ‘Jemput Bola’

Guna meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar global, pihaknya telah menyiapkan layanan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari bagi pelaku usaha.

Persyaratan yang harus dipenuhi bagi produk pertanian yang akan diekspor. Selain bertugas untuk menjaga kelestarian sumber daya alam hayati, pihaknya selaku otoritas karantina bertugas untuk memastikan produk pertanian yang diekspor dan diimpor, sehat juga aman, jelas Jamil.

Selain itu, layanan inline inspection juga disiapkan Barantan guna mendorong daya saing. Pelaku usaha cukup menginformasikan jadwal pengiriman, maka petugas Karantina Pertanian akan melakukan pemeriksaan di gudang pemilik.

Hal ini dapat memangkas waktu layanan hingga 30%, dan tentunya hal ini dapat berdampak terhadap biaya dan kesegaran produk, sehingga dapat memiliki harga jual yang bersaing di negara mitra dagang jelas Jamil.

Barantan juga terus kembangkan penerapan elektronik sertifikat,e-Cert. Dengan layanan ini dimungkinkan keberterimaan produk ekspor terjamin dengan data sertifikat yang terkirim lebih dahulu sebelum komoditas datang.

Saat yang bersamaan Mentan SYL meluncurkan digitalisasi layanan karantina ekspor dan impor produk pertanian.

“Saya instruksikan jajaran Barantan untuk perkuat pengawasan produk pertanian yang masuk, khususnya di batas negara. Awasi dan pastikan keamanannya. Khusus untuk ekspor pertanian, berikan jalur layanan prioritas, mudahkan. Mereka adalah kawan petani, pahlawan devisa kita,” pungkas SYL.

Narasumber :

  1. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH – Menteri Pertanian
  2. Ali Jamil, PhD – Kepala Badan Karantina Pertanian